Komentari Fenomena ISIS, Bastian Steel: Nggak Layak Ada di Dunia

Rabu, 25 November 2015 04:55 Penulis: Risang Sudrajad
Komentari Fenomena ISIS, Bastian Steel: Nggak Layak Ada di Dunia Bastian Steel © Kapanlagi.com®/Bambang E Ros
Kapanlagi.com - Teror Paris menjadi sebuah perhatian khusus bagi semua kalangan di dunia ini. Dari dunia selebritis Indonesia, Bastian Steel adalah salah satu nama yang terus mengamati perkembangan teror mencekam di ibu kita Perancis itu.

Bastian sebenarnya sangat menyayangkan teror yang terjadi di Paris. Apalagi menurutnya, Paris adalah kota yang sangat tentram dan nyaman untuk dikunjungi.

"Saya tahu berita itu, saat bangun pagi ketika mau sarapan, pas lihat berita itu, saya sampe nggak mood buat sarapan karena saya seneng banget sama kota Paris. Saya pernah jalan-jalan ke sana, di sana tentram, damai dan seru banget. Kenapa harus ada teror di Paris ya, apa permasalahannya. Yang saya tahu di Paris itu sangat enak dan damai," ujar Bastian Steel saat ditemui di studio Trans 7, Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (17/11).

Bastian Steel prihatin dengan teror Paris © KapanLagi.com®/Budy SantosoBastian Steel prihatin dengan teror Paris © KapanLagi.com®/Budy Santoso

Selain mengungkapkan rasa prihatinnya, Bastian juga memberikan komentarnya tentang organisasi ISIS yang disebut dalang dari teror Paris. Menurut penyanyi 16 tahun itu, kehadiran ISIS hanya akan menjelekkan wajah umat muslim.

"Itu organisasi, menurut saya itu nggak layak ada di dunia karena saya melihatnya menjelekkan umat muslim. Maaf ya, soalnya dia membawa nama muslim saat melakukannya. Teroris itu bukan agama," sambung Bastian.

Dirinya pun berharap pengamanan di Paris bisa lebih ditingkatkan supaya kejadian serupa tak terulang kembali. "Seratus lebih korban ya karena dibombardir pakai gun dan ledekan bom. Saya juga liat di Youtube, sedih karena ada orang yang lagi maen bola tiba-tiba berhenti karena panik dengar ledakan. Semoga penjagaan lebih baik lagi," pungkasnya.

(kpl/hen/abl)

Editor:

Risang Sudrajad


REKOMENDASI
TRENDING