SELEBRITI

Komitmen Terhadap Lingkungan, Tasya Kamila Ubah Sampah Jadi Pupuk Kompos

Jum'at, 21 Desember 2018 18:35 Penulis: Guntur Merdekawan

Tasya Kamila duta Lingkungan Hidup / Credit: KapanLagi - Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Sejak beberapa tahun terakhir, Djarum Foundation terus menunjukkan konsistensinya untuk menjaga kelestarian lingkungan. Lewat program Djarum Trees For Life (DTFL), penanaman pohon trembesi dilakukan di berbagai macam lokasi di Indonesia. Saat ini, total sudah ada 2.220 KM pohon trembesi yang ditanam, di mana setiap pohon punya potensi untuk menyerap 28,5 juta ton CO2 per tahunnya.

Tak cukup sampai situ saja, DTFL juga mencoba untuk merangkul publik untuk lebih peduli akan lingkungan. Salah satunya lewat program talkshow bersifat edukasi 'Pengaruh Sampah Terhadap Perubahan Iklim dan Dampaknya Terhadap Bumi'. Acaranya berhasil menyedot perhatian dari puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur.

Duta lingkungan hidup dan juga artis cantik, Tasya Kamila turut hadir pada program talkshow tersebut. Selain itu, ada juga nama-nama besar lain seperti Vania Santoso yang merupakan Social Entrepreneur hingga Youtuber kondang, Jovial Da Lopez yang jadi moderator acara. Sampah adalah topik utama yang dikulik pada program tersebut.

"Manusia punya kontribusi sangat besar dalam menghasilkan sampah dan emisi gas rumah kaca (GRK). Memilah sampah rumah tangga adalah salah satu cara yang dapat ditempuh untuk membantu bumi kita menjadi lebih asri. 75 % sampah yang dihasilkan manusia adalah sampah organik atau sisa makanan. Sampah yang mengalami pelapukan (dekomposisi) dapat diolah menjadi pupuk sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang" ungkap Nandang Prihadi, selaku Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur.

1. Ubah Sampah Jadi Pupuk

Tasya sendiri sudah mulai mengambil langkah awal terkait sampah yang ada di rumahnya. Alih-alih membuangnya, istri dari Randi Bachtiar ini lebih memilih untuk mendaur ulang sampah-sampah sisa makanan di rumahnya untuk jadi pupuk cair.

"Salah satu komitmen aku terhadap lingkungan adalah perhatian terhadap sampah. Aku sudah mulai mengolah sampah menjadi pupuk kompos. Di rumah aku nabung sampah. Aku pisahkan sampah basah yang bisa terurai alami seperti sisa makanan, kulit buah dan daun-daunan. Setelah dimasukkan ke tabung komposter, disemprot dengan bioaktivator (pengurai) lalu tunggu 3-5 hari. Pupuk cair sudah bisa dipakai," sambung pelantun Libur Telah Tiba itu.

2. Reduce, Reuse dan Recycle

Kepedulian terhadap lingkungan bisa ditunjukkan dengan berbagai cara. Tasya pun memberikan beberapa tips simpel, seperti mengurangi penggunaan plastik dan juga menerapkan sistem Reduce, Reuse dan Recycle.

"Ibaratnya mungkin cuma satu bungkus permen saja yang kita buang sembarangan. Seandainya ada satu juta orang melakukan hal yang sama, timbunan sampah jadi banyak sekali. Itu baru satu plastik kecil, bagaimana dengan sampah yang lain? Sudah saatnya kita kurangi plastik. Mulailah membawa botol minum dan tas belanja dari rumah dan juga gunakan produk daur ulang lainnya. Pokoknya kita harus memaksimalkan Reduce, Reuse dan Recycle," sambung Tasya.

3. Daur Ulang Sampah Jadi Barang Eco-Fashion

Social Entrepreneur, Vania Santoso menambahkan jika sampah saat ini sudah bisa didaur ulang menjadi berbagai benda yang bisa dipakai di kehidupan sehari-hari. Perempuan asal Surabaya itu lalu menunjukkan beberapa produk eco-fashion miliknya yang merupakan hasil recycle dari sampah.

"Contohnya tas ini yang merupakan daur ulang dari limbah sampah. Saya ambil dari bungkus semen/sak semen. Nggak cuma dibuat tas, ini bisa jadi sepatu, dompet atau ikat pinggang. Bagus, ramah lingkungan dan orang tidak menyangka ini dari daur ulang sampah karena terlihat seperti kulit dan tahan air," tutur Vania yang produknya diminati sampai mancanegara dan menghasilkan omset puluhan juta rupiah itu.

Jovial selaku moderator acara pun tak mau ketinggalan untuk menyampaikan pesannya, "Dengan langkah kecil ini, kita bisa bersama-sama mewujudkan tujuan nyata menjaga pelestarian alam. Sebagai generasi muda, kita harus jadi yang paling giat membuat perubahan untuk sadar lingkungan. Yuk berubah untuk Indonesia."


REKOMENDASI
TRENDING