SELEBRITI

Liputan Paling Diingat Selama Tahun 2019: 24 Jam Liputan Kasus Video Ikan Asin di Polda Metro Jaya Terasa Sia-Sia

Selasa, 31 Desember 2019 11:16 Penulis: Gogor Subyakto

Kasus Video Ikan Asin. © KapanLagi.com/Adrian Utama Putra/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Sepanjang tahun 2019 banyak banget kasus yang menimpa selebritis Indonesia. Salah satunya ini nih, kasus video ikan asin. Kalian pasti ingat kan dengan kasus yang menimpa trio Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami itu.

Ya, gara-gara Galih Ginanjar menyindir mantan istrinya, Fairuz A Rafiq 'bau ikan asin' di channel YouTube Pablo Benua dan Rey Utami, mereka dilaporkan oleh Fairuz dan suaminya, Sonny Septian ke Polda Metro Jaya.

Mengingat kasus Video Ikan Asin, saya Fikri Alfi Rosyadi salah satu reporter Kapanlagi.com masih ingat betul ketika meliput pemanggilan pertama Rey Utami, Pablo Benua, dan Barbie Kumalasari istri dari Galih Ginanjar untuk menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada 10 Juli 2019 lalu.

1. Meliput Kasus Video Ikan Asin

Sekedar informasi nih, di media kami, Kapanlagi.com per dua Minggu sekali, dua reporter-nya ditugaskan Mobile Journalism (Mojo). Sistem ini sudah berjalan kurang lebih satu tahun. Setiap reporter yang kebagian jatah Mojo, pasti ditugaskan meliput berita-berita hot, ya salah satunya kasus Video Ikan Asin.

Dan kebetulan juga, ketika pemanggilan perdana, saya lagi kebagian jatah Mojo. Otomatis, salah satu reporter yang dapat jatah Mojo ditugaskan untuk meliput kasus Video Ikan Asin. Pada tanggal 9 Juli 2019, agenda pemeriksaan kasus video Ikan Asin sudah tersebar di beberapa grup WhatsApp wartawan hiburan.

"10.00 Pablo Benua, Rey Utami, dan Barbie Kumalasari jalani BAP di Polda Metro Jaya," begitu isi agenda yang tersebar di grup-grup wartawan hiburan.

2. Menunggu Barbie Kumalasari

Melihat agenda tersebut, saya yakin, saya yang ditugaskan oleh Mathias Purwanto, koordinasi liputan (korlip) Kapanlagi.com untuk meliput ke Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Apalagi, satu reporter yang dapat jatah Mojo, sehari sebelumnya sudah ditugaskan agenda hot lainnya. Saya lupa, satu reporter itu ditugaskan ke mana.

Pada hari Rabu pagi 10 Juli 2019, saya buka handphone untuk melihat listingan/arahan dari korlip saya, Mathias Purwanto. Dugaan saya benar, saya bersama fotografer Kapanlagi.com, Akrom Sukarya ditugaskan liputan ke Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Pukul 09.30 WIB, saya berangkat dari rumah di daerah Bekasi.

Tiba di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pukul 10.30 WIB. Saya bertemu dengan rekan-rekan media lainnya, baik itu televisi, cetak, dan online sudah tiba lebih dulu dan sedang menunggu Barbie Kumalasari datang.

3. Barbie Tak Banyak Bicara

Setiba di sana saya pun bertanya kepada rekan-rekan media yang lain "Udah dateng?," tanya saya kepada rekan media lain. "Pablo sama Rey Utami udah di dalem," jawab salah satu rekan media.

Mendengar jawaban tersebut, saya sedikit panik karena nggak dapat gambar kedatangan Pablo Benua dan Rey Utami di Polda Metro Jaya. Saya pun langsung laporan ke kantor, kalau saya nggak dapet gambar Pablo dan Rey Utami. Setelah itu, saya berkumpul bersama rekan-rekan media lain untuk menunggu kedatangan Barbie Kumalasari.

Tak lama menunggu, sekitar pukul 10.50 WIB Barbie Kumalasari tiba di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Ditemani kuasa hukumnya, Rihat Hutabarat, Barbie tak bicara banyak untuk memberikan keterangan-nya ke awak media.

"Aku santai (jalani BAP). Cuma ini suaraku aja lagi kurang enak," kata Barbie sebelum jalani pemeriksaan. Saat itu, Barbie Kumalasari terlihat begitu lesu. Pasalnya, pemeran Ijah dalam sinetron Bidadari itu mengaku lagi nggak enak badan.

"Kalau itu karena gua lagi kurang enak badan. Pokoknya kondisi badanku kurang sehat ya jadi kalau mungkin mukanya sembab atau apa, namanya juga orang lagi capek. Tapi kan kita harus hadapi harus kooperatif," kata Barbie Kumalasari.

4. Dapat Foto Pablo Benua dan Rey Utami

Barbie Kumalasari dan tim kuasa hukumnya langsung masuk ke dalam Ditreskrimsus Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Begitu semuanya masuk ke dalam, saya bersama rekan media lain menunggu mereka sampai selesai jalani BAP di halaman Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Banyak hal yang saya lakukan ketika menunggu Barbie Kumalasari, Pablo Benua, dan Rey Utami jalani BAP. Yang pasti, saya bersama rekan media lain mengirim berita awalan kedatangan Barbie Kumalasari, Pablo Benua, dan Rey Utami.

Lama menunggu, sekitar pukul 14.00 WIB Pablo Benua, dan istrinya, Rey Utami, serta kuasa hukumnya, Farhat Abbas keluar dari ruang Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Saya kira sudah selesai menjalani BAP, ternyata mereka keluar untuk beristirahat sebentar. Saya pun agak sedikit tersenyum, akhirnya saya mendapat gambar Pablo Benua dan Rey Utami di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

"Nanti aja, istirahat dulu mau makan," kata Pablo Benua.

Tak lama Pablo dan Rey Utami, giliran Barbie Kumalasari pun keluar untuk beristirahat makan siang. "Nanti aja, mau istirahat dulu. Ini belum selesai," kata Barbie.

"Tadi di awal pemeriksaan ditanya tentang identitas, kenal nggak dengan Galih, Fairuz, Rey Utami, dan Pablo," sambung pengacara Barbie Kumalasari, Rihat Hutabarat.

5. Belum Dapat Statement

Kurang lebih satu jam beristirahat, Pablo Benua, Rey Utami, dan kuasa hukumnya, Farthat Abbas kembali masuk ke dalam Ditreskrimsus Polda Metro Jaya untuk melanjutkan pemeriksaan. Sebelum masuk, Pablo dan Rey Utami memberikan sedikit keterangan kepada awak media, dia mengaku sempat bertemu dengan Barbie Kumalasari ketika menjalani pemeriksaan.

Diketahui sebelumnya, sejak kejadian video ikan asin viral, hubungan pertemanan Barbie Kumalasari dengan Pablo Benua dan Rey Utami renggang.

"Kita tadi makan bareng kok, satu meja. Enggak banyak yang kita obrolin sih, cuma makan bareng aja. Silaturahmi enaknya kan makan bareng, itu aja sih. Di dalam islam itu enggak boleh dendam. Jangan kita enggak boleh dendam sama orang. Lagian hubungan kita tetap baik," kata Pablo.

Setelah Pablo dan Rey Utami melanjutkan pemeriksaan, nggak lama kemudian, Barbie Kumalasari kembali masuk ke dalam ruangan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya setelah beristirahat sebentar. Sama seperti sebelumnya, Barbie Kumalasari belum memberikan statement ke awak media karena belum selesai menjalani pemeriksaan.

"Nanti aja deh, kan belum selesai. Gue takut salah ngomong," kata Barbie Kumalasari.

6. Kembali Menunggu

Saya bersama rekan-rekan media yang lain kembali menunggu di halaman Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Sambil menunggu, saya bersama rekan-rekan media yang lain untuk ngetik berita dan ngobrol-ngobrol membicarakan masa depan.

Rasanya kurang enak jika ngobrol nggak ada kopi dan cemilan, saya bersama rekan-rekan media yang lain patungan untuk membeli makanan ringan di Indomaret yang berada di dekat area parkir Polda Metro Jaya. Tak terasa, ngobrol sambil ngemil makanan ringan, hari pun semakin sore, dan matahari mulai tenggelam. Sementara Barbie Kumalasari, Pablo Benua, dan Rey Utami belum juga selesai pemeriksaan.

"Jadi tersangka kali ya," celetuk salah satu rekan media.

Hari pun mulai gelap, siang berganti malam. Saya bersama rekan media lain mulai mati gaya, apalagi yang kami lakukan sambil menunggu Barbie Kumalasari, Pablo Benua, dan Rey Utami selesai pemeriksaan. Mau beli cemilan pun malas, karena jarak yang lumayan cukup jauh.

Akhirnya, sekitar pukul 20.00 WIB, saya bersama rekan media yang lain memesan makan melalui aplikasi Gofood. Melalui aplikasi tersebut, kami memesan nasi pecel ayam/lele Bu Festi untuk menambah tenaga liputan di Polda. Pesanan datang, saya bersama rekan media lain menyantap makan malam.

Begitu perut kenyang, lagi-lagi kami melakukan hal yang sama, sambil menunggu Barbie Kumalasari, Pablo Benua, dan Rey Utami kami hanya bisa main handpone, merokok, ngemil, dan ngopi di halaman Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

7. Sempat Kaget & Menunggu Sampai Tengah Malam

Namun, di saat duduk santai sambil ngobrol-ngobrol, ada kejadian yang membuat saya dan rekan-rekan media lain kaget. Sekitar pukul 21.15 WIB Rey Utami tiba-tiba keluar dari ruangan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Rey Utami lari menuju cafe Kopi Tiam yang berada di Polda Metro Jaya. Tanpa alasan yang jelas, Rey Utami terlihat ketakutan.

Rekan-rekan yang berada di sana pun langsung mengejar Rey Utami yang berlari ke arah cafe tersebut. Namun, Rey Utami nggak mau bicara ketika ditanyakan oleh rekan-rekan media. Masuk ke cafe Kopi Tiam sebentar, sekitar dua menit kemudian Rey Utami langsung balik lagi ke ruangan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. 

"Abis pipis, tadi abis solat," kata Rey Utami sambil berjalan cepat.

Setelah kejadian tersebut, rekan-rekan media yang masih berada di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pun menduga Rey Utami ketakutan karena ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik. Waktu semakin malam, satu per satu rekan media lain pulang, mereka nggak mau menunggu sampai proses pemeriksaan berakhir.

Sementara saya, bersama rekan-rekan yang lain masih berada di tempat yang sama, dan bertahan di situ. Masuk pukul 23.45 Barbie Kumalasari selesai menjalani pemeriksaan. Melihat Barbie dan tim kuasa hukumnya keluar dari Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Saya bersama rekan-rekan media lain langsung menghampiri Barbie untuk meminta keterangan setelah jalani pemeriksaan.

8. Dapat Keterangan Dari Pihak Barbie

Selama menjalani pemeriksaan, Barbie Kumalasari mengaku dicecar pertanyaan seputar proses pembuatan video YouTube tersebut.

"Pertanyaan pertama dari awal komunikasi pertama hingga sampai di kantornya Rey Utami, ya tentang itu komunikasi sepanjang itu. Setelah sampai di situ terkait dengan pembuatan konten YouTube sampai durasi selesai 32 menit," kata pengacara Barbie, Rihat Hutabarat

Rihat menyebut ada 39 pertanyaan yang diajukan kepada kliennya dalam pemeriksaan yang berlangsung selama 12 jam itu. Selain menanyakan soal proses pembuatan video itu, penyidik juga menanyakan soal permintaan Barbie ke Rey Utami agar video itu diturunkan.

9. Kembali Menunggu & Mulai Lelah

Saya kira, setelah Barbie selesai menjalani pemeriksaan, Pablo dan Rey Utami akan selesai juga, ternyata nggak. Lagi-lagi, saya pun harus menunggu Rey Utami dan Pablo Benua menjalani pemeriksaan. Sampai waktu masuk pukul 01.30 WIB dini hari pasangan suami istri itu belum juga keluar dari Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Rekan media semakin sedikit, seingat saya kurang lebih ada belasan media yang masih bertahan menunggu Rey dan Pablo. Padahal, sebelumnya kurang lebih ada 20 media yang meliput pemeriksaan Pablo Benua, Rey Utami, dan Barbie Kumalasari.

Jam-jam inilah yang membuat saya dan rekan-rekan media lain benar-benar mati gaya. Meskipun persediaan cemilan masih banyak. Tapi tetap saja, kami mati gaya. Hal apa lagi yang harus kami lakukan sambil menunggu mereka keluar.

Ditambah lagi, mata kamu mulai sayu alias mengantuk. Ya wajar, kami berada di halaman Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dari pagi hari. Kalaupun keluar dari tempat itu hanya solat dan membeli makanan. Selebihnya, selama sehari full waktu kami, kami habiskan di Polda Metro Jaya.

10. Memutuskan Untuk Pulang

Waktu terus berjalan, tiba pukul 03.00 WIB, saya berunding dengan rekan-rekan media yang lain, apakah tetap menunggu sampai Pablo dan Rey Utami keluar atau ditinggal pulang. Dugaan kami Pablo dan Rey Utami ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan semakin kuat. Apalagi, Barbie Kumalasari sendiri sudah selesai menjalani pemeriksaan.

Di pikiran saya, kalau ditetapkan sebagai tersangka Pablo Benua dan Rey Utami pasti langsung ditahan dan esok harinya baru dipindahkan ke ruang tahanan Polda Metro Jaja. Itu yang dpikiran saya. Sekitar pukul 03.15 WIB, saya memutuskan pulang, tapi sebelum balik ke rumah, saya laporan dulu ke korlip saya, kalau saya mau pulang.

Saya pulang, dan berpamitan dengan rekan-rekan media yang lain. Ternyata, setelah saya baru sampai rumah, saya langsung diberi kabar kalau rekan media yang lain pun pulang sekitar pukul 04.00 WIB. Namun, nggak semuanya pulang, ada beberapa rekan media yang masih bertahan.

11. Kelewatan Soal Penahanan

Benar saja, sekitar pukul 04.15 WIB, sebelum azan Subuh berkumandang, Pablo Benua dan Rey Utami keluar dari ruangan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Pablo Benua dan Rey Utami langsung dipindahkan ke ruang tahanan. Kemudian, tak lama kemudian, Galih Ginanjar, suami dari Barbie Kumalasari pun dijemput polisi.

Selain Pablo dan Rey, Galih Ginanjar juga ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan. Barbie Kumalasari, yang baru saja pulang setelah menjalani proses pemeriksaan terpaksa balik lagi ke Polda Metro Jaya untuk menjenguk suaminya tersebut.

Berita ini saya lihat di televisi dan Instagram, kalau Rey Utami dan Pablo Benua sudah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan. Ya, perjuangan saya bersama rekan-rekan media yang lain sia-sia, karena nggak mendapatkan berita keluarnya Pablo dan Rey Utami. Kami pun salut kepada beberapa rekan media yang masih bertahan hingga pagi hari dan mendapatkan berita tersebut.

Begitulah liputan yang paling saya ingat selama tahun 2019. Sia-sia kan, seandainya saya masih bertahan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, pasti saya mendapatkan berita bagus, dan bakal viral di sosial media.


REKOMENDASI
TRENDING