SELEBRITI

Menangis Melepaskan Kepergian Istri, Indro Warkop: Maaf Saya Cengeng

Rabu, 10 Oktober 2018 21:10 Penulis: Sora Soraya

Indro Warkop © KapanLagi.com®/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Meninggalnya Nita Octobijanthy memang menjadi pukulan yang sangat menyakitkan bagi Indra Warkop. Pelawak kondang yang satu ini harus merelakan kepergian sang istri tercinta yang telah berjuang melawan kanker paru-paru selama setahun terakhir.

Sepanjang acara pemakaman berlangsung, Indro Warkop tak mampu menyembunyikan rasa dukanya. Komedian berusia 60 tahun ini bahkan tak berhenti menangis saat menjawab berbagai pertanyaan dari rekan-rekan media.

Ketika ditanya soal kenangan yang tak terlupakan, secara gamblang Indro mengatakan, "Semua hidup saya sama dia. Saya suka bau dia. Saya gak akan pernah menciumnya lagi. Kadang-kadang orang suka baru sadar ketika sudah seperti ini. Maaf saya cengeng."

1. Nita Sosok Yang Perhatian

Kata demi kata yang keluar dari mulut Indro Warkop mampu menunjukkan seperti apa kesedihannya kali ini. Ia tampaknya belum bisa merelakan wanita yang dinikahinya pada tahun 1981 silam itu.

Tidak hanya selalu menjalankan tugasnya sebagai istri yang baik, almarhumah Nita juga sangat perhatian pada Indro. Terbukti, meski dalam keadaan sakit dan terbaring lemah, Nita tetap mengkhawatirkan kesibukan Indro dan pekerjaannya di dunia hiburan.

"Dia yang bilang ke saya, itu rezeki dan itu tanggung-jawab, 'Jadi selesaikan tanggung-jawabmu'. Bahkan terakhir aku sempat MC di Bali, aku udah nggak mau berangkat, dia bilang 'Berangkat mas', kasihan teman-teman saya yang di Bali katanya. Jadi saya berangkat, walaupun saya juga video call-an, walaupun belum pernah saya video call-an gitu, saya  coba video call-an," jawab Indro saat ditanya soal acara promo filmnya.

2. Histori Melawan Kanker

Ketika ditanya lebih lanjut soal kanker paru-paru yang menggerogoti tubuh istrinya, Indra Warkop pun secara terang-terangan buka suara. Ia mengaku jika penyakit ini baru ketahuan terhitung sejak bulan Agustus 2017 lalu.

"Setahun sebelumnya itu batuk-batuk. Sudah di-handle THT juga sebelumnya. Udah bagus, tapi nggak lama batuk lagi. Saya bawa lagi ke THT. Kemudian ada alergi tapi batuknya makin gila sampai kram perut, sampai kram sebadan itu yang terakhir, dan langsung dimasukin," ungkap Indro.

Pria berusia 60 tahun ini juga menambahkan, "Sahabat istri saya dokter jantung, dia bantu check-up. Ketika di lab, dia kejang-kejang karena batuk dan kram, lalu dibawa ke UGD dan akhirnya ketahuan. Terus manggil dokter paru-paru. Pas ketahuannya, kebetulan saya nggak tahu. Waktu itu saya lagi promo film nggak tahu apa-apa, orang dia juga nyetir sendiri kok (datang ke lab)."

3. Perasaan Melihat Istri Sakaratul Maut

Meski masih dalam suasana duka, Indro menyempatkan diri untuk menjawab beberapa pertanyaan dari rekan-rekan media. Salah satunya adalah bagaimana perasaannya ketika menyaksikan sang istri mengalami sakaratul maut.

"Saya jujur aja saya panik. Karena yang laporan semua ke suster itu saya. Dia itu sebenarnya habis disedot karena mengganggu sekali. Tapi sebetulnya saya udah curiga, ketika sudah selesai, pandangan dokter ke saya beda, jadi dia bilang saya cuma bisa sedot yang dari tenggorokan, yang di bawah saya nggak bisa sedot, dan itu sudah gumpalan darah," jawab Indro.

"Saya udah curiga, nggak lama dari situ, satu atau dua jam, lagi tenang-tenang tiba-tiba napasnya cepat, kayak orang ngos-ngosan, dan tiba-tiba begitu. Sampai akhirnya dokter bilang ibu sudah nggak ada. Saya memang sudah lihat itu sudah lurus," tuturnya menambahkan.

(kpl/abs/sry)

Reporter: Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING