SELEBRITI

Merasa Aneh Mendengar Kesaksian dari Pegawai Bank Terkait Kasus Mafia Tanah yang Menimpa Keluarganya, Nirina Zubir: Ditanya Tidak Tahu

Rabu, 29 Juni 2022 13:30 Penulis: Dian Eka Ryanti

Nirina Zubir (Credit Foto:KapanLagi.com/Irfan Kafril)

Kapanlagi.com - Nirina Zubir dan kakaknya, Fadhlan Karim kembali hadir dalam sidang kasus mafia tanah yang merugikan keluarganya. Tak tanggung-tanggung kerugian yang dialami keluarga Nirina mencapai Rp 17 miliar.

Setelah sidang selesai, Fadhlan dan Nirina merasa terdapat keanehan yang patut dicurigai dalam kesaksian salah satu saksi yang dihadirkan jaksa, Heru. Heru sendiri merupakan salah satu pegawai bank BCA KCP Pondok Indah yang melayani terdakwa, Riri Khasmita selaku nasabah.

"Itu keanehan ya. Seorang yang katanya sudah bertahun-tahun bekerja di bank, tapi nggak tahu mekanisme pekerjaannya dia kayak bagaimana. Itu bank besar lho," ungkap Fadhlan saat ditemui usai persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Selasa (28/6).

"Hakim itu cuma tanya tupoksi, lalu alurnya, siklusnya bagaimana sebelum (berkas pinjaman kredit Riri Khasmita) masuk ke Anda, departemen mana saja yang terlibat. Masa nggak tahu. Jawabannya nggak tahu," lanjutnya.

1. Nirina Zubir Kebingungan

Hal serupa juga disampaikan Nirina Zubir yang mengaku kebingungan dengan pernyataan Heru yang tak mengetahui alur pekerjaannya. Padahal heru sudah belerja selama 10 tahun lamanya.

"Ditanya dokumen itu buat siapa, dari mana, ditanya tidak tahu. Kalau kita bekerja di bawah naungan 10 tahun lebih, wajar kita harus tahu, setidaknya tahu alur pembuatan sebuah surat itu bagaimana," ujar Nirina Zubir.

2. Heru Membenarkan Terdakwa

Tak hanya itu, dalam persidangan persidangan sebelumnya Heru membenarkan bahwa terdakwa Riri Khasmita dan suaminya, Edrianto, sempat datang ke bank BCA KCP Pondok Indah untuk melakukan pinjaman kredit senilai Rp 1,3 miliar. Pinjaman tersebut cair, lalu Riri Khasmita dan Edrianto mengagunkan atau menjaminkan sertifikat tanah.

"Saya sudah 4 tahun bertugas sebagai pendamping akad. Saya bekerja di BCA dari 1992," kata Heru dalam kesaksiannya.

3.

Meski begitu, Heru mengaku tidak mengetahui saat hakim bertanya tugas siapa yang memeriksa kelengkapan berkas sebelum dia menandatangani berkas pinjaman kredit. Berkali-kali ditanya tentang hal serupa, Heru pun memberikan jawaban yang sama.

Heru terlihat berkelit sehingga hakim menilainya tidak kooperatif, akhirnya hakim pun memutuskan untuk menunda pemeriksaan terhadap Heru dan melanjutkan pemeriksaan kepada ketiga saksi yang lain.


REKOMENDASI
TRENDING