SELEBRITI

Opick Beberkan Syarat Perawatan Rambut Nabi Muhammad SAW

Jum'at, 10 Mei 2019 17:52 Penulis: Sora Soraya

Opick © KapanLagi.com®/Adrian Utama Putra

Kapanlagi.com - Opick membuat sebuah pengakuan yang mengejutkan belum lama ini. Penyanyi religi yang berasal dari Jember ini mengaku mendapat amanah untuk menjaga sehelai rambut Nabi Muhammad SAW yang berasal dari Turki.

Kepada media, Opick mengaku jika rambut itu nantinya akan disimpan di dalam kamar. Ditemui saat preskon di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Selasa (7/5), Opick menjelaskan apa saja syarat-syarat yang harus dilakukan untuk merawat bagian tubuh Rasulullah itu.

"Mereka memberi syarat kepada saya. Syaratnya yaitu harus dingajikan 24 jam. Maksudnya jangan dicuekin. Ngaji kan di sana (di Rumah Tombo Ati) ada penghafal Alquran, ada yang satu hari baca tiga kali, empat kali, gantian satu juz-satu juz. Peziarah yang datang juga minimal dengan ada rambut Nabi ini, orang jadi ikut ngaji dan selawat," tuturnya.

1. Harus Dijaga 24 Jam

Lebih lanjut, Opick juga menjelaskan jika rambut Nabi Muhammad harus dijaga selama 24 jam penuh. Hal ini membuatnya sangat bersyukur karena umat akhirnya bersatu setelah sempat terpecah belah gara-gara pemilu kemarin.

"Alhamdulillah di rumah (ada) markas besar golok Indonesia, jadi ada banyak pendekar yang terlibat. Yang lain juga berdatangan ikut menjaga. Ada uniknya, dari berbagai golongan di pilpres, (awalnya) bertentangan, (sekarang) bisa berkumpul bersama, menangis bersama. Saya berharap rambut suci ini bisa kembali menyatukan kita, anak Banser, FPI, FBR, semua bisa kumpul lagi," tuturnya.

2. Perlu Rumah Khusus & Wewangian

Opick pun melanjutkan persyaratan selanjutnya, "Yang ketiga, memang harus dibuatkan rumah khusus untuk menjaga yang dikunci dan dibuka pada saatnya. Saya sediakan rumah saya untuk menjadi rumah Rasulullah. Jadi Rumah Tombo Ati ada rambut suci di dalamnya."

Di akhir wawancaranya, Opick menjelaskan jika wewangian juga diperlukan untuk merawat rambut Rasulullah. "Rasulullah suka wewangian, ada gaharu (kayu wangi). Ini gaharu kita rasakan harumnya," pungkasnya.

(kpl/pur/sry)

Reporter: Mathias Purwanto.


REKOMENDASI
TRENDING