SELEBRITI

Pertama Berangkat Haji, Dewi Sandra: Pengalaman Terindah!

Senin, 07 Oktober 2019 11:15 Penulis: Guntur Merdekawan

Dewi Sandra © KapanLagi/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Awal Agustus lalu, Dewi Sandra untuk pertama kalinya menunaikan ibadah haji. Tak sendirian, wanita berusia 39 tahun itu juga turut serta membawa suaminya, Agus Rahman.

Sebelumnya, Dewi sudah menceritakan pengalaman-pengalamannya ketika menunaikan ibadah haji lewat media sosial pribadinya. Dan kali ini, bintang sinetron Catatan Hati Seorang Istri itu menceritakannya langsung kepada awak media ketika menghadiri Ideafest 2019.

"Harus saya katakan, haji itu pengalaman terindah. Saya pernah ke beberapa negara, tapi haji itu levelnya tingkat tertinggi. Saya berangkat bersama guru saya, saya dibekali dengan ilmu yang membuat saya tercengang dan membuat saya nangis ketika tawaf, sai, bisa saya nikmati yang namanya berdoa dan sujud. Ketika sedang tawaf dan sai itu fisik banget, tapi at the same time kita juga harus konsentrasi untuk berkomunikasi dengan roh kita," kenang Dewi saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (6/10).

"Ini benar-benar miniatur kehidupan, kita bener-benar diuji dari segala macam aspek, bertemu dengan banyak orang, desak-desakan, tapi gimana kita menghormati dan merangkul satu sama lain dengan cara ego diturunkan, tawadu. Kalau ada masalah kita hanya minta kepada Allah. Udah nggak ada yang lebih baik dari berangkat haji," sambungnya antusias.

1. Cara Dewi Sandra Ajak Suami

Berangkat haji adalah cita-cita Dewi yang sudah lama terpendam. Setelah terus-terusan dapat testimoni dari teman-temannya yang sudah lebih dulu naik haji, wanita kelahiran Rio De Janeiro itu pun makin kepo dan tertarik. Usut punya usut, ada satu ksiah unik yang terjadi ketika Dewi mengajak suaminya untuk pergi haji.

"Makin denger temen-temen yang udah berangkat, terus pulang, kepo banget pengen tau. Udah gitu saya mengajukan proposal ke suami berapa kali, saya cuma bilang 'Oke kalau kita nggak berangkat haji 2019, sebelum saya umur 40, saya nggak mau ke negara manapun. Kamu ajak saya liburan ke manapun saya nggak mau, saya mau haji dulu'. Dan Alhamdulillah akhirnya dia setuju, itu juga karena kita sama-sama belajar dan tau pentingnya untuk berangkat haji bagi siapapun yang mampu. Mampu itu dalam fisik dan Alhamdulillah materi juga mampu. Harus berangkat, wajib," jelas Dewi.

2. Pengalaman Unik Selama Naik Haji

Selama proses haji, ada beberapa pengalaman unik yang terjadi. Dan rangkaian kejadian tak biasa itu yang lantas membuat Dewi semakin merasa kecil dan lemah sebagai manusia.

"Pulang dari sana saya sekarang sadar bahwa kita adalah makhluk yang paling lemah. Kalau bawa embel-embel jabatan, itu halu berat, karena gelar itu nggak ada artinya di mata Allah. Kita makhluk paling lemah, kecuali dari pertolongan Allah. Itu yang aku rasain. Pas dikasih ujian di sana, kita sempat kesasar dari Mina di mathab 93, terus kita zikir dengan air mata, hati, 'Ya allah ampuni kita, kita terlalu lalai', terus akhirnya kita jalan 36 km. Bayangkan untuk mencari mathab kita akhirnya dipertemukan, itu pertolongan Allah. Manusia itu terlalu sombong, itu yang aku rasakan," tuntas Dewi.


REKOMENDASI
TRENDING