Rico Ceper Ungkap Enggak Enaknya Jadi Artis Kalau Belanja Dimahalin

Rabu, 21 Maret 2018 11:36 Penulis: Dhefa Mauren Roos Mary
Rico Ceper Ungkap Enggak Enaknya Jadi Artis Kalau Belanja Dimahalin (credit : kapanlagi.com)

KapanLagi.com - Berprofesi sebagai artis sering kali membawa keuntungan. Namun dibalik semua keuntungan tersebut ada saja hal-hal membuat para artis mengeluh. Contohnya saja Rico Ceper. Rico buka-bukaan tidak enaknya jadi artis!

Rico Ceper dikenal sebagai salah satu artis yang akrab dengan dunia olahraga. Selain berkecimpung di dunia olahraga Rico juga aktif di dunia siaran radio, beberapa acara tv, dan juga dunia seni peran. Keaktifannya inilah yang menjadikannya dikenal oleh banyak orang.

Namun rupanya kepopuleran tak selamanya menguntungkan. Hal inilah yang dirasakan oleh artis Rico Ceper. Ditemui di sebuah acara yang berlokasi di Pertamina Simprug Socer Field (28/2), Rico pun mengungkapkan enggak enaknya menjadi artis.

(credit : kapanlagi.com)(credit : kapanlagi.com)

"Hilangnya ruang privasi," adalah hal pertama yang disebut oleh Rico. Dimana privasi selebriti tampaknya sudah menjadi milik umum. Segala sesuatu yang dilakukan oleh para selebriti kan disorot dan menjadi bahan pembicaraan netizen.

Hal inilah yang rupanya dirindukan oleh Rico. Privasi. Ia mengatakan, "Bisa belanja, jala-jalan tanpa keganggu. Ya kalo kita ngga layanin kan nanti dibilang sombong. Jadi agak tersendat, naik bus kota, busway. Artinya, kita bisa free, tenang, kalo sekarang kan engga. Mau ga mau harus ngeladenin."

Di kesempatan ini juga mengatakan bahwan hanya karena pekerjaannya sebagai artis yang diidentikkan dengan banyak uang, ia pun pernah ditipu oleh pedagang yang menaikkan harga barang jualannya dengan seenaknya. "Kalo belanja juga selalu ditembak, dimahalin. Misalnya habis sholat Jumat, mau beli peci aja misalnya 50 ribu. Padahal aslinya cuma 10 ribu. Kayak kita enggak tahu harga," kata Rico.

Selain itu tak jarang netizen pun sering datang menghampirinya dan meminta untuk foto bersama tanpa melihat kondisinya saat itu. "Ya sering, disikapi aja, tetep dijawab biasa, jawabnya singkat-singkat, menunjukkan kode kalo kita ngga antusias untuk bicara, tapi dengan cara yang sopan, biar dia juga ngerti gitu," pungkasnya.

(kpl/apt/ren)


REKOMENDASI
TRENDING