Sakdiyah Ma'ruf Terus Suarakan Isu Kesetaraan Gender

Sakdiyah Ma'ruf Terus Suarakan Isu Kesetaraan Gender
Sakdiyah Maruf © KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Sakdiyah Ma'ruf selama ini dikenal sebagai komika yang membawakan materi-materi berbobot dalam setiap penampilannya. Ia kerap kali menyindir beberapa isu sosial, termasuk juga mengenai kesetaraan gender yang dinilainya masih perlu banyak perbaikan di berbagai aspek.

Hingga saat ini, kontestan SUCI 1 ini masih kerap menyuarakan isu kesetaraan gender. Termasuk juga saat menjadi bintang tamu dalam diskusi virtual bertajuk 'Accelerating Social Inclusion Through Women Empowerment' yang diselenggarakan oleh Beritasatu Media Holdings bersama Citi Indonesia pada Rabu (6/4) kemarin.

"Perempuan dari dulu mulai yang pake tanktop sama pake cadar semua pernah mengalami pelecehan minimal sex booster di berbagai kantor. Selain itu ada kasus yang menjadi tantangan kita bersama di beberapa kota seperti kekerasan seksual yang mana solusinya dinikahkan dengan pelaku," ungkap perempuan yang akrab disapa Diyah ini.

"Ini bagi saya seperti kolesterol super tinggi diinfus minyak jelantah bekas gorengan. Ini bukan solusi. Ada juga kasus pekerja seni, sudah isi lengkap semua biodata di akhir ada pertanyaan 'apa anda punya pekerjaan lain?' Maksudnya gimana?" lanjutnya.

1. Diskriminasi Pada Wanita

© Instagram/sakdiyah.maruf

Masalah lain yang disorot Sakdiyah dalam diskusi tersebut adalah mengenai diskriminasi dalam lowongan pekerjaan. Di mana sering sekali ditemui pemberi pekerjaan menyantumkan 'berpenampilan menarik' sebagai kualifikasinya.

"Masalahnya kalau ada kata berpenampilan menarik di kepala perempuan yang sudah dicuci otak oleh sebuah media. Bahwa yang namanya cantik itu tinggi, putih, dan langsing dan ini bisa buat perempuan tertekan karena standar tinggi, putih, cantik dan langsing," lanjutnya.

2. Dukungan dari Berbagai Pihak

Lebih lanjut, komika yang pernah tampil di acara TEDx ini berpendapat bahwa menjadi wanita memiliki tanggung jawab yang besar. Tak peduli apapun profesinya. Maka dari itu, ia berharap semakin banyak orang yang aware dengan isu ini untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi wanita.

"Jadi, perempuan itu harus didukung, keluarga dukung perempuan, tempat kerja dukung perempuan, semuanya harus mendukung," lanjutnya.

"Menurut saya yang paling penting itu potensi dan percaya diri, cantik dalam setiap kesempatan dan masyarakat juga harus menghargai semua manusia, dalam hal ini perempuan. Di mana perempuan berhak untuk maju memaksimalkan potensinya, tapi ruang aman dan opportunity juga harus diberikan," pungkasnya.

Rekomendasi

Trending