SELEBRITI

Sebelum Laporkan 10 Akun yang Bully Betrand Peto, Ruben Onsu Sempat Konsultasi ke Kak Seto

Jum'at, 18 Desember 2020 16:46 Penulis: Sora Soraya

Ruben Onsu @ KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Sebelum melaporkan 10 akun haters yang merundung putra sambungnya, Ruben Onsu ternyata sempat berkonsultasi dengan pemerhati anak, Seto Mulyadi alias Kak Seto. Karena menurutnya, dampak dari bullying terhadap anak-anak sangatlah besar.

"Saya juga sempat nanya sama Kak Seto soal bullying terhadap anak-anak. Karena berdampak cukup berbahaya ke depannya gitu. Jadi saya bilang emang perlu ngobrol sama Kak Seto untuk kuatkan mental Betrand," ucap Ruben Onsu saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (17/12).

1. Sudah Keterlaluan

Selain itu, bagi suami Sarwendah ini keputusannya untuk melaporkan para oknum akun haters itu ke pihak kepolisian sudah tepat. Karena ada aksi dari salah satu akun yang mengubah wajah Betrand Peto menjadi binatang yang menurutnya sudah keterlaluan.

"Social media ternyata emang harus dibatasi batasan umurnya itu, dan memang harus bisa. Mau nggak mau kan teknologi udah canggih nah tergantung kita bisa apa nggak nerima perkembangan teknologi ini," ujarnya.

"Saking canggihnya akhirnya diubah deh tuh mukanya jadi muka binatang, ya udahlah dari pada ini itu lebih baik laporin aja," tukasnya.

2. Dijerat Pasal Berbeda

Tak hanya itu, sebelumnya kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang telah melaporkan 10 akun yang menghina serta mengancam Betrand Peto ke Polda Metro Jaya, Kamis (17/12). Diketahui Betrand mendapatkan bully dari haters di media sosial dan akun-akun tersebut menghina dirinya sebagai anak pungut dan mengucapkan kalimat kasar lainnya.

Dari sejumlah akun tersebut, polisi menjerat dengan pasal berbeda, yakni di antaranya Pasal 27 ayat (3) jo, Pasal 45 UU ITE jo, Pasal 310 dan 311 jo, Pasal 156 KUHP. Minola Sebayang kuasa hukum Ruben Onsu pun menjelaskan alasannya.

"Karena yang dilakukan berbeda-beda, ada yang pencemaran nama baik, ada yang penghinaan, ada yang penistaan agama, ada yang ancaman," ungkap Minola.


REKOMENDASI
TRENDING