Sebenarnya di Rumah Sakit Marshanda dan Rianty Sofyan Sudah Damai

Kamis, 14 Agustus 2014 12:31 Penulis: Darmadi Sasongko
Sebenarnya di Rumah Sakit Marshanda dan Rianty Sofyan Sudah Damai Marshanda dan ibunda, Rianty Sofyan © KapanLagi.com
Kapanlagi.com - Sebenarnya antara Marshanda dan ibunda, Rianty Sofyan sudah berdamai saat masih di rumah sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat. Hal itu terungkap dari pernyataan mantan pengacaranya, Afdal Zikri SH.

"Pada tanggal 3 Agustus, saya mendapat kabar bahwa sebenarnya antara Chaca dan ibu Rianty sudah ada komunikasi bahwa mereka bisa saling terima. Chaca bisa menerima keputusan sang ibu, ibunya pun bisa menerima keinginan Chaca untuk mandiri. Mereka berkomunikasi dengan baik. Mereka berpelukan," kisah Afdal Zikri saat ditemui di Kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (12/8/2014).

Kalaupun sampai ada isu Chaca diikuti preman, menurut Afdal itu hanya pengalihan. Pengalihan dari orang-orang di sekitar Chaca agar bisa mengambil langkah hukum sebagaimana yang diinginkan mantan kliennya itu.

"Saya juga sempat bertanya ke ibu Rianty, kalau sudah saling bermaafkan untuk apa ada preman yang mengikuti? Dijawab bahwa ibu tidak ada menyuruh preman. Makanya menurut saya itu pengalihan pihak tertentu supaya memiliki alasan untuk lapor ke polisi dan minta perlindungan hukum," katanya.

Marshanda dan ibunda, Rianty Sofyan © KapanLagi.comMarshanda dan ibunda, Rianty Sofyan © KapanLagi.com

Soal adanya preman menjaga di depan kamar, Afdal yang masuk dalam daftar 11 orang yang diperbolehkan menjenguk Marshanda, mengaku tidak melihatnya. Kedatangannya saat itu, Minggu (27/7) langsung disambut keluarga.

"Saat saya datang sama sekali tidak ada preman. Saya hanya bertemu dengan keluarga. Kami berdiskusi untuk bagaimana caranya bisa supaya keinginan Chaca untuk dirawat di rumah bisa terwujud. Saya pun kasih masukan agar keinginan Chaca jangan diabaikan," terangnya.

Hubungan anak dan ibu begitupun sebaliknya, menurut Afdal adalah hubungan timbal balik. Tidak bisa dengan cara kekerasan dan juga tidak bisa hanya merasa benar sendiri sebagai anak.

"Saya melihat persoalan ini bisa diselesaikan secara baik tanpa harus ke ranah hukum. Kalaupun ada pihak-pihak tertentu yang mendukung Chaca untuk menentang sang ibu, ya kembali lagi pada norma yang berlaku. Mungkin memang beda penanganan tiap-tiap orang," terangnya.

(kpl/hen/dar)


REKOMENDASI
TRENDING