SELEBRITI

Setuju Revisi RUU KPK Diadakan, Seperti Ini Pendapat Tompi

Senin, 23 September 2019 15:31 Penulis: Sanjaya Ferryanto

Kapanlagi/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Kisruh Rancangan Undang-Undang terbaru untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi polemik, lantaran 10 pasal baru dianggap berdampak melemahkan tugas KPK menjadi dibatasi.

Berikut rancangan RUU terbaru yang dibuat Pemerintah. Mulai pasal Indepedesi KPK dibatasi, pembentukan dewan pengawas yang dipilih oleh DPR, penyadapan dipersulit dan dibatasi, perkara yang mendapat perhatian masyarakat tidak lagi menjadi kriteria, hingga KPK bisa menghentikan penyidikan (SP3).

Menanggapi hal tersebut Tompi angkat bicara, dirinya mengaku setuju adanya perubahan rancangan undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya setuju ada beberapa point yang mungkin di tinjau ulang atau dikoreksi," ujar Tompi saat ditemui di.Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (19/9).

 

1. Terlalu Terburu-Buru

Namun pernyataan setujunya itu bukan untuk melemahkan kinerja KPK dalam memberantas tikus pemerintahan yang melakukan korupsi. Pemilik suara melengking itu menilai bahwa DPR RI komisi tiga terlalu terburu-buru dalam merevisi RUU KPK.

"Saya setuju dari sisi itunya, tapi dari point-point yang sekarang dicoba telurkan oleh anggota DPR menurut saya banyak lubangnya dan terkesan terlalu terburu-buru ya," ungkapnya.

"Kalo emang mau di koreksi tunggu aja DPR baru gak usah maksaain di yang tinggal beberapa hari lagi juga udah bubar ya," imbuhnya.

2. Lemahkan Kinerja KPK

Pelantun lagu 'Menghujam Jantungku' itu menegaskan bahwa 10 pasal baru yang dibuat komisi 3 DPR RI itu sangat melemahkan kinerja KPK.

"Terkesan maksa dan point-point yang coba ditegakan itu sesuatu yang ada beberapa point yang menurut saya bukannya memperkuat malah memperlemah, bukanya orang itu dibikin kapok karena nyolong malah diberi pengampunan kan itu kalo buat gue adalah gak bener, gue gak sepakat disitu," tegasnya.

Penyanyi sekaligus Dokter berusia 40 tahun itu berharap, Presiden Joko Widodo dapat bertindak tegas dalam RUU KPK terbaru. Ia tak ingin Jokowi hanya mementingkan kepentingan pemerintahan dan melupakan janjinya untuk memberantas korupsi di Indonesia.

"Beliau (Jokowi) harus lebih tegas, harus berani lebih tegas, haru berani lebih berani untuk menyuarakan hal-hal yang memang seharusnya tidak begitu. Jadi bener-bener bisa terlepas dari semua kepentingan orang-orang di sekitar," pungkasnya.


REKOMENDASI
TRENDING