Tamara Geraldine Luncurkan Kumpulan Cerita Pendek dan Puisi

Kapanlagi.com - Selain sibuk menekuni bidang showbiz, Tamara Geraldine ternyata juga memiliki kebiasaan tulis-menulis. tak banyak yang mengetahu kalau artis/presenter ini telah menulis belasan judul cerita pendek dan puisi. Dan karya-karyanya tersebut kini dibukukan dalam bentuk Kumpulan Cerita Pendek dan Puisi.

"Awalnya aku suka bikin puisi, suka nulis cerita dan suka baca. Ini mungkin kompensasi dari aku yang agak susah mengungkapkan perasaan. Bahkan dengan orang terdekat pun sulit. Jadi semua itu aku tulis dalam bentuk puisi atau catatan harian (diary) di atas lembaran kertas gitu. Tulisan itu aku kumpulin dan kusimpan. Lama-lama makin banyak. Begitu ada komputer langsung aku pindahin ke komputer," cerita Tamara perihal proses kreatifnya.

Dengan menulis, katanya lagi, ia bisa membebaskan jiwanya berekspresi sekaligus menjalankan tugas sebagai istri. "Bersyukurnya, suami sangat mengerti dan satu sama lain kami saling menghargai kesibukan masing-masing. Maklum kami juga sama-sama sibuk dan asyik dengan profesi masing-masing," kata istri pengusaha asal Vietnam, bernama Tien Thinh Pham ini

Di dalam buku ini, ada sekitar 12 karya cerita pendek dan puisi yang terangkum dalam buku kumpulan cerpen Tamara. Diantaranya berjudul; Maaf, Kita harus Kenalan dengan Cara Seperti Ini!, Perempuan yang Berteman dengan Hantu dan Ibuku Tak Mau Tahu (segala yang tak ingin aku warisi.

Soal tema beberapa cerpennya, kata Tamara, sangat sederhana.Walaupun demikian ia tetap memikirkan kerangka dan struktur ceritanya, agar tulisan tersebut memiliki teknik yang baik dan enak dibaca. Karya ini menjadi semacam refleksi dari keseharian apa yang dia lihat. Menggambarkan sikap batin seorang perempuan.

"Dari hal yang aku pendem-pendem. Simple, seperti menceritakan tentang hubungan suami, istri, ibu, anak, kekasih dan sahabat. Fenomena gay, lesbian dan lain-lain. Termasuk tema-tema keperempuanan," tukas Tamara, yang mengaku cerpen berjudul Punggung, Caska dan Berto, adalah cerpen yang diilhami dari peristiwa pribadi saat 'bobo' bareng dengan sang suami.

Buku ini, jelas Tamara lagi, menjadi sangat perempuan. Semua yang ingin diketehui tentang perempuan ada di dalamnya. Seperti bagaimana perasaan wanita menikmati kebahagiaannya dan kesedihannya. Semua terlukis di buku ini. "Itulah masalah laki-laki. Mereka pikir, mereka bintang. Kalau mereka bintang, maka aku ingin jadi tuhan. Lalu ku buat malam cukup terang. Hanya dengan bulan," ungkap Tamara, mengutip salah satu monolog dalam cerpen garapannya puitis sekali.

Menulis, ungkap Tamara, menjadi bagian dari kesenangan. "Saat menulis, aku bisa jadi apa saja dan siapa saja. Saya bisa membunuh. Saya bisa jadi orang yang berselingkuh. Bisa jadi orang yang diselingkuhin. Bisa jadi presiden, bisa jadi foto model. Atau mengklaim, akulah orang tercantik di dunia. Pokoknya orang enggak boleh marah atau sebel sama gua. Dan suka-suka gue gimana gue mau mendeskripsikan tentang gue" ujar presenter acara ARI WIBOWO CARI PEMBANTU di SCTV ini.

(dst/erl)

Rekomendasi

Trending