SELEBRITI

Terjemahan Wawancara Full Agnez Mo, Viral Karena Topik 'Tak Punya Darah Indonesia'

Selasa, 26 November 2019 17:36 Penulis: Mahardi Eka Putra

Agnez Mo dalam Build Series via YouTube

Kapanlagi.com - Wawancara Agnez Mo bersama Build Series by Yahoo di New York jadi viral karena salah satu topik pembicaraannya menyangkut "berdarah indonesia". Jawaban Agnez yang menyebut dirinya tidak berdarah Indonesia menimbulkan pro dan kontra.

Agnez Mo selama ini dikenal sebagai sosok musisi kancah internasional yang getol membawa detail budaya Indonesia dalam video klipnya. Tak hanya itu ia juga dikenal sebagai role model bagi para penggemarnya, Agneznation. 

Tak pelak pernyataan Agnez diasumsikan bahwa ia tak lagi bangga kepada Indonesia. Benarkah begitu? Yuk baca wawancara lengkapnya ini. Kami telah terjemahkan secara bebas untuk kalian semua supaya lebih memahami maksud perkataan Agnez Mo serta mengenalnya lebih dalam lagi. 

Yup, ia tak hanya bicara musik lho di wawancara, tapi juga perjuangannya serta sisi tersembunyi dirinya yang ternyata adalah seorang introvert. 


 

 

 

 

 

 

 

1. Dua Tahun Jalani Kesibukan

Agnez Mo (A): Senang bisa berada di sini

Kevan Kenney (Q): Aku senang kamu kembali. Kamu masih ingat tempat ini bukan?
Agnez Mo (A): Sudah dua tahun lalu bukan?

Q: Pasti rasanya seperti seumur hidup
A: Nggak juga hehe. Rasanya cepat sekali berlalu.

Q: Saat itu kamu sudah sukses. Kini kamu juga lebih sukses. Kamu sudah melakukan banyak hal sejak 2017.
A: Ya benar. Saat itu kalau tidak salah aku merilis Album X dan juga single Overdose.

Q: Sibuk yaa
A: Yup bener sekali. Sibuk itu baik. Bagaimana denganmu?
Q: Aku merindukanmu. Kami ingin kamu lebih sering tampil. Kami ingin kamu lebih lama di New York. Aku tahu kamu sedang sibuk di LA.
A: Aku mungkin butuh tinggal di sini sekitar 3-6 bulan. Lihat penampilanku, sudah mirip orang New York bukan?
Q: 1000 persen mirip

Q: Ceritakan kesibukanmu dua tahun terakhir kepadaku.
A: Aku rilis Overdose bersama Chris. Ada proyek dengannya yang bakal keluar juga. Lalu DIAMONDS dirilis, aku kerja bareng French Montana. Yang paling bikin semangat tentu saja aku baru mengeluarkan single baru, Nanana.

Q: Ini kalau nggak salah butuh waktu panjang bukan penggarapannya?
A: Yaaaa, aku menulisnya tujuh tahun lalu ketika pertama kali tiba di LA. Aku kerja bareng Franky. Mimpiku saat itu, salah satunya ingin menulis lagu yang enak dan bercerita tentang cinta. Kami putuskan untuk menyimpannya karena kurasa lagu ini spesial. Hanya saja kami belum sempat untuk mengeluarkannya. Aku merasa bahwa kini fans layak mendengarkannya. Aku layak juga merilisnya, karena ini kan 'bayi kecilku' dan manajemenku. Kami putuskan untuk merilisnya. Aku nggak bisa menyimpannya untuk
diriku sendiri. Aku harus membaginya.

Q: Mengapa sekarang kamu merilisnya.
A: Aku berjanji pada diriku sendiri bahwa di 2020 aku akan lebih banyak merilis lagu. Ini hal pertama yang perlu kulakukan. Banyak fans yang sudah memintanya. Aku nggak bisa menahan lebih lama lagi. Saat kuberi bocoran di IG Story, banyak yang tak sabar. Mereka tahu kalau lagi ini kutulis 7 tahun lalu, yang bahkan aku tak ingat. 7 tahun 7 bulan dan 20 hari. Mereka mengingatkanku malahan. Itu bikin aku yakin bahwa mereka menunggunya, meski ini adalah karya personal tapi mereka memberi dukungan penuh. Itu berkah.

2. Q: Sebagai musisi apakah kamu pernah merasa takut untuk berkarya? Aku yakin kamu selalu ingin membuat musik dalam versi terbaik bukan?

A: Rasanya ada kekuatan dan juga kelemahan dalam diriku. Kamu tahu, rasanya selalu menakutkan. Aku rasa sebagai musisi, ketika kamu menuangkan isi pikiranmu, versi dirimu ke publik, kamu tahu bahwa akan ada mereka yang menghakimimu. Entah dari sisi caramu menggarap lagu, atau isi lagumu itu sendiri. Tapi aku tak pernah takut melakukannya, karena ada banyak bagian isi lagu yang mendorongku dan ada banyak orang terkait. Kini aku pada tahapan... hmm aku nggak bisa mengumpat di sini bukan? Aku sama sekali "nggak ngurus" soal itu semua.

3. Q: Kenapa tidak mengumpat dalam bahasa Indonesia?

A: Beda tahu. Kalau mengumpat dalam bahasa aslimu, rasanya grogi. Sangat grogi malah. Lihat aku sampai deg-degan membayangkannya. Rasanya beda banget. Aku bisa saja bilang F**k you dengan santai, tapi kalau harus dalam bahasa Indonesia, aku nggak bisa.

Aku nggak ingin melakukannya kalau sekadar disuruh orang lain. Aku nggak ingin mengecewakan negaraku.

4. Q: Aku melihat wawancaramu dengan Nick Cannon. Aku tahu dari situ ternyata ada banyak gambaran yang salah tentangmu. Aku juga baru tahu betapa beragamnya kebudayaan di Indonesia.

A: Indonesia punya sekitar 18 ribu pulau. Setiap pulau punya bahasanya sendiri, punya baju adat, aturannya. Secara garis besar, Indonesia sangat beragam dan aku tumbuh besar dengan itu. Lucunya, aku juga tumbuh besar bernyanyi di gereja. Itu membuatku punya gambaran akan musik Indonesia (tradisional) dan gereja. Itu menjadi bagian dariku sehingga musik tidak lagi
menjadi sebuah representasi budaya semata tapi juga inklusivitas kebudayaan. Itu yang aku pegang.

5. Q: Kamu juga sedikit berbeda dari orang-orang di sekitarmu. Orang mungkin melihatmu menjadi sosok tenar dan sukses, tapi ternyata kamu berbeda, benar begitu?

A: Sebenarnya dalam diriku tidak mengalir darah (asli) Indonesia. Karena aku berdarah Jerman, Jepang, dan China. Aku hanya lahir di Indonesia. Aku juga menganut Kristen yang di mana di Indonesia mayoritas adalah penganut Islam. Jadi aku selalu merasa... aku bukannya mau mengatakan aku bukan bagian dari Indonesia. Karena banyak orang menerimaku apa adanya, tapi selalu ada perasaan bahwa aku tidak seperti orang-orang di sekitarku.

6. Q: Kamu punya perspektif unik ya. Aku yakin kamu juga menerima dengan lapang orang-orang di sekitarmu. Jadi kamu bisa berkomunikasi dengan siapapun.

A: Aku diajari juga untuk menerimanya. Bagaimana aku bisa menerima kelemahanku, menerima perbedaanku, menerima keunikanku. Aku tak ingin dikaitkan dengan sosok-sosok keren saja. Aku ingin berkaitan dengan sosok-sosok marjinal dari sebuah komunitas atau masyarakat. Aku ingin bilang ke mereka, aku tak terbiasa bicara di depan umum dan introvert, tapi lihat aku bisa menjadi public figure. Aku punya banyak follower.

Aku rasa ketika bisa mewakili mereka lebih penting daripada sekadar mewakili sosok-sosok keren. Meski tetaplah baik mewakili keduanya. Ini menjadi pengingat juga bagiku bahwa aku juga tidak seperti orang-orang lain.

7. Q: Sungguh ironis bahwa seseorang sepertimu yang punya 40 juta follower ternyata tidak suka teleponan.

A: Tergantung siapa yang kuajak bicara hahaha

Q: Kamu tidak terlalu suka media sosial ya?
A: Ya benar aku tidak terlalu suka. Sampai manajerku minta aku lebih banyak posting di Twitter atau Facebook. Itu sangat beraatt. Aku tumbuh dan merintis karir di era di mana tidak ada media sosial. Saat itu aku harus hadir ke les vokal untuk bisa belajar, bukan hanya lihat di YouTube. Jadi media sosial memberikan pengaruh besar pada hidupku. Ketika aku menang Social Media
Awards di IHeart, ironis rasayang. Aku merasa terhormat bisa mendapatkannya, dapat berbicara kepada banyak orang, menjadi bertanggung jawab atas apa yang kukatakan.

8. Q: Apa pencapaian terbesarmu atas apa yang kamu lakukan selama ini, terutama dari lagu Overdose yang jadi Top 20 di banyak radio?

A: Aku jadi tersadar bahwa musik bisa melampaui batasan darimana kamu berasal, apa warna kulitmu, seperti apa bentuk tubuhmu. Itu sungguh menguatkan. Ketika aku pertama kali ke sini, aku banyak menghadiri sesi di mana orang memandangiku dan seakan memikirkan, "kamu tidak pas berada di sini". Kamu tidak pas dengan stereotip di sini. Aku harus terus menjelaskan. Sampai pada akhirnya aku lelah menjelaskan. Persetan dengan itu, aku akan terus melakukannya. Kalau mau yang silakan, kalau tidak ya tidak apa-apa. Aku tetaplah aku.

Ketika aku membicarakan Overdose di radio-radio, mereka jadi terhubung dengan musik dan lirik lagunya, tapi lebih penting lagi mereka jadi terhubung denganku secara pribadi. Kalau dipikir-pikir lagu ini adalah perwujudkan dari mimpi orang Amerika.

9. Q: Kami akan sampaikan beberapa pertanyaan fans juga kepadamu

A: Wah ini yang bikin deg-degan. Fansku sangat pintar dan kadang sedikit menuntut (tertawa)

10. Q: Bisa beri bocoran seputar proyekmu dengan Chris Brown?

A: Kita punya 9-10 lagu yang kami garap bersama. Semoga semua kami rampungkan. Aku tak ingin merilisnya hanya karena ingin, tapi supaya orang melihatku jauh dari sekadar laguku dan dia. Aku punya banyak sisi yang orang perlu tahu.

Termasuk untuk pertunjukanku berikutnya bakal beda. Biasanya pertunjukanku di Indonesia dan banyak negara, aku tidak punya kesempatan untuk berbincang di atas panggung. Tidak pernah aku mengungkap sisi diriku yang tidak banyak orang tahu. Itu yang ingin aku ubah ke depan.

Beberapa tahun terakhir cara menulis laguku juga berbeda. Lebih jujur. Aku merasa nyaman dengan ketidaknyamananku. Ada kekuatan yang kudapat ketika aku membagikan itu. Aku ingin menunjukkan lebih banyak kepada penggemar.

11. Q: Kini dengan kesuksesanmu kamu lebih punya banyak kesempatan untuk menyampaikan itu. Orang bisa lebih banyak tahu tentangmu.

A: Aku rasa tidak banyak orang yang tahu tentang diriku. Mereka hanya tahu Agnez yang tampil di atas panggung dan media sosial. Aku selalu berupaya tampil riil, tapi aku juga introvert. Jadi ketika aku harus bicara di depan umum dan membicarakan diriku, ini sedikit banyak membuatku kurang nyaman. Namun ketika banyak orang mencintaiku sepenuh hati, mereka berhak mengetahui seperti apa diriku.

12. Q: Selama perjalanan karirmu kamu banyak mendapat saran dan masukan. Bagaimana hal itu mempengaruhimu dalam perjalananmu sebagai artis?

A: Aku menganggapnya sebagai proses belajar. Aku tidak pernah berusaha menyembunyikannya. Aku selalu bilang dan mengakui bahwa aku masih belajar. Aku tidaklah sempurna. Aku rasa ketika menerima kelemahanku dan juga belajar dari kesalahan adalah dua kekuatan terbesarku. Pada akhirnya, kamu tidak akan bisa memuaskan setiap orang. Aku hanya memastikan bahwa diriku baik di mata Tuhan, Ia melihatku sebagai orang baik, berbuat baik dan berupaya menginspirasi orang lain untuk menjadi lebih baik. Itulah yang terpenting.

13. Q: Ini pertanyaan dari fansmu. Apa saran darimu bagi seseorang yang menghadapi masa berat dan sendirian?

A: Sendirian adalah bagian dari masa-masa berat. Bagiku nih, aku selalu berdoa terlebih dahulu. Aku rasa sangat baik untuk punya relasi yang baik dengan Tuhan. Kedua, apa pengertian dari sendirian itu? Kalau ternyata kamu hanya punya dua atau tiga sahabat tapi tulus dan mendukung, mengapa tidak? Ketiga lihat itu sebagai momen untuk mengenal diri lebih dalam. Ketika kita dikelilingi banyak orang, banyak suara, kita tak bisa berbicara dengan diri kita sendiri. Aku selalu gunakan kesendirianku untuk introspeksi. Setelah itu, kita bisa menjadi orang yang lebih baik. Ini kesempatan yang baik.

14. Q: Apakah ada rencana duet dengan penyanyi wanita?

A: Aku ingin Megan Thee Stallion. Dia sungguh keren. Aku bersamanya saat pesta sekaligus syuting video klipnya.

15. Q: Ada rencana kolaborasi dengan K-Pop Idol?

A: BTS mungkin, selama musiknya keren. Aku tak tahu juga sih. Kita singkirkan dulu bisnisnya sejenak, musiknya harus keren, aku pasti mau.

16. Q: Ada rencana merilis lagu atau proyek yang sebelumnya disimpan di masa yang akan datang.

A: Itu selalu menjadi rencanaku, selalu menjadi impianku. Kadang orang bertanya, mengapa aku memundurkan jadwal rilis album atau single. Mereka tak tahu, aku bukan pemilik labelnya. Ada banyak orang terlibat di situ. Kini fokusku hanya menjadi penyanyi. Penggemar mungkin bilang mereka kecewa karena hal itu, tapi mereka tak tahu aku yang paling tersakiti kalau ada mundur jadwal rilis. Ketika aku berada di studio menulis lagu dan menuangkan isi hatiku. Itu bagian diriku yang kutuangkan.

17. Q: Apa yang kamu harapkan dari pemberitaan media barat mengenai identitas Indonesia atau Asia secara umum?

A: Aku rasa kita punya banyak artis yang juga mendobrak batasan itu juga, seperti Alicia Keys. Kalian tahu kan, tak ada yang suka dia ketika single pertamanya keluar dulu. Jadi aku ingin memasukkan budaya Indonesia ke musikku, ke video klipku. Walaupun bukan di musikku, tapi setidaknya itu ada di dalam videoku. Kalian bisa lihat contohnya di 'Long As I Get Paid', bahkan 'Overdose'. Aku memperlihatkan sedikit tari jaipong, yang merupakan tarian tradisional indonesia dan aku selalu mencoba untuk memasukkannya. Harapannya aku bisa mengenalkan beberapa budayaku kepada dunia

18. Q: Sebagai penulis lagu, apa yang kamu lakukan ketika stuck nggak bisa nulis?

A: Berhentilah menulis. Kamu tak bisa memaksakannya. Aku sudah mencobanya karena aku adalah seorang yang perfeksionis. Setiap kali aku berada di dalam studio dan aku merasa, 'Aku tak bisa menulis, aku menyalahkan diriku'. Kamu tak bisa memaksakannya, kamu harus berhenti, istirahat sejenak, pergi dengan teman-teman wanitamu atau mungkin mengencani seorang keparat, lalu putus dari mereka. Aku kira itu cara terbaik.

A: Aku merasa aku punya pekerjaan paling beruntung di dunia ini. Kapanpun aku merasa sedih, aku selalu bisa menuangkannya pada lagu, ketika aku tidak bisa berkomunikasi, aku bisa menuliskannya, lalu menyannyikannya.

19. Q: Kamu akan punya patung lilin sendiri. Itu keren!

A: Itu sekitar 3 minggu atau sebulan lalu. Kita melakukan pengukuran dan segalanya selama 8 jam. Aku agak bodoh memilih pose itu, aku harus bertahan dengan pose itu selama sekitar 6 jam. Bukannya berdiri selama 6 jam tanpa berhenti, tapi itu tetap lama. Tapi aku bahagia dan senang dengan segala prosesnya dan mereka baru saja mengirimiku draft terakhirnya. Aku merasa sangat terhormat ketika baca emailnya, ketika melihat gambarnya. Benar-benar keren.

So, KLovers bagaimana menurutmu? Paling tidak dengan mengikuti wawancara di atas, kalian bisa lebih mengenal sosok Agnez Mo yang ternyata menyimpan banyak sisi unik. 


REKOMENDASI
TRENDING