SELEBRITI

Agnez Mo: Aku Sebenarnya Tidak Punya Darah Indonesia Sama Sekali, Cuma Lahir di Sana

Selasa, 26 November 2019 10:40 Penulis: Sora Soraya

Agnez Monica © Splashnews

Kapanlagi.com - Sukses dengan proyek duetnya bersama Chris Brown dalam lagu Overdose, Agnez Mo akhirnya kembali berkolaborasi dengan rapper kondang asal Amerika. Bulan September lalu, ia merilis single terbarunya yang bertajuk Diamonds, proyek kolaborasinya bersama French Montana.

Semakin populer berkat karier internasionalnya, Agnez Mo pun disibukkan dengan berbagai jadwal wawancara dengan media asing. Yang terbaru, ia diundang ke studio BUILD Series untuk menjalani interview eksklusif bersama Kevan Kenney.

Menjawab berbagai pertanyaan seputar kehidupannya sebagai artis, perjalanan karier, hingga fans dan haters, Agnez berkali-kali menyebutkan Indonesia dalam wawancara tersebut. Ia bahkan berusaha memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia pada Kevan yang sempat bertanya tentang hal tersebut.

 

 

 

 

1. Ungkap Keberagaman Budaya Indonesia

"Iya memang sangat menarik, karena Indonesia punya lebih dari 18 ribu kepulauan. Dan di setiap pulau, kami punya suara yang berbeda, kami juga punya baju tradisional yang berbeda-beda, seperti perkusi, musik, secara umum budaya kami sangat beragam," tutur Agnez Mo.

Lebih lanjut, Agnez mengaku jika sejak kecil ia sudah menyanyi di gereja. Ia perlahan menjelaskan jika musik tradisional dan rutinitasnya menyanyi di gereja adalah bagian dari dirinya.

2. Tidak Berdarah Indonesia

Kevan Kenney yang sebelumnya mendengar banyak info akhirnya bertanya soal keyakinan Agnez yang adalah seorang nasrani. Karena Indonesia adalah negara yang mayoritasnya adalah muslim, ia pun penasaran bagaimana Agnez menjalani harinya sebagai orang yang berbeda atau bisa disebut dengan 'kaum minoritas'.

Agnez pun menjawab, "Ya, aku sebenarnya tidak punya darah Indonesia sama sekali. Aku keturunan Jerman, Jepang, China, aku hanya lahir di Indonesia. Dan aku juga seorang Kristen, sementara di Indonesia mayoritasnya adalah muslim."

"Aku nggak mau bilang kalau aku bukan bagian dari Indonesia, karena aku merasa orang-orang bisa menerimaku dengan baik, tapi memang ada perasaan di mana aku merasa berbeda dari orang-orang kebanyakan. Hal itu mengajarkanku untuk menerima kritik, perbedaan, dan sisi unik dalam diriku," imbuhnya.


REKOMENDASI
TRENDING