SELEBRITI

Tipu Gurunya Sendiri, Ternyata Begini Kronologi Awal dari Para Korban Penipuan CPNS Anak Nia Daniaty

Sabtu, 25 September 2021 21:03 Penulis: Canda Dian Permana

credit: Kapanlagi.com/Irfan Kafril

Kapanlagi.com - Olivia Nathania, anak dari penyanyi Nia Daniaty barusaja dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan dugaan penipuan modus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Wanita yang akrab disapa Oli ini dilaporkan bersama suaminya, Rafly N Tilaar alias Raf ke Polda Metro Jaya pada Jumat (24/9).

Salah satu korban yang merupakan guru dari Oli, Agustin, menceritakan bagaimana tipu daya yang dilakukan oleh mantan muridnya itu. Agustin berujar bahwa dirinya menjadi yakin karena Oli mengaku sudah jalan tahun kelima membantu orang untuk bisa jadi seorang Pegawai Negeri Sipil.

"Oi adalah mantan murid saya, setelah dia lulus dari SMA, saya udah lama tidak bertemu dia kira-kira sejak lulus 2009. Kemudian saya baru dihubungi 2019 akhir, dia menelepon saya. Malam hari dia chat saya menawarkan cpns ini," ungkap Agustin saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, (25/9) Sabtu sore.

"Dia bilang 'ada yang mau masuk cpns nggak?' Kebetulan anak saya baru lulus 2018, nah dia menyampaikan bahwa sudah melakukan ini 4 tahun, ini tahun kelima itu yang buat saya percaya," lanjutnya.

1. Agustin Percaya

Selain itu, Agustin mengaku tak menaruh curiga sama sekali karena Oli adalah mantan muridnya dulu. Apalagi dengan tutur kata dan iming-iming Oli yang manis, Agustin pun percaya.

"Kemudian yang buat saya yakin karena dia adalah murid saya, nggak mungkin lah seorang murid menipu gurunya. Awalnya gitu dengan diiming-imingi 'saya mungkin adalah murid yang masih care pada gurunya setelah sukses', itulah yang memotivasi saya seolah mau balas budi pada saya," ujarnya.

Agustin juga menyampaikan penerimaan CPNS darinya ini merupakan penerimaan jalur khusus, dimana para kandidat disebut oleh Oli menjadi pengganti untuk CPNS lain yang meninggal atau terindikasi narkoba. Agustin pun juga menyebutkan jumlah uang yang harus ia dan korban lain bayar pun juga beragam, bahkan Agustin juga membawa enam belas orang kerabatnya.

"Kemudian tahun 2020 dia menawarkan ada calon cpns prestasi pengganti, karena sakit, meninggal karena covid, atau terindikasi narkoba, nah disitu lah mulai dia bilang tawarkan pada keluarga saya aja mumpung dia masih bisa bantu, dengan nominal awal-awal itu Rp 25-30 juta. Jadi saya karene saking percaya membawa lah keluarga saya sendiri ada enam belas orang," pungkasnya.


REKOMENDASI
TRENDING