Verrell Bramasta Tegaskan Komitmennya untuk Perjuangkan Hak dan Martabat Atlet Penyandang Disabilitas

Verrell Bramasta Tegaskan Komitmennya untuk Perjuangkan Hak dan Martabat Atlet Penyandang Disabilitas
Verrell Bramasta perjuangkan hak atlet disabilitas (Credit: Dokumentasi Pribadi)

Kapanlagi.com - Anggota DPR RI Komisi X, Verrell Bramasta, kembali menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan hak dan martabat atlet penyandang disabilitas, menyusul terbongkarnya kasus dugaan korupsi dana atlet disabilitas di lingkungan NPCI daerah yang belakangan menjadi perhatian publik. Dana yang seharusnya diperuntukkan bagi atlet justru diduga diselewengkan untuk kepentingan di luar olahraga.

Isu ini bukan hal baru bagi Verrell. Jauh sebelum kasus ini mencuat ke publik, Verrell Bramasta telah menerima langsung berbagai audiensi dari atlet disabilitas. Salah satunya dalam pertemuan bersama 15 atlet berprestasi SEA Games dan atlet disabilitas dari NPCI Kabupaten Bekasi, para atlet menyampaikan persoalan serius, mulai dari keterlambatan gaji dan uang makan, mekanisme degradasi yang dinilai tidak adil, hingga pemecatan sepihak setelah mereka menyuarakan aspirasi.

Dalam audiensi tersebut, Verrell mengungkapkan bahwa sebanyak 22 atlet disabilitas NPCI Kabupaten Bekasi bahkan telah meminta perlindungan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui dirinya sebagai wakil rakyat.

"Negara tidak boleh menutup mata. Atlet disabilitas bukan warga kelas dua. Mereka berhak atas perlindungan, keadilan, dan penghormatan,” tegas Verrell saat itu.

1. Komitmen Verrell di Forum Resmi

Komitmen tersebut juga disuarakan secara konsisten dalam forum resmi negara. Dalam rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Kemenpora, Verrell secara terbuka mengingatkan agar perhatian pemerintah tidak hanya terpusat pada cabang olahraga populer dan program DBON semata, tetapi juga pada cabang non-DBON serta atlet disabilitas. Ia mendesak evaluasi menyeluruh atas dugaan penindasan dan pemotongan hak 22 atlet disabilitas NPCI Bekasi di daerah pemilihannya.

"Negara harus hadir bukan hanya saat atlet berdiri di podium membawa medali, tetapi juga saat hak-hak mereka dirampas,” ujar Verrell dalam rapat Komisi X bersama Menpora Erick Thohir pada September 2025 lalu, di mana ia mengungkap adanya puluhan atlet disabilitas yang tidak menerima gaji dan uang makan.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Solidaritas Nyata di Lapangan

Verrell Bramasta perjuangkan hak atlet disabilitas (Credit: Dokumentasi Pribadi)

Tak berhenti pada forum kebijakan, Verrell juga menunjukkan solidaritas nyata di lapangan. Ia kerap hadir langsung bersama atlet disabilitas, termasuk dalam kegiatan Fun Paralympic di Karawang, bermain tenis meja dan voli duduk bersama para atlet sebagai bentuk dukungan moral dan empati. Bagi Verrell, perjuangan atlet disabilitas bukan sekadar isu anggaran, tetapi soal kemanusiaan dan keadilan.

Ia pun kembali mendesak agar penegakan hukum dilakukan secara tegas dan transparan, serta mekanisme pengawasan dana atlet diperkuat agar praktik serupa tidak terulang.

"Ini bukan soal siapa yang benar sejak awal, tapi soal memastikan atlet disabilitas mendapatkan haknya secara penuh dan bermartabat," pungkas Verrell.

(Di usia pernikahan 29 tahun, Atalia Praratya gugat cerai Ridwan Kamil.)

(kpl/aal/gtr)

Rekomendasi
Trending