WS Rendra: Budaya Kita Tak Solid Lagi
Kapanlagi.com - Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam beragam budaya suku bangsa di Indonesia tidak lagi solid dan menggambarkan ke-bhinneka-an yang menyatu (tunggal ika), kata sastrawan W.S Rendra.
"Nilai-nilai budaya kita sudah cair dan tidak lagi membela kebersamaan dan persaudaraan," kata Rendra, saat berbicara dalam acara syukuran rencana produksi film layar lebar LARI DARI BLORA, di Jakarta, Kamis (29/3).
Ia mengatakan, satu-satunya masyarakat yang sampai sekarang masih solid mempertahankan nilai-nilai persaudaraan adalah Bali, selebihnya hampir bisa dikatakan tidak ada.
"Bali yang dibom sebanyak dua kali, terbukti mampu melewatinya dengan damai. Ini berkat sikap memandang persaudaraan dan perdamaian tetap terjaga," kata Mas Willy, demikian sapaan akrab penyair yang dijuluki 'Si Burung Merak' itu.
Advertisement
Ia mencontohkan, sirnanya rasa persaudaraan dan sikap menjaga perdamaian di atas semua kepentingan paling parah seperi terjadi di Ambon dan Poso, dimana sesama anak bangsa saling bunuh tanpa diketahui jelas penyebabnya.
Rendra hadir dalam acara syukuran film LARI DARI BLORA, karena ia memang turut membintanginya. Ia mengaku tertarik dan mau terlibat, karena film tersebut mengangkat adat istiadat masyarakat Samin di Blora, Jawa Tengah, yang disebutnya sebagai salah satu budaya minoritas yang masih hidup.
"Ini film yang baik. Karena masyarakat kita, bahkan kaum elit politik, tidak ada lagi yang peduli pada kebudayaan," katanya.
Film tersebut diproduksi oleh IBAR Pictures dan disutradarai oleh Akhilis Suryapati, wartawan yang kini juga menjadi anggota Lembaga Sensor Film. Pengambilan gambar dijadwalkan pada bulan April-Mei 2007, mengambil lokasi di Jakarta, Blora, Pati, Rembang dan Jepara.
Produser merangkap pemain, Egy Massadiah, mengatakan, pembuatan film yang direncanakan beredar bulan Oktober itu menyedot biaya sekitar Rp2 milyar.
Selain Rendra, LARI DARI BLORA menghadirkan Ardina Rasti, Annika Kuyper, Soultan Saladin, Tina Astari, Iswar Kelana, Nizar Zulmi, Brata Sentosa, Andreano Phillip dan Oktav Kriwil.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
(*/bun)
Advertisement










































