Yadi Sembako: Wayang Bandel Harusnya Sudah Diedit

Rabu, 16 Mei 2012 07:19 Penulis: Ahmat Effendi
Yadi Sembako: Wayang Bandel Harusnya Sudah Diedit Yadi Sembako
Kapanlagi.com - Penayangan sitkom  Wayang Bandel Trans TV, edisi Sabtu (12/5) lalu, dianggap telah melecehkan simbol-simbol agama Hindu. Tak urung, artis Olga Syahputra, Jessica Iskandar, Ayu Dewi dan Yadi Sembako yang terlibat dalam sitkom tersebut diharuskan meminta maaf kepada umat Hindu Indonesia. Hal itu disampaikan President The Hindu Center of Indonesia, Arya Wedakarna saat menggelar jumpa pers di Komala's Cafe, Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa Siang (15/05).

Salah satu pemain Wayang Bandel, Yadi Sembako, menuturkan dirinya sudah mengetahui perihal protes yang dilayangkan oleh The Hindu Center of Indonesia dari EP (Ekskutif Produser) Wayang Bandel. Namun ia masih belum mengetahui letak permasalahannya di mana.

"Saya sudah dikasih tahu tadi sama EP Wayang Bandel kalau tadi ada preskon tentang itu. Tapi saya masih belum tahu kesalahannya ada di mana. Saya kan hanya player yang hanya ngikutin naskah, mungkin ada karakter teman-teman yang gak pas atau gimana tapi kita kan hanya pemain. Kalau saya pribadi tidak berani, nyeleweng dari naskah sudah ada, saya selalu ngikutin naskah yang ada," tutur Yadi saat dihubungi melalui ponselnya (15/5).

Dalam acara tersebut, Yadi mengaku tidak melihat adanya lambang-lambang agama tertentu, tapi ia hanya melihat simbol-simbol pewayangan. Yadi mengatakan, sitkom tersebut, adalah sebuah acara taping, seharusnya pihak Trans TV bisa mengedit terlebih dahulu, mana yang pantas atau tidak untuk ditayangkan, jangan sampai menyinggung perasaan umat agama tertentu.

"Acara itu kan taping, kalau saya pribadi nggak berani nyeleweng dari naskah walaupun itu taping, ya. Teman-teman juga bilang taping ntar diedit ya, kalau ada katanya yang gak pantas. Seharusnya diedit oleh pihak Trans mana-mana yang tidak bisa ditayangkan, mana yang bisa. Kecuali kalau live itu, bisa tanggung jawab kita teman-teman artis," papar Yadi.

(kpl/buj/sjw)

Editor:

Ahmat Effendi


REKOMENDASI
TRENDING