PINK Episode 2: Teror di Sekolah

Kapanlagi.com - Siang hari di sekolah, Pink sedang menyantap makan siangnya. Samar-samar Pink mendengar gosip tentang Reza. Seketika itu juga Pink langsung mencari Reza. Saat menemukan Reza, Pink tak dapat menanyakan seputar gosip yang didengarnya tadi. Ia langsung pulang.

Pink cemburu mendapati Jingga bermesraan dengan Reza di telepon. Pagi itu, Reza mengunjungi rumah keluarga Pink untuk menjemput Jingga dan Pink. Reza mengucapkan selamat pada Pak Her yang telah memenangkan tender. Saat Jingga pamit pergi bersama Reza dan ingin mengajak Pink, Pink telah menghilang.

Saat di sekolah, Pink menerima surat ancaman pertama. Pink yang berani, tak merasa takut dan hanya merobek kertas ancaman itu. Di koridor sekolah, Pink dikerjai oleh Ruben dan teman-temannya. Ruben mendekap Pink, Pink kesal karena merasa dipermalukan. Pink tak dapat berbuat apa-apa, karena diancam oleh Ruben.

Pink tambah kesal, karena kejadian itu selain dilihat oleh teman satu sekolah, juga oleh Amanda dan Calista cs. Sepulang sekolah, Pink menunggu bis di halte. Tiba-tiba sebuah mobil berwarna hitam berkaca gelap ingin menabraknya. Untungnya, Pink dapat menghindar. Lalu muncul Ruben yang mengajak Pink pulang. Pink kontan saja menolak.

Beruntunglah Pink karena Sarah segera datang bersama dengan geng sekolah lamanya. Pink serta merta melompat ke dalam mobil Sarah. Pink memberitahu Sarah bahwa ada seseorang yang ingin membuat dirinya celaka. Sarah mengantarkan Pink hingga ke rumah Pink.

Sementara di cafe, Jingga datang menemui Reza. Disambut oleh Manager cafe yang mengagumi kecantikan Jingga. Manager cafe bercerita pada Jingga bahwa ada gadis remaja yang setia menunggui Reza, bernama Pink. Jingga terkejut. Manager cafe terus berusaha merayu Jingga, namun tak berhasil. Jingga yang merasa risih, pamit pada Reza untuk pulang.

Manager cafe makin keki aja melihat Jingga berpelukan dengan Reza. Di tempat lain, Ruben bertemu dengan seorang misterius. Ruben merencanakan sesuatu, dengan sangat hati-hati. Ruben memerintahkan pada orang misterius untuk tidak bertemu sementara.

Sesampainya di kelas, Pink menemukan satu lagi surat misterius yang kembali bernada mengancamnya. Geram karena ancaman tersebut, Pink melabrak Ruben atas tindakan pengecutnya. Pink pun mengancam Ruben akan dilaporkan ke polisi atas perbuatannya. Ruben mengambil kertas yang tadi dilempar Pink dan membacanya.

Satu kejadian lagi dialami Pink. Seseorang telah memasukkan seekor kodok ke dalam tasnya. Kelas Pink berubah menjadi gaduh. Ibu Nuri kebetulan melewati kelas Pink, juga ikutan kaget.

Ketika tahu bahwa kodok itu berasal dari tas Pink, Pink langsung digiring ke ruang BP. Hasilnya, Pink dihukum dobel, karena buku PR Pink juga hilang.

Di kelas, saat istirahat, Amanda memanggil Pink. Amanda memperlihatkan buku PR Pink yang sudah tak berbentuk lagi, di tempat sampah. Melihat bukunya dirobek-robek, Pink merasa shock. Lagi-lagi kejadian yang aneh. Baru sebentar saja Pink meninggalkan kelasnya, tas hadiah dari Reza sudah dirobek pula.

Di sebuah tempat perbelanjaan, pandangan Pink tertuju pada Ruben, yang gelagatnya mencurigakan, bersama dengan seseorang yang misterius. Karena penasaran, Pink membuntuti Ruben dan orang misterius itu.

Ternyata, Pink membawa barang toko dan akibatnya sejumlah satpam mengejar Pink, karena mereka mengira ia adalah maling. Pink digiring ke pos satpam.

Pink menyangkutkan Ruben dalam masalah ini. Ruben dicari satpam dan dipertemukan dengan Pink. Satpam mempersilahkan Pink untuk menyelesaikan masalah pribadinya dengan Ruben, namun Pink meminta agar Pak Satpam itu mau menjadi saksi.

Di tempat lain, Reza khawatir dengan Pink yang semakin susah saja dihubungi. Akhirnya, Pink dibebaskan oleh satpam, sedangkan Ruben masih ditahan. Pink menyangka orangtuanyalah yang membebaskannya, ternyata teman-temannya patungan untuk membebaskan Pink.

Di rumah, Pink kena marah atas tingkah lakunya yang makin menjadi-jadi. Reza bingung, mengapa Pink tak lagi menghubunginya saat ia kena masalah, main ke cafe dan hal-hal yang biasa Pink lakukan. Pink hanya menjawab bahwa dirinya tak ingin mengganggu Reza dengan Jingga. Reza mengembalikan harmonika milik Pink.

Di sekolah, semua anak menjauhi Pink. Pink menyangka bahwa ini adalah ulah Ruben, yang menghasut Pink dengan berita-berita miring. Saat menaiki tangga, Pink tergelincir. Sontak Ruben berlari hendak menolongnya, dan secara tak sengaja, Pink jatuh di atas tubuh Ruben. Ruben panik, karena Pink tak sadarkan diri.

Hingga siang, Pink belum juga siuman. Ruben sedih dan marah. Saat Amanda datang, Ruben menitipkan Pink padanya dan ia sendiri pergi untuk melampiaskan amarahnya. Calista yang mengetahui hal itu, menghampiri Ruben. Namun, Ruben menyuruh Calista meninggalkannya seorang diri.

Saat Ruben kembali, Pink sudah siuman. Namun yang didapati Ruben adalah kemarahan Pink dan berbagai macam tuduhan yang diarahkan padanya. Amanda menjelaskan bahwa yang menolong Pink adalah Ruben. Pink tetap tak dapat menerima alasan itu dan kembali melemparkan tuduhan atas Ruben. Ruben menjadi sangat kesal dan tak dapat menahan kemarahannya lagi. Ia langsung meninggalkan Pink yang masih merasa shock dan 'tak enak'. (avicom/bun/rit)

Lihat foto: Teror di Sekolah

Pemain: Agnes Monica, Indra L. Bruggman , Habibie, Fanny Fabriana, Jupiter, Ari Dwi Andika, Gianina, Donna Harun dan Boy Tirayoh
Tayang: Setiap Rabu; Pkl. 19.00-20.00 WIB
Stasiun: Indosiar
Produksi: Avicom Production

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

()

Rekomendasi
Trending