KPI Akan Terus Pantau Tayangan Bermasalah

KPI Akan Terus Pantau Tayangan Bermasalah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)

Kapanlagi.com - Pemberitaan tayangan infotainment SILET yang dinilai provokatif mengenai korban bencana Gunung Merapi dianggap mampu menimbulkan efek psikologis yang buruk. Hal itu pula yang kini dianggap oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai sebuah kesalahan yang tidak boleh terulang, meskipun hal tersebut merupakan sebuah fakta. "Saya sampaikan, kita melakukan pemantauan, kalau dilakukan di televisi pemberitaan juga akan memberikan teguran tertentu. Walaupun informasi itu sebuah fakta, setidaknya teman-teman bisa dikemas agar tidak menimbulkan efek psikologis dalam masyarakat," ujar ketua KPI Pusat, Dadang Rahmat Hidayat, saat ditemui di kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Gedung Bapeten Jl.Gajah Mada No.8 lt.6 Jakarta Pusat, Senin (8/11) malam. Sementara itu mengenai penayangan ramalan yang dikatakan oleh paranormal pun tak selamanya dinilai salah. Namun, ramalan tersebut setidaknya harus ditempatkan dalam porsi yang tepat. Apalagi, sebuah ramalan tentunya belum bisa diuji kebenarannya. "Saya tanggapi sedikit soal peramal. Bukan masalah menampilkan paranormal, itu boleh-boleh saja. Paranormal bagian yang menarik untuk dieksplor. Yang masalah adalah pernyataan paranormal itu harus diuji atau diolah atau tidak? Media harus sadar soal waktu, dalam keadaan traumatis menampilkan tayangan di tengah bencana itu apakah pantas," ujar Agus Sudibyo yang merupakan Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat. Dan Penegakan Etika Pers, Dewan Pers di tempat yang sama. Sebelumnya, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan sanksi kepada tayangan infotainment SILET berupa teguran dan meminta tayangan itu dihentikan sementara waktu.       

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/adt/bun)

Rekomendasi
Trending