KPI Harus Tegas Menindak TV Yang Melanggar UU Penyiaran
Kapanlagi.com - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) harus bersikap tegas dalam menindak badan penyiaran atau televisi yang menayangkan acara-acara yang melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Penyiaran, demikian harapan yang dikemukakan para ulama, pendidik, seniman dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR, Rabu (30/06)."Tugas KPI lah yang paling efektif dalam menentukan arah penayangan acara-acara di televisi kita. Kita berharap KPI tidak akan mengecewakan harapan kita semua," kata Wakil Ketua Komisi I DPR Effendi Choirie yang memimpin rapat yang dihadiri pedangdut Rhoma Irama, pendidik Arief Rachman, psikolog Seto Mulyadi, wakil Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zakiyah Daradjad, para anggota KPI, dan para direktur televisi swasta.Masing-masing pihak yang hadir berbicara atas kepentingan profesi mereka sendiri-sendiri. Seto menghendaki agar tayangan televisi mempertimbangkan perkembangan jiwa anak-anak."Tayangan yang beraroma kekerasan jelas tak sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan jiwa anak-anak," katanya.Arief Rachman mengemukakan tayangan televisi harus memberikan dukungan bagi dunia pendidikan anak-anak, dan dapat menghantar jiwa anak-anak sekolah menjadi semakin dewasa dan matang.Zakiyah lebih menuntut pengelola teve untuk lebih memperhatikan norma-norma agama dalam menyajikan siarannya. Di samping itu, wakil MUI yang juga guru besar psikologi UI itu juga mengajak para selebriti untuk berpakaian secara islami, yang tidak membuka aurat.Rhoma Irama mengemukakan opini senada dengan wakil MUI itu. Pedangdut yang kemasyhurannya telah surut dan lebih banyak berkhotbah itu mengatakan, para penyanyi saat ini berbusana tidak dalam pengertian estetika lagi, tapi sudah mengarah pada erotika."Koreografi yang benar melahirkan nilai artistik atau sense of art bukannya erotika. Kalau yang erotis hanya melahirkan rangsangan nafsu berahi," kata Rhoma yang sering dipanggil Wak Haji itu.Bagi Rhoma, batas erotika itu jelas. "Kalau penyanyi itu berbusana ketat sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya, itu sudah menebar hal-hal yang erotis," katanya.Anggota Komisi I dari PDIP Sidharto Danusubroto mengingatkan para direktur televisi swasta yang tergabung dalam Asosiasi TV Swasta bahwa media elektronik harus mempunya fungsi yang seimbang antara sebagai medium yang berfungsi menghibur, mengawasi, dan mendidik."Ketiga fungsi ini harus seimbang. Jika fungsi hiburannya yang lebih menonjol maka fungsi pendidikan dan kontrol akan menjadi korban," demikian Sidharto, mantan perwira polisi yang terjun ke politik itu.
(*/lpk)
Advertisement
D Academy 8
-
Fashion Selebriti Jirayut Kenakan Jersey Setengah Merah Biru di Final FIFA ASEAN Cup
-
Event Dangdut Potret Tasya Allesia Hibur Para Penonton di Kediri
-
Dangdut Academy Harsiwi Achmad Tegaskan Couple Muncul Alami di Dangdut Academy 8
