10 Cara Menanam Buah Naga Kuning agar Tumbuh Subur dan Cepat Berbuah
Buah naga kuning. [AI Generated]
Kapanlagi.com - Buah naga kuning atau Selenicereus megalanthus memiliki kulit kuning cerah dan daging putih manis bertabur biji hitam kecil. Rasanya sering disebut perpaduan anggur dan leci, dengan kandungan gula lebih tinggi dibanding buah naga lain. Buah ini juga kaya vitamin C, antioksidan, dan serat.
Tanaman buah naga kuning termasuk keluarga kaktus dan tumbuh merambat sehingga membutuhkan penopang yang kuat. Pertumbuhannya lebih lambat dibanding buah naga merah, dengan akar dan batang lebih kecil. Berikut ini langkah menanam buah naga agar tumbuh subur dan cepat berbuah.
Advertisement
1. Memilih lokasi tanam yang tepat
Buah naga kuning tumbuh baik di tempat yang mendapat sinar matahari penuh minimal delapan jam setiap hari. Pilih lahan dengan drainase baik agar air tidak menggenang dan menyebabkan akar membusuk.
Tanah yang ideal memiliki pH 5,5–7,0 serta cukup gembur. Lokasi yang cerah dan tidak terlalu lembap akan membantu pertumbuhan batang, pembungaan, dan pembentukan buah lebih optimal.
2. Memilih bibit unggul
Gunakan bibit dari tanaman induk yang sehat, bebas hama dan penyakit, serta sudah pernah berbuah beberapa kali. Bibit yang berasal dari induk produktif umumnya memiliki pertumbuhan lebih kuat dan kualitas buah lebih baik.
Pilih batang yang tua, kokoh, dan tidak rusak. Bibit unggul akan mempercepat pertumbuhan tanaman, meningkatkan daya tahan, dan membantu menghasilkan panen yang lebih banyak dan seragam.
3. Menyiapkan stek batang
Potong batang sepanjang 20–30 cm menggunakan alat yang bersih dan tajam. Bagian atas dipotong rata, sedangkan bagian bawah dibuat miring untuk memudahkan pembentukan akar.
Setelah dipotong, stek perlu dikeringanginkan selama beberapa hari agar luka potongan tidak mudah busuk. Pangkal stek dapat dicelupkan ke hormon perangsang akar untuk membantu mempercepat pertumbuhan akar baru dan meningkatkan keberhasilan tanam.
4. Menyemai bibit hingga siap tanam
Stek ditanam terlebih dahulu di polybag atau bedengan semai yang berisi media gembur dan lembap. Letakkan di tempat terang tetapi tidak terkena hujan berlebihan.
Selama masa penyemaian, jaga kelembapan media dan hindari genangan air. Bibit dianggap siap dipindahkan ke lahan setelah akar tumbuh kuat, tunas berkembang baik, dan tinggi tanaman mencapai sekitar 40–50 cm.
5. Menyiapkan lahan dan lubang tanam
Bersihkan lahan dari gulma dan sisa tanaman lain agar tidak menjadi sumber hama dan penyakit. Buat lubang tanam berukuran sekitar 40–60 cm dengan jarak tanam kurang lebih 2 x 2,5 meter.
Jarak yang cukup lebar penting untuk sirkulasi udara dan pencahayaan. Persiapan lahan yang baik akan memudahkan akar berkembang dan mendukung pertumbuhan tanaman secara maksimal.
6. Mencampur media tanam
Tanah galian dicampur dengan pasir, kompos atau pupuk kandang matang, dolomit, dan sedikit pupuk dasar NPK. Campuran ini membuat media lebih gembur, subur, dan memiliki aerasi yang baik.
Pasir membantu drainase, kompos menambah unsur hara, sedangkan dolomit membantu menstabilkan pH tanah. Media tanam yang kaya nutrisi akan mendukung pertumbuhan akar dan batang sejak awal penanaman.
7. Memasang tiang penopang
Buah naga kuning merupakan tanaman kaktus merambat sehingga membutuhkan penopang yang kuat. Gunakan tiang beton atau kayu setinggi sekitar dua meter dan tanam dengan kokoh di dalam tanah.
Pada bagian atas tiang dapat dipasang lingkaran besi atau penyangga lain agar batang tidak jatuh. Penopang yang baik membantu tanaman tumbuh tegak, memudahkan perawatan, dan meningkatkan produktivitas buah.
8. Menanam bibit ke lubang tanam
Lepaskan polybag secara hati-hati agar akar tidak rusak. Masukkan bibit ke dalam lubang tanam, lalu timbun kembali dengan media yang telah disiapkan sambil ditekan perlahan agar tanaman berdiri kokoh.
Setelah penanaman, ikat batang pada tiang penopang menggunakan tali yang tidak terlalu kencang. Langkah ini membantu bibit cepat beradaptasi dan mencegah tanaman roboh terkena angin.
9. Melakukan penyiraman rutin
Penyiraman dilakukan secukupnya sesuai kondisi cuaca dan kelembapan tanah. Pada musim kemarau, tanaman muda dapat disiram lebih sering agar media tetap lembap, tetapi tidak becek.
Saat tanaman mulai berbunga dan berbuah, penyiraman bisa dikurangi agar pembentukan buah lebih baik. Kelebihan air harus dihindari karena buah naga kuning cukup sensitif terhadap genangan dan busuk akar.
10. Melakukan pemupukan dan perawatan lanjutan
Pada fase vegetatif, gunakan pupuk yang mengandung nitrogen lebih tinggi untuk merangsang pertumbuhan batang dan tunas. Ketika tanaman mulai berbunga, berikan pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium lebih tinggi agar bunga dan buah berkembang optimal.
Lakukan penyiangan gulma, pemangkasan cabang yang tidak produktif, serta pemantauan hama dan penyakit secara rutin agar tanaman tetap sehat dan produktif.
11. Pertanyaan Seputar Cara Menanam Buah Naga Kuning
Apakah buah naga kuning bisa ditanam di dataran rendah?
Ya, buah naga kuning bisa ditanam di dataran rendah asalkan mendapat sinar matahari penuh, memiliki drainase yang baik, dan tidak tergenang air. Namun, pertumbuhannya umumnya lebih optimal di daerah yang lebih sejuk dengan kelembapan dan suhu yang sesuai.
Berapa lama buah naga kuning mulai berbuah setelah ditanam?
Tanaman hasil stek biasanya mulai berbuah pada usia 1–2 tahun. Jika menggunakan teknik sambung atau grafting pada batang bawah buah naga merah, tanaman dapat berbuah lebih cepat, sekitar 9 bulan setelah penanaman.
Mengapa buah naga kuning dianggap lebih manis daripada buah naga merah?
Buah naga kuning memiliki kandungan sakrosa dan fruktosa yang lebih tinggi dibandingkan sebagian besar varietas buah naga lainnya. Karena itu, rasanya cenderung lebih manis dengan aroma yang lebih harum dan sering disukai sebagai buah segar premium.
Apa kesalahan paling umum saat menanam buah naga kuning?
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah menanam di lahan yang becek, kurang sinar matahari, dan tidak menyediakan tiang penopang yang kuat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan akar mudah busuk, pertumbuhan lambat, serta produksi bunga dan buah menjadi kurang optimal.
(kpl/ini)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Hasil Top 26 Dangdut Academy 8: Kadhafy Bangkalan Tersenggol
-
Dangdut Academy Lesti Kejora Rawat Karier Sejak Kecil, Ungkap Kunci Bertahan
-
Selebritis Pacaran Zahra DA7 dan Eby Rizta Bawakan Ulang 'Saat Bahagia' Versi Dangdut
