10 Cara Menanam Bunga Calendula dari Benih hingga Menghasilkan Bunga
Ilustrasi Bunga Calendula (Photo by Jahra Tasfia Reza on Pexels)
Kapanlagi.com - Bunga calendula dikenal dengan kelopaknya yang cerah, mulai dari kuning keemasan hingga jingga yang mencolok. Tanaman ini cocok dijadikan penghias taman maupun ditanam dalam pot untuk mempercantik sudut rumah.
Menanam calendula dari benih bisa menjadi pilihan menarik bagi pemula yang ingin merawat tanaman berbunga sendiri. Meski relatif mudah dibudidayakan, tanaman ini tetap membutuhkan media tanam yang sesuai, pencahayaan cukup, serta penyiraman yang tepat agar dapat tumbuh sehat.
Agar proses penanaman berjalan optimal, setiap tahap perlu dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan pertumbuhan calendula. Mulai dari memilih benih, menyiapkan media tanam, merawat bibit, hingga menjaga tanaman menjelang berbunga, berikut langkah-langkah yang bisa diterapkan di rumah.
Advertisement
1. Memilih Benih Bunga Calendula yang Berkualitas
Pilih benih calendula yang berasal dari penjual tepercaya dan memiliki informasi varietas serta masa simpan yang jelas. Benih yang masih baik umumnya memiliki peluang berkecambah lebih tinggi dibandingkan benih lama yang telah mengalami penurunan daya kecambah akibat penyimpanan yang kurang tepat.
Calendula dapat ditanam langsung di pot atau bedengan, sehingga tidak harus melalui persemaian terlebih dahulu. Jika ingin menanam beberapa tanaman sekaligus, siapkan benih secukupnya dan sisakan beberapa benih sebagai cadangan apabila ada yang tidak berkecambah.
2. Menyiapkan Pot dan Media Tanam
Siapkan pot yang memiliki lubang drainase agar kelebihan air dapat keluar dengan mudah. Gunakan media tanam yang gembur, cukup subur, dan mampu mengalirkan air dengan baik, misalnya campuran tanah, kompos matang, dan bahan berpori seperti perlit atau sekam bakar yang sudah sesuai untuk tanaman pot.
Hindari media yang terlalu padat atau terus-menerus basah karena kondisi tersebut dapat mengganggu perkembangan akar dan meningkatkan risiko pembusukan. Isi pot dengan media tanam hingga menyisakan sedikit ruang di bagian atas, lalu basahi secukupnya sebelum benih ditanam agar kelembapannya lebih merata.
3. Menanam Benih Calendula dengan Kedalaman yang Tepat
Buat lubang tanam dangkal dengan kedalaman sekitar 0,5–1 cm, kemudian masukkan satu atau dua benih pada setiap titik tanam. Benih calendula umumnya tidak memerlukan perlakuan khusus sebelum disemai, sehingga dapat langsung ditanam pada media yang telah disiapkan.
Tutup benih dengan lapisan media tipis, kemudian siram perlahan menggunakan semprotan air agar posisinya tidak bergeser. Letakkan pot di tempat yang terang dengan kondisi media tetap lembap, tetapi tidak tergenang. Benih biasanya mulai berkecambah dalam sekitar 5–15 hari, bergantung pada kualitas benih dan kondisi lingkungan.
4. Merawat Bibit Setelah Benih Berkecambah
Setelah kecambah muncul, pastikan bibit mendapatkan cahaya matahari yang cukup agar batangnya tumbuh kokoh dan tidak memanjang secara berlebihan. Jika bibit ditanam di dalam ruangan, tempatkan di dekat jendela yang terang atau pindahkan secara bertahap ke lokasi dengan pencahayaan lebih kuat agar tanaman dapat menyesuaikan diri.
Periksa kelembapan media secara berkala dan siram ketika lapisan atas mulai mengering. Jika beberapa benih tumbuh berdekatan, pilih bibit yang paling sehat dan buang bibit yang terlalu lemah secara hati-hati. Langkah ini membantu mengurangi persaingan mendapatkan cahaya, air, dan unsur hara selama pertumbuhan awal.
5. Memindahkan Bibit dan Mengatur Jarak Tanam
Bibit yang ditanam dalam wadah persemaian dapat dipindahkan setelah cukup kuat dan memiliki beberapa daun sejati. Lakukan pemindahan dengan hati-hati agar akar tidak banyak terganggu, kemudian tanam pada kedalaman yang kurang lebih sama seperti posisi tumbuh sebelumnya. Jika benih sejak awal ditanam di pot permanen, tahap pemindahan ini tidak diperlukan.
Berikan jarak antartanaman sekitar 20–30 cm sebagai panduan awal, lalu sesuaikan dengan ukuran varietas dan ruang yang tersedia. Jarak tersebut membantu sirkulasi udara di antara tanaman serta mengurangi kondisi terlalu lembap di sekitar daun. Setelah pemindahan, siram secukupnya dan hindarkan bibit dari terik matahari yang terlalu menyengat untuk sementara waktu sampai tanaman kembali tegak dan pulih.
6. Menempatkan Tanaman di Lokasi dengan Pencahayaan yang Sesuai
Calendula tumbuh baik di lokasi yang memperoleh sinar matahari langsung, idealnya sekitar 6 jam sehari atau lebih jika kondisi suhu mendukung. Pencahayaan yang cukup membantu pertumbuhan batang dan daun sekaligus mendukung pembentukan bunga. Tanaman yang kekurangan cahaya cenderung tumbuh memanjang dan menghasilkan bunga lebih sedikit.
Namun, calendula termasuk tanaman yang menyukai cuaca relatif sejuk dan dapat mengalami penurunan pertumbuhan maupun pembungaan ketika suhu terlalu panas dalam waktu lama. Untuk daerah dataran rendah di Indonesia, pilih lokasi yang memperoleh matahari pagi dan terlindung dari terik siang atau sore, terutama saat cuaca sangat panas. Kondisi ini dapat membantu tanaman tumbuh lebih baik dibandingkan paparan panas berlebihan sepanjang hari.
7. Menyiram Tanaman secara Teratur
Kebutuhan air calendula perlu disesuaikan dengan kondisi media tanam, ukuran pot, dan cuaca. Siram ketika permukaan media mulai mengering, lalu berikan air secukupnya hingga membasahi zona perakaran. Pot yang terkena matahari langsung dan cuaca panas biasanya lebih cepat kehilangan kelembapan dibandingkan pot yang berada di tempat teduh.
Hindari menyiram secara berlebihan hingga media terus-menerus basah karena akar membutuhkan oksigen untuk tumbuh dengan baik. Pastikan lubang drainase tidak tersumbat dan jangan membiarkan air menggenang di tatakan pot. Sebaiknya siram pada pagi hari agar tanaman memiliki waktu untuk mengering sebelum malam, terutama ketika kelembapan udara tinggi.
8. Memberikan Pupuk Secara Seimbang
Calendula tidak membutuhkan pemupukan berlebihan untuk menghasilkan bunga. Jika media tanam sudah mengandung kompos matang dan cukup subur, tanaman biasanya dapat tumbuh tanpa tambahan pupuk dalam jumlah besar. Terlalu banyak pupuk, khususnya yang kaya nitrogen, dapat mendorong pertumbuhan daun secara berlebihan sehingga pembungaan kurang optimal.
Apabila pertumbuhan tanaman terlihat kurang baik, gunakan pupuk lengkap sesuai dosis pada label produk dan kondisi media tanam. Hindari menambahkan pupuk pekat langsung ke akar atau memberikan pupuk ketika media sangat kering. Perhatikan respons tanaman setelah pemupukan, karena kebutuhan nutrisi dapat berbeda menurut kesuburan media, ukuran pot, dan tahap pertumbuhan.
9. Memangkas Bunga Layu agar Pembungaan Berlanjut
Ketika bunga mulai layu dan kelopaknya mengering, potong tangkai bunga yang sudah tidak menarik menggunakan gunting bersih. Tindakan ini disebut deadheading, yaitu membuang bunga yang telah selesai mekar sebelum tanaman terlalu banyak mengalokasikan energi untuk pembentukan biji. Pemangkasan rutin dapat membantu merangsang munculnya bunga baru selama kondisi pertumbuhan masih mendukung.
Periksa tanaman secara berkala dan buang daun yang menguning, rusak, atau menunjukkan gejala penyakit. Pastikan tajuk tidak terlalu rapat dan sirkulasi udara tetap baik, terutama saat cuaca lembap. Jika ingin mengumpulkan benih untuk penanaman berikutnya, sisakan beberapa bunga hingga kepala bijinya matang dan mengering, alih-alih memangkas seluruh bunga layu.
10. Memantau Pertumbuhan hingga Calendula Berbunga
Selama masa pertumbuhan, periksa daun dan batang untuk mendeteksi hama seperti kutu daun serta gejala penyakit yang dapat berkembang ketika sirkulasi udara buruk. Jika ditemukan hama, tangani sejak awal dengan membuang bagian yang terserang atau menggunakan metode pengendalian yang sesuai. Hindari penggunaan pestisida secara sembarangan, terutama jika bunga akan dimanfaatkan untuk keperluan lain.
Calendula dapat mulai berbunga dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah benih ditanam, bergantung pada varietas, suhu, cahaya, dan perawatan. Pada kondisi yang sesuai, sebagian varietas dapat menghasilkan bunga sekitar 6–10 minggu setelah penanaman, tetapi waktu tersebut bukan patokan mutlak. Jika tanaman tumbuh subur tetapi belum berbunga, evaluasi paparan sinar matahari, suhu lingkungan, dan pemberian pupuk sebelum mengubah perawatan secara drastis.
11. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Bunga Calendula dari Benih hingga Menghasilkan Bunga
Berapa lama bunga calendula tumbuh dari benih hingga berbunga?
Bunga calendula umumnya mulai berbunga sekitar 6–10 minggu setelah ditanam, bergantung pada varietas, suhu, pencahayaan, dan perawatan tanaman.
Apakah bunga calendula bisa ditanam di dalam pot?
Ya, calendula bisa ditanam di dalam pot yang memiliki lubang drainase. Gunakan media tanam yang gembur dan tidak mudah tergenang, serta tempatkan tanaman di lokasi yang memperoleh sinar matahari cukup.
Bagaimana cara agar bunga calendula rajin berbunga?
Pastikan calendula mendapatkan cahaya matahari yang cukup, penyiraman sesuai kebutuhan, dan pemupukan seimbang. Pangkas bunga yang sudah layu secara berkala untuk membantu merangsang pembentukan bunga baru selama kondisi pertumbuhan mendukung.
(kpl/rmt)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Sederet Peserta Dangdut Academy 8 Tersenggol, Rekan Ikut Sedih
-
Dangdut Academy Mimpi Sederhana Peserta DA, Pingin Fotonya Diedit Netizen
