10 Tanaman Sehat yang Bisa Ditanam di Dapur, Bisa Jadi Obat Darurat saat Sakit
Tanaman Sehat yang Bisa Ditanam di Dapur - AI generated
Kapanlagi.com - Tanaman seperti jahe, kunyit, kencur, serai, hingga daun mint ternyata bisa ditanam dalam pot dan dimanfaatkan sebagai bagian dari pengobatan "darurat" saat muncul keluhan ringan di tubuh.
Sejumlah tanaman tersebut memang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Kementerian Kesehatan mencatat jika jahe, kunyit, kencur, serai, bawang putih, dan seledri sebagai tanaman yang digunakan dalam pengobatan tradisional, sementara jahe juga telah diteliti terkait penggunaannya untuk membantu mengatasi mual.
Lantas, tanaman apa saja yang bisa ditanam di rumah dan keluhan ringan apa yang secara tradisional sering dikaitkan dengannya? Simak informasi selengkapnya, dihadirkan KapanLagi, Kamis (3/9).
Advertisement
1. Jahe
Jahe menjadi salah satu tanaman dapur yang bisa ditanam dalam pot. Bagian yang sering digunakan adalah rimpangnya, baik untuk bumbu maupun minuman. Jahe juga termasuk tanaman yang dicatat Kementerian Kesehatan dalam pemanfaatan obat tradisional untuk membantu mengurangi keluhan batuk, flu, dan sakit tenggorokan.
Jahe juga telah diteliti untuk mual dan muntah. Hasil penelitian menunjukkan manfaat pada beberapa jenis mual, termasuk mual yang berkaitan dengan kehamilan, meski hasil penelitian untuk kondisi lain masih beragam.
Untuk penggunaan sehari-hari, jahe bisa diseduh dengan air hangat. Konsumsi berlebihan bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut, mulas, atau diare sehingga penggunaannya tetap perlu diperhatikan.
2. Kunyit
Kunyit mudah ditanam menggunakan rimpang yang masih memiliki mata tunas. Tanaman ini bisa ditempatkan dalam pot berisi media tanam dan digunakan setelah rimpangnya tumbuh. Dalam pengobatan tradisional, kunyit digunakan untuk berbagai keluhan, termasuk masalah pencernaan.
Kementerian Kesehatan mencatat kunyit sebagai tanaman obat yang digunakan untuk membantu keluhan nyeri sendi dan tulang serta beberapa kebutuhan kesehatan lain.
Kunyit lebih tepat digunakan sebagai bahan makanan atau minuman pendamping. Penggunaan kunyit dalam jumlah makanan berbeda dengan konsumsi suplemen, karena beberapa produk kunyit dengan kandungan tertentu pernah dikaitkan dengan gangguan hati.
3. Kencur
Kencur dapat ditanam dalam pot dan dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Rimpangnya juga dikenal dalam berbagai ramuan tradisional Indonesia. Kementerian Kesehatan memasukkan kencur sebagai tanaman yang digunakan dalam ramuan untuk membantu mengurangi keluhan batuk dan sakit tenggorokan.
Tanaman ini bisa menjadi pilihan ketika membutuhkan bahan untuk minuman rumahan. Kencur dapat digunakan bersama bahan lain sesuai kebiasaan keluarga, tetapi jumlah konsumsi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh.
Kencur tidak perlu dianggap sebagai pengganti obat ketika keluhan berlangsung lama. Jika batuk, sakit tenggorokan, atau keluhan lain semakin berat, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
4. Serai
Serai dapat tumbuh dalam pot dan tidak membutuhkan ruang luas. Batangnya biasa digunakan sebagai bumbu masakan serta bahan minuman. Tanaman ini juga termasuk daftar tanaman yang dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional di Indonesia.
Serai dapat digunakan sebagai bahan minuman hangat ketika tubuh membutuhkan asupan cairan. Dalam praktik tradisional, rebusan serai juga digunakan sebagai bagian dari ramuan untuk menjaga kondisi tubuh.
Namun, manfaat serai tidak berarti rebusannya bisa mengatasi semua penyakit. Penggunaan tanaman sebagai pendamping perlu tetap memperhatikan kondisi tubuh dan obat lain yang sedang dikonsumsi.
5. Daun Mint
Daun mint bisa ditanam dalam pot kecil dan dipetik sesuai kebutuhan. Daunnya dapat dicampurkan ke minuman atau makanan. Kementerian Kesehatan mencatat daun mint sebagai salah satu bahan ramuan yang digunakan untuk membantu mengurangi keluhan batuk dan flu.
Aroma mint juga membuat minuman terasa lebih menyegarkan. Bagi sebagian orang, minuman dengan daun mint dapat menjadi pilihan ketika tenggorokan terasa tidak nyaman atau tubuh membutuhkan minuman hangat.
Penggunaannya tetap sebatas pendamping. Keluhan yang menetap atau disertai gejala lain sebaiknya tidak ditangani hanya dengan tanaman dapur.
6. Bawang Putih
Bawang putih hampir selalu tersedia di dapur dan bisa dibudidayakan dari siung yang masih memiliki bagian pangkal. Tanaman ini juga tercantum dalam daftar bahan yang digunakan dalam pengobatan tradisional Indonesia.
Bawang putih lebih mudah dimanfaatkan melalui makanan. Konsumsinya sebagai bagian dari menu harian membantu menambah bahan pangan yang mengandung senyawa dari kelompok sulfur.
Bawang putih tidak perlu dikonsumsi dalam jumlah besar ketika sedang sakit. Jika seseorang sedang menggunakan obat tertentu, penggunaan bahan herbal dalam jumlah tinggi sebaiknya dibicarakan dengan tenaga kesehatan.
7. Kemangi
Kemangi bisa ditanam dalam pot kecil dan dipanen bagian daunnya untuk makanan. Tanaman ini lebih dikenal sebagai lalapan dan bumbu, tetapi berbagai jenis tanaman berdaun juga digunakan dalam praktik pengobatan tradisional.
Kemangi dapat menjadi bagian dari pola makan karena daunnya dikonsumsi bersama makanan. Penggunaannya sebagai bahan pangan lebih mudah dilakukan dibandingkan membuat ramuan dengan takaran tertentu.
Meski demikian, belum semua klaim kesehatan tentang kemangi memiliki bukti pada manusia. Karena itu, kemangi sebaiknya diposisikan sebagai bahan makanan, bukan pengganti pengobatan ketika seseorang mengalami penyakit.
8. Lidah Buaya
Lidah buaya dapat ditanam dalam pot dan ditempatkan di area yang mendapat cahaya. Tanaman ini sering ditemukan di sekitar rumah dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, terutama penggunaan pada kulit.
Gel lidah buaya secara tradisional digunakan untuk membantu memberikan rasa nyaman pada kulit yang mengalami iritasi ringan. Penggunaan pada kulit tetap perlu dilakukan dengan hati-hati karena sebagian orang bisa mengalami reaksi pada bahan tanaman.
Lidah buaya tidak dianjurkan dianggap sebagai obat untuk semua keluhan. Jika luka cukup dalam, mengalami perdarahan, atau menunjukkan tanda infeksi, perawatan tenaga kesehatan tetap diperlukan.
9. Seledri
Seledri dapat ditanam dalam wadah kecil dan dipanen daunnya untuk masakan. Tanaman ini juga tercatat dalam bahan obat tradisional Indonesia. Kementerian Kesehatan menyebut seledri antara lain digunakan dalam ramuan yang berkaitan dengan tekanan darah dan fungsi pengeluaran urine.
Dalam kehidupan sehari-hari, seledri lebih mudah dikonsumsi sebagai bagian dari sup, tumisan, atau makanan lain. Cara tersebut membuat tanaman ini menjadi bagian dari pola makan tanpa perlu membuat ramuan khusus.
Seledri tidak boleh digunakan untuk menggantikan obat tekanan darah. Orang yang sedang menjalani pengobatan perlu berkonsultasi sebelum menggunakan tanaman atau ramuan dalam jumlah yang tidak biasa.
10. Pandan
Pandan dapat ditanam dalam pot dan digunakan sebagai bahan makanan serta minuman. Daunnya dikenal karena aromanya dan sering digunakan ketika membuat nasi, kue, atau minuman rumahan.
Pandan lebih tepat ditempatkan sebagai tanaman dapur yang mendukung kebutuhan pangan sehari-hari. Penggunaannya sebagai bahan minuman dapat menjadi pilihan ketika ingin mengonsumsi cairan hangat tanpa menambahkan banyak bahan lain.
Tidak semua tanaman yang tumbuh di dapur memiliki bukti sebagai obat. Karena itu, pandan sebaiknya tidak digunakan untuk menggantikan pengobatan ketika muncul keluhan kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan.
11. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Sehat yang Bisa Ditanam di Dapur
Apa saja tanaman obat yang bisa ditanam di dapur?
Beberapa tanaman yang bisa ditanam di sekitar dapur antara lain jahe, kunyit, kencur, serai, mint, bawang putih, kemangi, lidah buaya, dan seledri. Pemilihannya bisa disesuaikan dengan ruang dan kebutuhan.
Tanaman apa yang bisa membantu saat sakit?
Jahe, kencur, mint, dan beberapa tanaman lain digunakan dalam ramuan tradisional untuk membantu mengurangi keluhan seperti batuk, flu, mual, dan sakit tenggorokan. Khasiatnya tidak menggantikan pengobatan medis.
Apakah jahe bisa membantu saat mual?
Jahe telah diteliti untuk beberapa jenis mual dan hasil penelitian menunjukkan manfaat pada sebagian kondisi. Namun, tidak semua jenis mual menunjukkan hasil yang sama.
Apakah kunyit bisa diminum setiap hari?
Kunyit dalam jumlah yang biasa digunakan sebagai makanan umumnya berbeda dengan suplemen kunyit dalam dosis tinggi. Konsumsi dalam jumlah besar atau produk tertentu perlu diperhatikan karena bisa menimbulkan efek samping.
Apakah tanaman obat bisa menggantikan obat dokter?
Tidak. Tanaman obat dapat digunakan sebagai pendamping untuk pemeliharaan atau keluhan ringan, tetapi tidak untuk menggantikan pemeriksaan dan pengobatan, terutama pada kondisi yang membahayakan.
(kpl/rul)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Soimah Bagikan Keseruan di Dangdut Academy 8: Asyikin Aja Lah Ya
