Cara Memperbaiki Rem Cakram Depan yang Blong: Panduan Lengkap untuk Keselamatan Berkendara
cara memperbaiki rem cakram depan yang blong (h)
Kapanlagi.com - Rem cakram depan merupakan komponen keselamatan yang sangat vital dalam sistem pengereman kendaraan. Ketika rem cakram depan mengalami blong atau tidak berfungsi dengan baik, risiko kecelakaan akan meningkat drastis. Kondisi ini bisa terjadi pada motor maupun mobil dan memerlukan penanganan segera.
Memahami cara memperbaiki rem cakram depan yang blong sangat penting bagi setiap pemilik kendaraan. Dengan pengetahuan yang tepat, Anda dapat melakukan tindakan darurat saat berkendara atau bahkan memperbaikinya sendiri di rumah untuk kerusakan yang tidak terlalu kompleks.
Sistem rem cakram bekerja dengan prinsip gesekan antara kampas rem dan piringan cakram untuk menghentikan putaran roda. Ketika sistem ini mengalami gangguan, kemampuan kendaraan untuk berhenti atau melambat akan berkurang secara signifikan, sehingga membahayakan pengendara dan pengguna jalan lainnya.
Advertisement
1. Penyebab Utama Rem Cakram Depan Blong
Sebelum membahas cara memperbaiki rem cakram depan yang blong, penting untuk memahami berbagai penyebab yang mendasari kondisi ini agar dapat melakukan pencegahan dan perbaikan yang tepat.
Kampas Rem Aus atau Habis
Kampas rem yang menipis atau habis merupakan penyebab paling umum dari rem cakram yang tidak pakem. Kampas rem berfungsi menjepit piringan cakram untuk menciptakan gesekan yang menghentikan putaran roda. Ketika kampas sudah aus, gesekan yang dihasilkan tidak cukup kuat untuk menghentikan kendaraan dengan efektif. Tanda kampas rem aus biasanya ditandai dengan munculnya suara gesekan nyaring saat mengerem atau jarak pengereman yang semakin panjang.
Minyak Rem Habis atau Bocor
Sistem rem cakram menggunakan minyak rem sebagai media transfer tekanan hidrolik dari tuas rem ke kaliper. Jika level minyak rem terlalu rendah atau terjadi kebocoran pada selang hidrolik, tekanan tidak dapat diteruskan dengan optimal sehingga rem kehilangan daya cengkramnya. Kebocoran bisa terjadi pada selang rem, master silinder, atau kaliper rem yang sudah aus.
Udara Masuk ke Sistem Pengereman
Kondisi yang dikenal dengan istilah rem masuk angin ini terjadi ketika ada udara yang terperangkap di sistem hidrolik rem. Udara dalam sistem menciptakan ruang kosong di jalur minyak rem sehingga tekanan tidak dapat ditransfer secara maksimal. Hal ini biasanya terjadi akibat kebocoran pada sistem atau penggantian minyak rem yang tidak tepat.
Overheating atau Panas Berlebih
Penggunaan rem secara berlebihan dalam waktu singkat dapat menyebabkan sistem rem menjadi terlalu panas. Panas berlebih ini dapat membuat minyak rem mendidih dan menghasilkan gelembung udara dalam sistem pengereman. Kondisi ini sering terjadi saat berkendara di jalan menurun yang panjang atau saat melaju dengan kecepatan tinggi kemudian melakukan pengereman mendadak.
2. Cara Memperbaiki Rem Cakram Depan Motor yang Blong
Untuk motor, cara memperbaiki rem cakram depan yang blong dapat dilakukan sendiri di rumah jika Anda memiliki pemahaman dasar tentang mekanik kendaraan dan peralatan yang memadai.
Persiapan Alat dan Bahan
Sebelum memulai perbaikan, pastikan Anda telah menyiapkan peralatan yang diperlukan untuk cara memperbaiki rem cakram depan yang blong pada motor.
Minyak rem baru: Pastikan menggunakan minyak rem dengan spesifikasi DOT yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan motor Anda, umumnya DOT 4 untuk motor di Indonesia.
Wadah penampung: Siapkan wadah untuk menampung minyak rem bekas yang akan dikeluarkan dari sistem.
Kunci ring: Kunci ring ukuran 8 atau 11 sesuai dengan ukuran baut nipel kaliper pada motor Anda.
Selang transparan: Untuk mengalirkan minyak rem dari nipel kaliper dan memudahkan melihat gelembung udara.
Obeng: Untuk membuka penutup tabung reservoir master silinder.
Kain lap bersih: Untuk membersihkan komponen dan mengelap tumpahan minyak rem.
Langkah-Langkah Perbaikan Rem Cakram Motor
Berikut adalah langkah-langkah sistematis cara memperbaiki rem cakram depan yang blong pada motor yang dapat Anda ikuti dengan hati-hati.
Posisikan motor dengan aman: Letakkan motor pada standar tengah di permukaan yang rata dan stabil untuk memudahkan proses perbaikan.
Lepaskan roda depan: Gunakan kunci yang sesuai untuk melepas baut roda depan, kemudian angkat roda dengan hati-hati.
Lepaskan kaliper dari dudukan: Buka baut yang mengikat kaliper pada dudukan di shockbreaker menggunakan kunci yang sesuai.
Keluarkan minyak rem lama: Lepaskan selang rem dari kaliper dan keluarkan minyak rem ke wadah penampung. Berhati-hatilah karena minyak rem dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan merusak cat kendaraan.
Bersihkan komponen piston: Setelah minyak rem keluar, bersihkan kotoran atau karat pada piston rem menggunakan kain lap atau kompon halus. Hindari menggores permukaan piston karena dapat menyebabkan kebocoran.
Bersihkan silinder rem: Bersihkan bagian dalam silinder rem dari kotoran atau karat dengan hati-hati menggunakan kompon agar tidak menimbulkan goresan.
Pasang kembali piston: Setelah semua komponen bersih, pasang kembali piston ke posisi semula dengan benar.
Isi minyak rem baru: Tuangkan minyak rem baru ke dalam master silinder hingga mencapai batas maksimal yang ditandai pada reservoir.
Pasang kembali kaliper dan roda: Pasang kaliper ke dudukannya dan kencangkan baut dengan torsi yang sesuai, kemudian pasang kembali roda depan.
Buang angin dari sistem: Pompa tuas rem beberapa kali sambil membuka dan menutup baut pembuangan pada kaliper hingga tidak ada gelembung udara yang keluar.
Uji coba pengereman: Hidupkan motor dan coba berkendara di area yang aman untuk memastikan rem sudah berfungsi dengan baik.
3. Cara Memperbaiki Rem Cakram Depan Mobil yang Blong
Untuk mobil, sistem rem cakram depan lebih kompleks dibandingkan motor sehingga cara memperbaiki rem cakram depan yang blong memerlukan penanganan yang lebih teliti dan sebaiknya dilakukan oleh teknisi profesional.
Identifikasi Masalah Rem Mobil
Langkah pertama dalam cara memperbaiki rem cakram depan yang blong pada mobil adalah mengidentifikasi masalah yang terjadi dengan cermat.
Periksa tanda-tanda kerusakan: Perhatikan apakah ada bunyi berdecit saat mengerem, pedal rem terasa lunak atau keras, mobil menarik ke satu sisi saat mengerem, atau jarak pengereman yang lebih panjang dari biasanya.
Cek level minyak rem: Buka kap mesin dan periksa level minyak rem pada reservoir. Jika level terlalu rendah, bisa jadi ada kebocoran atau kampas rem sudah sangat tipis.
Periksa kondisi kampas rem: Kampas rem yang aus perlu segera diganti karena tidak dapat memberikan gesekan yang cukup untuk menghentikan roda.
Cek kondisi cakram rem: Periksa apakah cakram rem tergores, retak, atau tidak rata yang dapat mengurangi efektivitas pengereman.
Prosedur Perbaikan Rem Mobil
Berikut adalah prosedur umum cara memperbaiki rem cakram depan yang blong pada mobil yang sebaiknya dilakukan di bengkel resmi atau oleh teknisi berpengalaman.
Angkat mobil dengan aman: Gunakan dongkrak hidrolik dan jack stand untuk mengangkat mobil dengan aman, pastikan posisi stabil sebelum melepas roda.
Lepaskan roda dan kaliper: Lepas baut roda kemudian baut kaliper rem, angkat kaliper dari cakram dan sangga dengan kawat agar tidak menggantung pada selang rem.
Ganti kampas rem: Lepaskan kampas rem yang lama dan pasang yang baru dengan memastikan posisi pemasangan sudah benar dan sesuai.
Periksa dan bersihkan cakram: Bersihkan permukaan cakram rem dari kotoran, karat, atau oli yang menempel menggunakan pembersih khusus rem.
Dorong piston kaliper: Gunakan alat khusus atau tang C untuk mendorong piston kaliper kembali ke posisi awal agar kampas baru dapat terpasang dengan baik.
Pasang kembali kaliper: Pasang kaliper ke posisi semula dan kencangkan baut dengan torsi yang sesuai spesifikasi pabrikan.
Isi dan bleed minyak rem: Isi reservoir minyak rem hingga level yang tepat, kemudian lakukan bleeding untuk mengeluarkan udara dari sistem hidrolik.
Pasang roda dan uji coba: Pasang kembali roda, turunkan mobil, dan lakukan test drive untuk memastikan rem berfungsi dengan optimal.
4. Tindakan Darurat Saat Rem Blong di Jalan
Mengetahui cara memperbaiki rem cakram depan yang blong saat berkendara di jalan sangat penting untuk keselamatan. Berikut adalah langkah-langkah darurat yang harus dilakukan jika mengalami rem blong saat berkendara.
Tindakan Darurat untuk Motor
Ketika mengalami rem blong pada motor, tetap tenang dan lakukan langkah-langkah berikut sebagai cara memperbaiki rem cakram depan yang blong dalam kondisi darurat.
Jangan matikan mesin: Mematikan mesin justru akan membuat Anda kehilangan kontrol terhadap kendaraan dan mempersulit pengendalian laju motor.
Gunakan engine brake: Untuk motor manual, turunkan gigi secara bertahap untuk memanfaatkan efek pengereman mesin. Untuk motor matic, kurangi gas secara perlahan.
Cari jalur aman untuk menepi: Arahkan motor ke jalur yang lebih sepi atau area yang aman sambil terus mengatur jarak dengan kendaraan lain.
Turunkan gigi bertahap: Pindahkan gigi ke posisi yang lebih rendah secara bertahap hingga motor melambat dan dapat berhenti dengan aman.
Gunakan rem belakang: Jika rem depan blong, manfaatkan rem belakang dengan hati-hati untuk membantu memperlambat laju motor.
Tindakan Darurat untuk Mobil
Untuk mobil, cara memperbaiki rem cakram depan yang blong saat di jalan memerlukan tindakan yang lebih kompleks namun tetap harus dilakukan dengan tenang.
Tetap tenang dan fokus: Jangan panik dan tetap fokus pada pengendalian kendaraan sambil memeriksa kondisi sekitar untuk mencari jalur aman.
Nyalakan lampu hazard: Aktifkan lampu hazard untuk memberi tahu pengendara lain bahwa mobil Anda sedang mengalami masalah.
Turunkan gigi secara bertahap: Untuk mobil manual, turunkan gigi hingga gigi 1. Untuk mobil matic, pindahkan tuas ke posisi L atau 2 untuk mendapatkan efek engine brake.
Gunakan rem tangan: Tarik rem tangan secara perlahan dan bertahap untuk membantu memperlambat mobil, hindari menarik terlalu keras agar roda tidak terkunci.
Pompa pedal rem: Coba pompa pedal rem dengan cepat karena kadang masalah hidrolik bersifat sementara dan dapat pulih dengan dipompa.
Cari jalur pelarian: Arahkan mobil ke area yang aman seperti bahu jalan, area berumput, atau jalur pendakian darurat jika tersedia.
Gunakan hambatan alam: Sebagai pilihan terakhir, arahkan mobil ke hambatan yang relatif aman seperti gundukan tanah, semak-semak, atau pagar kayu untuk menghentikan mobil.
5. Pencegahan Rem Cakram Depan Blong
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut adalah langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan agar tidak perlu melakukan cara memperbaiki rem cakram depan yang blong karena masalah dapat dihindari sejak awal.
Periksa kampas rem secara berkala: Lakukan pemeriksaan visual terhadap ketebalan kampas rem setiap bulan atau sesuai jadwal service rutin. Ganti kampas rem sebelum terlalu tipis.
Cek level minyak rem rutin: Pastikan level minyak rem selalu berada di antara batas minimum dan maksimum pada reservoir. Tambahkan minyak rem jika level berkurang.
Ganti minyak rem berkala: Minyak rem perlu diganti setiap 1-2 tahun atau sesuai rekomendasi pabrikan karena dapat menyerap kelembaban dan terkontaminasi.
Bersihkan komponen rem: Bersihkan piringan cakram dan kaliper dari debu, kotoran, atau oli yang menempel secara berkala untuk menjaga performa pengereman.
Hindari pengereman berlebihan: Jangan menggunakan rem secara terus-menerus terutama saat menuruni jalan panjang. Gunakan kombinasi rem dan engine brake.
Gunakan komponen original: Pastikan menggunakan kampas rem, minyak rem, dan komponen lainnya yang sesuai spesifikasi pabrikan untuk menjamin kualitas dan kompatibilitas.
Service rutin di bengkel resmi: Lakukan perawatan berkala di bengkel resmi untuk pemeriksaan menyeluruh sistem pengereman oleh teknisi berpengalaman.
Perhatikan cara berkendara: Hindari akselerasi dan pengereman mendadak yang dapat mempercepat keausan komponen rem.
6. Perawatan Rutin Sistem Rem Cakram
Perawatan rutin merupakan kunci untuk menghindari keharusan melakukan cara memperbaiki rem cakram depan yang blong. Sistem rem yang terawat dengan baik akan memberikan performa optimal dan umur pakai yang lebih panjang.
Jadwal pemeriksaan berkala: Buat jadwal pemeriksaan sistem rem setiap 3-6 bulan atau sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan Anda.
Pembersihan komponen: Bersihkan piringan cakram, kaliper, dan komponen rem lainnya dari kotoran dan debu menggunakan pembersih khusus rem.
Pelumasan yang tepat: Berikan pelumas pada bagian-bagian yang bergerak seperti pin kaliper, namun jangan sampai pelumas mengenai kampas atau piringan cakram.
Pemeriksaan selang rem: Periksa kondisi selang rem dari kemungkinan retak, mengeras, atau bocor yang dapat menyebabkan kebocoran minyak rem.
Cek kondisi cakram: Periksa permukaan cakram dari goresan dalam, retak, atau ketidakrataan yang dapat mengurangi efektivitas pengereman.
Monitoring performa: Perhatikan perubahan pada performa rem seperti jarak pengereman yang bertambah, bunyi tidak normal, atau getaran saat mengerem.
7. Komponen Penting dalam Sistem Rem Cakram
Memahami komponen-komponen dalam sistem rem cakram akan membantu Anda lebih memahami cara memperbaiki rem cakram depan yang blong dan melakukan perawatan yang tepat.
Piringan cakram (disc brake): Komponen berbentuk piringan yang berputar bersama roda dan menjadi bidang gesek untuk kampas rem.
Kampas rem (brake pad): Material gesek yang menjepit piringan cakram untuk menciptakan gesekan yang menghentikan putaran roda.
Kaliper rem: Komponen yang menampung piston dan kampas rem, berfungsi untuk menekan kampas ke piringan cakram.
Piston kaliper: Bagian yang bergerak maju mundur untuk menekan kampas rem ke piringan cakram saat tuas rem ditekan.
Master silinder: Komponen yang mengubah tekanan mekanik dari tuas rem menjadi tekanan hidrolik dalam sistem.
Minyak rem: Cairan hidrolik yang mentransfer tekanan dari master silinder ke kaliper rem.
Selang rem: Saluran yang mengalirkan minyak rem dari master silinder ke kaliper.
Reservoir minyak rem: Wadah penampung minyak rem yang biasanya dilengkapi dengan indikator level.
8. Tanda-Tanda Rem Cakram Bermasalah
Mengenali tanda-tanda awal masalah pada rem cakram dapat membantu Anda melakukan tindakan pencegahan sebelum harus melakukan cara memperbaiki rem cakram depan yang blong dalam kondisi darurat.
Bunyi berdecit atau berderit: Suara nyaring saat mengerem menandakan kampas rem sudah menipis dan logam dasar kampas bergesekan dengan cakram.
Getaran pada tuas atau pedal rem: Getaran saat mengerem bisa menandakan piringan cakram tidak rata atau sudah bengkok.
Pedal rem terasa lunak: Pedal yang terasa empuk atau dalam menandakan adanya udara dalam sistem hidrolik atau kebocoran minyak rem.
Pedal rem terasa keras: Pedal yang terlalu keras bisa menandakan masalah pada booster rem atau master silinder.
Jarak pengereman bertambah: Jika kendaraan membutuhkan jarak lebih jauh untuk berhenti, ini menandakan performa rem menurun.
Kendaraan menarik ke satu sisi: Saat mengerem kendaraan menarik ke kiri atau kanan menandakan kaliper macet atau kampas aus tidak merata.
Bau terbakar: Aroma seperti karet terbakar setelah pengereman menandakan rem terlalu panas atau kampas terlalu aus.
Lampu indikator menyala: Lampu peringatan rem pada dashboard menyala menandakan level minyak rem rendah atau ada masalah pada sistem.
9. Perbedaan Rem Cakram dan Rem Tromol
Memahami perbedaan antara rem cakram dan rem tromol penting untuk mengetahui cara memperbaiki rem cakram depan yang blong dengan tepat karena sistem kerjanya berbeda.
Sistem pengereman: Rem cakram menggunakan kampas yang menjepit piringan dari luar, sedangkan rem tromol menggunakan kampas yang menekan dari dalam silinder.
Efektivitas pengereman: Rem cakram memiliki daya cengkram lebih kuat dan responsif dibandingkan rem tromol, terutama dalam kondisi basah.
Pendinginan: Rem cakram lebih mudah dingin karena terpapar udara langsung, sementara rem tromol tertutup sehingga panas lebih lama terperangkap.
Perawatan: Rem cakram lebih mudah diperiksa dan dirawat karena komponennya terlihat dari luar, berbeda dengan rem tromol yang tertutup.
Biaya: Komponen rem cakram umumnya lebih mahal dibandingkan rem tromol, namun memiliki umur pakai yang lebih panjang.
Penggunaan: Rem cakram biasanya digunakan pada roda depan karena membutuhkan daya pengereman lebih besar, sementara rem tromol sering digunakan di roda belakang.
10. Kesalahan Umum dalam Perawatan Rem Cakram
Menghindari kesalahan umum dalam perawatan rem dapat mencegah keharusan melakukan cara memperbaiki rem cakram depan yang blong akibat kesalahan perawatan.
Mengabaikan bunyi abnormal: Banyak pengendara mengabaikan bunyi berdecit atau berderit pada rem hingga masalah menjadi lebih serius.
Menunda penggantian kampas: Menunggu kampas rem benar-benar habis dapat merusak piringan cakram dan meningkatkan biaya perbaikan.
Menggunakan komponen tidak original: Kampas rem atau minyak rem yang tidak sesuai spesifikasi dapat mengurangi performa pengereman.
Menyiram rem panas dengan air: Menyiram piringan cakram yang panas dengan air dapat menyebabkan cakram retak atau bengkok.
Tidak melakukan bleeding: Setelah mengganti minyak rem atau komponen hidrolik, bleeding harus dilakukan untuk mengeluarkan udara dari sistem.
Pelumasan yang salah: Memberikan pelumas pada kampas atau piringan cakram akan mengurangi gesekan dan membuat rem tidak pakem.
Mengabaikan pemeriksaan berkala: Tidak melakukan service rutin dapat membuat masalah kecil berkembang menjadi kerusakan serius.
11. Kapan Harus ke Bengkel Profesional
Meskipun beberapa cara memperbaiki rem cakram depan yang blong dapat dilakukan sendiri, ada kondisi tertentu yang memerlukan penanganan profesional di bengkel resmi.
Kerusakan master silinder: Masalah pada master silinder memerlukan diagnosa dan perbaikan oleh teknisi berpengalaman karena komponennya kompleks.
Kebocoran sistem hidrolik: Kebocoran pada selang atau komponen hidrolik memerlukan penggantian dan bleeding yang tepat oleh profesional.
Piringan cakram bengkok atau retak: Cakram yang bengkok perlu dibubut atau diganti, yang memerlukan peralatan khusus di bengkel.
Kaliper macet atau rusak: Kaliper yang macet atau rusak memerlukan pembongkaran dan perbaikan atau penggantian oleh teknisi.
Masalah pada booster rem: Untuk mobil, masalah pada booster rem memerlukan diagnosa dan perbaikan profesional.
Rem tetap blong setelah perbaikan: Jika setelah melakukan perbaikan sendiri rem masih blong, segera bawa ke bengkel resmi untuk pemeriksaan menyeluruh.
Tidak memiliki peralatan memadai: Jika tidak memiliki peralatan atau pengetahuan yang cukup, lebih baik serahkan pada profesional untuk menghindari kesalahan.
12. FAQ
Apa penyebab utama rem cakram depan blong?
Penyebab utama rem cakram depan blong adalah kampas rem yang aus atau habis, minyak rem yang habis atau bocor, udara yang masuk ke sistem pengereman (rem masuk angin), dan overheating akibat penggunaan rem yang berlebihan. Selain itu, selang rem yang tidak sesuai spesifikasi atau rusak juga dapat menyebabkan rem blong.
Bagaimana cara mengetahui kampas rem sudah aus?
Tanda kampas rem aus antara lain munculnya bunyi berdecit atau berderit nyaring saat mengerem, jarak pengereman yang semakin panjang, pedal atau tuas rem terasa lebih dalam, dan kendaraan tidak berhenti dengan pakem meskipun rem sudah ditekan maksimal. Pemeriksaan visual juga dapat dilakukan untuk melihat ketebalan kampas rem.
Apakah rem cakram depan blong bisa diperbaiki sendiri?
Untuk motor, perbaikan rem cakram depan blong dapat dilakukan sendiri jika Anda memiliki pengetahuan dasar mekanik dan peralatan yang memadai. Namun untuk mobil atau kerusakan yang kompleks, sangat disarankan untuk membawa kendaraan ke bengkel resmi agar ditangani oleh teknisi profesional untuk hasil yang optimal dan aman.
Berapa lama umur pakai kampas rem cakram?
Umur pakai kampas rem cakram bervariasi tergantung cara berkendara dan kondisi jalan, umumnya berkisar antara 20.000 hingga 50.000 kilometer untuk motor dan 30.000 hingga 70.000 kilometer untuk mobil. Pengendara yang sering melakukan pengereman mendadak atau berkendara di jalanan macet akan mengalami keausan kampas lebih cepat.
Apa yang harus dilakukan jika rem blong saat berkendara?
Jika rem blong saat berkendara, tetap tenang dan jangan matikan mesin. Gunakan engine brake dengan menurunkan gigi secara bertahap, manfaatkan rem tangan atau rem belakang dengan hati-hati, nyalakan lampu hazard, dan cari jalur aman untuk menepi. Hindari pengereman mendadak dan jaga jarak dengan kendaraan lain.
Seberapa sering harus mengganti minyak rem?
Minyak rem sebaiknya diganti setiap 1-2 tahun atau sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan, meskipun level minyak masih terlihat cukup. Hal ini karena minyak rem bersifat higroskopis yang dapat menyerap kelembaban dari udara sehingga kualitasnya menurun seiring waktu dan dapat mengurangi efektivitas sistem pengereman.
Apakah rem cakram yang panas berbahaya?
Rem cakram yang panas dalam batas wajar adalah normal karena prinsip kerjanya menghasilkan gesekan. Namun jika terlalu panas akibat penggunaan berlebihan, dapat menyebabkan minyak rem mendidih, kampas rem mengeras, dan daya cengkram menurun yang berpotensi menyebabkan rem blong. Hindari pengereman terus-menerus dan gunakan engine brake saat menuruni jalan panjang.
(kpl/fed)
Advertisement