Cara Menggunakan Mesin EDC BCA: Panduan Lengkap untuk Merchant dan Pelanggan

Cara Menggunakan Mesin EDC BCA: Panduan Lengkap untuk Merchant dan Pelanggan
Tips Keamanan Bertransaksi dengan Mesin EDC BCA

Kapanlagi.com - Mesin EDC BCA menjadi solusi pembayaran non tunai yang semakin populer di kalangan pelaku usaha. Dengan mesin ini, merchant dapat menerima berbagai metode pembayaran mulai dari kartu kredit, kartu debit, hingga QRIS dengan mudah dan aman. Kemudahan transaksi ini tidak hanya menguntungkan pemilik usaha, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi pelanggan yang tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar.

Cara menggunakan mesin EDC BCA sebenarnya cukup sederhana dan intuitif, terutama untuk tipe APOS yang memiliki tampilan mirip perangkat Android. Namun, memahami prosedur yang benar sangat penting untuk memastikan setiap transaksi berjalan lancar tanpa kendala. Baik merchant maupun pelanggan perlu mengetahui langkah-langkah dasar pengoperasian mesin EDC agar proses pembayaran dapat diselesaikan dengan cepat dan efisien.

Melansir dari bca.co.id, mesin EDC BCA dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan dan kemudahan yang mendukung berbagai jenis transaksi pembayaran. Merchant wajib memahami ketentuan penggunaan yang berlaku, termasuk prosedur otorisasi, pengecekan kartu, hingga proses settlement untuk memastikan setiap transaksi tercatat dengan baik dan dana dapat diterima sesuai jadwal yang ditentukan.

1. Mengenal Mesin EDC BCA dan Fungsinya

Mengenal Mesin EDC BCA dan Fungsinya (c) Ilustrasi AI

Mesin EDC (Electronic Data Capture) BCA adalah perangkat elektronik yang digunakan untuk memproses transaksi pembayaran non tunai menggunakan kartu kredit, kartu debit, uang elektronik seperti Flazz, hingga pembayaran berbasis QRIS. Perangkat ini menghubungkan merchant dengan jaringan perbankan untuk melakukan otorisasi dan pemrosesan transaksi secara real-time. Dengan mesin EDC, pelaku usaha dapat memperluas pilihan metode pembayaran bagi pelanggan, sehingga meningkatkan kenyamanan berbelanja dan potensi penjualan.

Fungsi utama mesin EDC BCA adalah memfasilitasi transaksi pembayaran dengan cara membaca data kartu melalui gesek magnetik, chip, atau teknologi contactless. Setelah data kartu terbaca, mesin akan mengirimkan informasi transaksi ke jaringan bank untuk mendapatkan otorisasi. Jika transaksi disetujui, mesin akan mencetak struk sebagai bukti pembayaran yang sah. Selain itu, mesin EDC BCA juga dilengkapi dengan fitur tambahan seperti settlement harian, cetak ulang struk, hingga laporan transaksi yang memudahkan merchant dalam mengelola keuangan usaha.

Menurut Ajaib.co.id, mesin EDC menawarkan kemudahan dalam pembayaran dengan kartu kredit maupun kartu debit, sehingga pelanggan tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar. Hal ini membuat transaksi menjadi lebih aman, nyaman, dan menyenangkan bagi kedua belah pihak.

Terdapat beberapa tipe mesin EDC BCA yang tersedia di pasaran, seperti tipe Move, Castles, dan APOS. Setiap tipe memiliki karakteristik dan cara pengoperasian yang sedikit berbeda, namun prinsip dasarnya tetap sama. Tipe APOS misalnya, memiliki tampilan layar sentuh yang mirip dengan smartphone Android, sehingga lebih mudah digunakan bahkan oleh pengguna yang baru pertama kali mengoperasikan mesin EDC. Fitur navigasi yang intuitif dan aplikasi pendukung seperti Info EDC BCA juga membantu merchant dalam memahami cara menggunakan mesin EDC BCA dengan lebih cepat dan efisien.

2. Langkah-Langkah Cara Menggunakan Mesin EDC BCA untuk Transaksi

Langkah-Langkah Cara Menggunakan Mesin EDC BCA untuk Transaksi (c) Ilustrasi AI

Proses transaksi menggunakan mesin EDC BCA dimulai dengan mengaktifkan perangkat. Cara mengaktifkan mesin berbeda-beda tergantung tipe yang digunakan. Untuk mesin EDC BCA tipe Move, kasir perlu menekan lama tombol hijau hingga mesin menyala. Pada tipe Castles, tombol yang ditekan adalah tombol bintang (*) secara lama. Sedangkan untuk tipe APOS, terdapat tombol on/off khusus yang terletak di bagian kanan atas layar. Setelah mesin menyala, layar akan menampilkan menu utama yang siap digunakan untuk memproses transaksi.

Langkah berikutnya adalah memilih opsi pemrosesan pembayaran yang sesuai dengan jenis transaksi. Pada mesin EDC tipe APOS, layar akan langsung menampilkan berbagai pilihan seperti kartu kredit, kartu debit, Flazz, atau QRIS dalam bentuk ikon aplikasi yang mudah dipahami. Kasir atau merchant kemudian menginput nominal transaksi yang akan diproses. Penting bagi pelanggan untuk memperhatikan dan memastikan bahwa jumlah yang diinput sudah sesuai dengan tagihan yang harus dibayar sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

Setelah nominal diinput, kartu pelanggan digesekkan pada mesin EDC dengan kecepatan sedang. Jangan terlalu cepat atau terlalu lambat agar strip magnetik dapat terbaca dengan baik. Jika kartu memiliki chip, masukkan kartu ke slot yang tersedia hingga berbunyi. Untuk kartu yang mendukung teknologi contactless, cukup tempelkan kartu pada area sensor yang ditandai dengan simbol gelombang. Pelanggan kemudian diminta untuk memasukkan PIN secara pribadi dan rahasia. Setelah PIN diinput, tekan tombol hijau atau tombol OK sesuai tipe mesin untuk melanjutkan proses otorisasi.

Melansir dari help.kasirpintar.co.id, setelah PIN dimasukkan, mesin EDC akan memproses transaksi dengan mengirimkan data ke jaringan bank untuk mendapatkan persetujuan. Proses ini memakan waktu beberapa detik hingga beberapa menit tergantung kualitas koneksi internet. Jika transaksi berhasil, mesin akan menampilkan kode approval dan mencetak struk transaksi sebagai bukti pembayaran. Merchant wajib menyimpan salinan struk untuk keperluan rekonsiliasi dan pelaporan keuangan.

3. Ketentuan Khusus Transaksi Kartu Kredit dan Debit di Mesin EDC BCA

Sebelum menerima transaksi pembayaran dengan kartu kredit, merchant wajib melakukan beberapa pemeriksaan penting. Pertama, periksa masa berlaku kartu kredit untuk memastikan kartu masih aktif. Kedua, teliti fisik kartu dan cocokkan 6 angka awal bank penerbit dengan daftar BIN (Bank Identification Number) yang tersedia. Ketiga, pastikan kesesuaian antara tanda tangan pemegang kartu di atas faktur dengan tanda tangan yang tertera pada bagian belakang kartu, kecuali jika transaksi menggunakan PIN sebagai metode otorisasi. Ketentuan ini tidak berlaku untuk transaksi contactless yang tidak memerlukan tanda tangan.

Setiap transaksi pembayaran dengan kartu kredit harus memperoleh otorisasi dari penerbit kartu melalui terminal dan menerima approval code dari BCA. Permintaan otorisasi wajib dilakukan pada saat pemegang kartu berada di lokasi transaksi. Merchant dilarang keras melakukan pengulangan transaksi pembayaran atas transaksi yang sama, menurunkan nilai transaksi, atau membagi nilai transaksi. Selain itu, merchant juga dilarang menggunakan kartu kredit milik sendiri pada terminal, melakukan penarikan tunai untuk keperluan merchant, atau mengenakan biaya tambahan (surcharge) atas transaksi kepada pengguna kartu.

Untuk transaksi menggunakan kartu debit, batas penarikan uang tunai yang dapat dilakukan oleh pemegang kartu debit BCA pada terminal adalah sesuai dengan ketentuan penarikan tunai yang ditetapkan oleh BCA. Merchant juga dilarang mengenakan biaya tambahan atas transaksi kepada pengguna kartu debit. Dalam hal timbul keraguan atas kartu kredit atau debit, merchant wajib memberitahukan hal tersebut kepada BCA melalui saluran komunikasi yang telah disediakan.

Menurut bca.co.id, merchant dilarang melakukan penagihan secara langsung maupun tidak langsung kepada pemegang kartu kredit dan/atau membayar kembali secara tunai kepada pemegang kartu atas transaksi pembayaran yang telah terjadi. Hal ini penting untuk menjaga integritas sistem pembayaran dan mencegah penyalahgunaan yang dapat merugikan semua pihak.

4. Cara Menggunakan Fitur QRIS dan Uang Elektronik di Mesin EDC BCA

Cara Menggunakan Fitur QRIS dan Uang Elektronik di Mesin EDC BCA (c) Ilustrasi AI

Mesin EDC BCA juga mendukung transaksi menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang memungkinkan pelanggan melakukan pembayaran dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi dompet digital atau mobile banking. Untuk menggunakan fitur ini, merchant dapat memilih opsi QRIS pada menu mesin EDC, kemudian mesin akan menampilkan kode QR yang dapat dipindai oleh pelanggan. Setelah pelanggan memindai dan mengonfirmasi pembayaran melalui aplikasi mereka, transaksi akan otomatis terproses dan mesin EDC akan mencetak struk sebagai bukti pembayaran.

Dalam melakukan transaksi isi ulang (top up) uang elektronik seperti Flazz, merchant wajib menanyakan besarnya nilai transaksi isi ulang kepada pelanggan. Merchant dilarang mengenakan biaya tambahan dalam bentuk apapun kepada pengguna uang elektronik dalam melakukan transaksi pembayaran atau transaksi isi ulang. Tidak ada batasan minimum transaksi pembayaran dengan menggunakan uang elektronik, namun otoritas yang berwenang dapat menentukan batasan maksimum transaksi sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Untuk transaksi QRIS statis, merchant dapat menggunakan Aplikasi Layanan Merchant BCA. Pada saat transaksi, Super Admin atau User wajib meminta pengguna memindai QR Code Pembayaran Statis dengan menggunakan aplikasi pembayaran mereka. Super Admin dan User wajib memastikan transaksi yang dilakukan pengguna tercatat pada Aplikasi Merchant BCA sebelum menyerahkan barang atau jasa. Segala akibat yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang tidak tercatat pada aplikasi menjadi tanggung jawab merchant sepenuhnya.

Merchant bertanggung jawab sepenuhnya atas penggunaan Aplikasi Merchant BCA dan QR Code Pembayaran Statis, termasuk penyalahgunaan oleh merchant atau pihak lain manapun. Setiap instruksi yang diterima BCA dari Super Admin dan User melalui Aplikasi Merchant BCA adalah instruksi yang sah dari dan mengikat merchant. Oleh karena itu, penting bagi merchant untuk menjaga keamanan akses aplikasi dan tidak memberikan informasi login kepada pihak yang tidak berwenang.

5. Tips Keamanan Bertransaksi dengan Mesin EDC BCA

Tips Keamanan Bertransaksi dengan Mesin EDC BCA (c) Ilustrasi AI

Keamanan transaksi menggunakan mesin EDC BCA menjadi prioritas utama baik bagi merchant maupun pelanggan. Merchant harus selalu memastikan bahwa transaksi sebelumnya sudah benar-benar selesai sebelum memproses transaksi baru, terutama jika mesin baru saja digunakan oleh pelanggan lain. Kasir kadang-kadang luput membatalkan transaksi sebelumnya yang gagal, sehingga dapat ter-charge ke pelanggan berikutnya. Oleh karena itu, penting untuk selalu memeriksa layar mesin EDC sebelum memulai transaksi baru.

Pelanggan juga perlu mengawasi kasir selama pemrosesan transaksi untuk memastikan tidak ada tindakan mencurigakan yang dilakukan. Berhati-hatilah agar kasir tidak mencatat nomor kartu kredit dan CVV tanpa sepengetahuan pemilik kartu. Saat memasukkan PIN, pelanggan sebaiknya menutup mesin EDC dengan tangan atau badan agar nomor PIN tidak terlihat oleh orang lain. Jangan pernah menyampaikan PIN kepada siapapun, termasuk kasir atau petugas merchant.

Setelah transaksi selesai, periksa ulang slip dan struk untuk memastikan semua nominal sudah sesuai, baik rincian per item maupun total pembayarannya. Simpan kartu segera setelah digesek pada mesin EDC dan jangan meninggalkan kartu di atas meja kasir atau memasukkannya dalam kantong belanja, karena dapat terselip atau disembunyikan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Simpan struk transaksi sebagai bukti pembayaran yang sah dan dapat digunakan untuk keperluan klaim atau komplain jika diperlukan.

Melansir dari Ajaib.co.id, untuk meningkatkan keamanan saat melakukan pembayaran via mesin EDC, pelanggan perlu memastikan transaksi sebelumnya sudah benar-benar selesai, mengawasi kasir selama pemrosesan transaksi, memeriksa ulang slip dan struk seusai transaksi, serta menyimpan kartu segera setelah digesek. Asalkan berhati-hati, transaksi apapun dapat ditunaikan dengan aman dan nyaman.

6. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) (c) Ilustrasi AI

Bagaimana cara mengaktifkan mesin EDC BCA?

Cara mengaktifkan mesin EDC BCA berbeda-beda tergantung tipe mesin. Untuk tipe Move, tekan lama tombol hijau. Untuk tipe Castles, tekan lama tombol bintang (*). Sedangkan untuk tipe APOS, gunakan tombol on/off khusus yang terletak di bagian kanan atas layar. Setelah mesin menyala, layar akan menampilkan menu utama yang siap digunakan untuk memproses transaksi.

Apa yang harus dilakukan jika kartu gagal digesek di mesin EDC BCA?

Jika kartu gagal digesek, periksa kondisi fisik kartu untuk memastikan strip magnetik tidak rusak dan tanggal kedaluwarsa masih berlaku. Pastikan tidak ada lem dompet, stiker, atau bekas makanan yang menempel pada kartu. Coba gesek ulang dengan kecepatan sedang. Jika masih gagal, gunakan metode chip atau contactless jika kartu mendukung fitur tersebut.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memproses transaksi di mesin EDC BCA?

Waktu pemrosesan transaksi di mesin EDC BCA bervariasi antara beberapa detik hingga beberapa menit, tergantung pada kualitas koneksi internet dan kondisi jaringan bank. Setelah jaringan bank merespons, mesin EDC akan menampilkan pesan yang menandakan pembayaran sukses atau gagal beserta kode approval jika transaksi berhasil.

Apakah merchant boleh mengenakan biaya tambahan untuk transaksi menggunakan mesin EDC BCA?

Tidak, merchant dilarang mengenakan biaya tambahan (surcharge) atas transaksi kepada pengguna atau pemilik kartu, uang elektronik, dan sumber dana lainnya. Ketentuan ini berlaku untuk semua jenis transaksi termasuk kartu kredit, kartu debit, Flazz, dan QRIS sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh BCA dan otoritas terkait.

Bagaimana cara melakukan settlement di mesin EDC BCA?

Untuk melakukan settlement, pada tampilan Home di mesin EDC, tekan tombol ^ lalu isikan password, kemudian tekan tombol berwarna hijau. Pada halaman Menu pilih Settlement, tekan tombol berwarna hijau lalu isikan kembali password. Tunggu beberapa saat dan mesin EDC akan mencetak struk settlement yang berisi ringkasan transaksi harian.

Apa yang harus dilakukan jika pembayaran EDC berhasil tetapi aplikasi tidak merespon?

Jika pembayaran EDC berhasil namun aplikasi tidak merespon, merchant dapat menyelesaikan transaksi dengan menggunakan metode pembayaran EDC manual. Klik tombol Bayar EDC Manual pada aplikasi, kemudian masukkan Nomor Kartu ATM Pelanggan, Nomor Approval, dan Trace No sesuai dengan informasi yang tertera pada struk transaksi yang keluar dari mesin EDC. Setelah itu, transaksi akan berhasil dan pembayaran akan tercatat di aplikasi.

Berapa lama merchant harus menyimpan struk transaksi EDC BCA?

Merchant wajib menyimpan struk transaksi sekurang-kurangnya 120 hari kalender sejak tanggal transaksi. Untuk transaksi refund QRIS, merchant juga wajib menyimpan faktur refund sekurang-kurangnya 120 hari kalender sejak tanggal pelaksanaan refund. Struk ini penting sebagai bukti transaksi yang sah dan dapat digunakan untuk keperluan rekonsiliasi, pelaporan, atau penyelesaian sengketa jika diperlukan.

(kpl/fds)

Rekomendasi
Trending