Cara Menyimpan Tomat agar Tetap Segar Tanpa Cepat Busuk, Jangan Asal Masukkan Kulkas
Cara menyimpan tomat agar tetap segar tanpa cepat busuk (AI generated)
Kapanlagi.com - Cara menyimpan tomat agar tetap segar tanpa cepat busuk sebenarnya tidak sulit, tetapi membutuhkan perhatian pada tempat, suhu, tingkat kematangan, dan posisi tomat saat disimpan. Kebiasaan langsung memasukkan tomat ke dalam kulkas justru tidak selalu menjadi pilihan terbaik, terutama jika tomat masih utuh dan belum terlalu matang.
Tomat yang disimpan dengan tepat dapat mempertahankan tekstur, rasa, dan kesegarannya lebih lama. Sebaliknya, tomat yang diletakkan sembarangan, terkena sinar matahari langsung, atau ditumpuk dengan buah lain bisa lebih cepat lembek, memar, bahkan berjamur.
Mengetahui kondisi tomat sebelum menyimpannya juga penting. Tomat yang masih mentah, sudah matang, terlalu matang, atau sudah dipotong membutuhkan perlakuan berbeda. Dengan cara sederhana, stok tomat di dapur bisa lebih awet sekaligus mengurangi bahan makanan yang terbuang, Minggu (9/8/2026)
Advertisement
1. Cara Menyimpan Tomat
1. Simpan tomat utuh pada suhu ruang
Untuk tomat yang masih utuh dan belum terlalu matang, meja dapur atau tempat penyimpanan bersuhu ruang umumnya lebih baik daripada kulkas. Panduan dari University of Florida melalui NIFA/USDA menyebutkan bahwa tomat utuh dan matang tidak membutuhkan pendinginan karena penyimpanan dingin dapat mengurangi cita rasanya.
Tempat penyimpanan sebaiknya kering, tidak terlalu panas, dan jauh dari sinar matahari langsung. Sinar matahari yang mengenai tomat secara terus-menerus dapat mempercepat proses pematangan sehingga buah lebih cepat lunak.
Southern Living Test Kitchen merekomendasikan suhu sekitar 60–65°F atau sekitar 16–18°C sebagai kondisi ideal untuk penyimpanan tomat di meja dapur. Dalam kondisi rumah yang lebih hangat, terutama di Indonesia, prinsip utamanya adalah memilih tempat yang paling sejuk, kering, dan tidak terkena panas langsung.
Tomat juga sebaiknya tidak langsung ditumpuk dalam jumlah banyak. Berikan sedikit ruang di antara buah agar udara dapat bergerak dan bagian kulit tidak mudah tertekan.
2. Letakkan bagian tangkai menghadap ke bawah
Salah satu cara sederhana yang dapat dicoba adalah menyimpan tomat dengan bagian tangkai atau bekas tangkai menghadap ke bawah. Posisi ini membuat bagian yang lebih lunak dan rentan mengalami tekanan tidak langsung menjadi tumpuan.
Stop Food Waste menyarankan penyimpanan tomat di meja dapur dengan posisi vine/stem side down. Cara tersebut juga membantu mengurangi risiko bagian dasar tomat tertekan atau memar.
Pengujian yang dilakukan The Kitchn juga menunjukkan hasil menarik. Dalam percobaan selama 10 hari, tomat yang disimpan dengan bagian tangkai menghadap ke bawah tetap relatif enak, dengan hanya sedikit kehilangan kelembapan. Hasil pengujian tersebut mendapatkan nilai 9 dari 10.
Meski demikian, posisi ini bukan satu-satunya metode. Yang paling penting adalah menghindari tekanan berlebihan pada tomat dan memastikan permukaan tempat penyimpanan bersih serta kering.
3. Coba menutup bekas tangkai dengan selotip
Ada pula metode yang cukup unik, yaitu menutup bagian bekas tangkai dengan potongan kecil selotip. Cara ini menjadi salah satu metode yang diuji The Kitchn setelah terinspirasi dari teknik yang sebelumnya diuji Serious Eats.
Dalam pengujian The Kitchn, tomat dengan posisi tangkai menghadap ke atas dan bagian bekas tangkainya ditutup selotip menunjukkan kondisi yang sangat baik setelah 10 hari. Kulit masih terlihat kencang, tidak tampak kehilangan banyak kelembapan, dan teksturnya masih terasa baik ketika ditekan ringan.
Prinsip di balik metode tersebut adalah membuat semacam penghalang pada bagian bekas tangkai yang dianggap menjadi salah satu jalur keluarnya kelembapan sekaligus titik yang berpotensi menjadi jalan masuk mikroorganisme.
Cara mencobanya pun sederhana. Pastikan bagian tangkai dalam kondisi bersih dan kering, kemudian tempelkan potongan kecil selotip pada bagian bekas tangkai. Selotip dilepas ketika tomat hendak digunakan.
Metode ini bisa menjadi alternatif jika Anda tidak ingin repot memastikan tomat selalu berada dalam posisi terbalik. Namun, hasil pengujian tersebut merupakan pengujian rumahan, sehingga tidak berarti semua jenis tomat akan bertahan tepat 10 hari dalam kondisi yang sama.
2. Cara Menyimpan Tomat Selanjutnya
4. Jangan buru-buru memasukkan tomat ke kulkas
Kulkas memang dapat memperlambat proses pembusukan dan pematangan, tetapi bukan berarti selalu menjadi tempat terbaik untuk tomat segar. Suhu dingin dapat membuat tekstur tomat berubah menjadi lebih bertepung atau mealy dan mengurangi kualitas rasanya.
The Kitchn menguji tomat yang disimpan terbuka di dalam kulkas selama 10 hari. Tomat memang tidak cepat busuk, tetapi hasilnya menjadi pucat dan kehilangan banyak kualitas rasa, sehingga hanya memperoleh nilai 2 dari 10. Tomat yang disimpan dalam wadah tertutup di kulkas juga mengalami perubahan tekstur dan rasa yang serupa.
NIFA/USDA juga menjelaskan bahwa tomat utuh tidak perlu didinginkan dan dapat mengalami penurunan cita rasa ketika disimpan dalam kondisi dingin.
Karena itu, jika tomat masih utuh dan belum terlalu matang, lebih baik simpan di tempat yang sejuk pada suhu ruang. Kulkas dapat dipertimbangkan ketika tomat sudah sangat matang dan Anda membutuhkan tambahan waktu sebelum menggunakannya.
5. Pisahkan tomat yang sudah matang dari yang masih mentah
Tidak semua tomat dalam satu wadah memiliki tingkat kematangan yang sama. Tomat yang sudah merah dan lunak sebaiknya diprioritaskan untuk dikonsumsi lebih dulu, sedangkan tomat yang masih agak keras dapat dibiarkan matang secara perlahan.
Pemisahan ini membantu Anda mengontrol proses pematangan. Tomat menghasilkan gas etilen, yaitu senyawa alami yang berperan dalam proses pematangan. Stop Food Waste menyarankan agar tomat tidak diletakkan berdekatan dengan buah lain yang juga menghasilkan etilen jika Anda ingin memperlambat pematangan.
Apel dan pisang, misalnya, juga menghasilkan etilen. Jika tujuan Anda justru mempercepat tomat yang masih mentah agar matang, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan.
6. Gunakan kantong kertas untuk mempercepat tomat mentah matang
Tomat yang masih hijau atau belum matang sempurna tidak harus langsung dimasukkan ke kulkas. Jika ingin segera menggunakannya, masukkan tomat ke dalam kantong kertas dan tutup secara longgar.
Southern Living menjelaskan bahwa kantong kertas dapat membantu menahan gas etilen yang dikeluarkan tomat sehingga proses pematangan berlangsung lebih cepat. Menambahkan apel atau pisang ke dalam kantong dapat mempercepat proses tersebut karena kedua buah itu juga menghasilkan etilen.
Periksa tomat setiap hari. Begitu warnanya berubah dan teksturnya mulai sesuai dengan tingkat kematangan yang diinginkan, keluarkan dari kantong agar tidak terus mengalami pematangan berlebihan.
Cara ini lebih baik daripada meletakkan tomat mentah di bawah sinar matahari langsung. Cahaya matahari bukanlah faktor utama yang dibutuhkan untuk membuat tomat matang setelah dipanen.
3. Metode Menyimpan Tomat Lainnya
7. Simpan tomat ceri dalam wadah yang tidak terlalu penuh
Tomat ceri dan tomat anggur berukuran kecil membutuhkan perhatian yang sama. Karena ukurannya kecil, buah-buah tersebut mudah ditumpuk terlalu banyak sehingga bagian bawahnya tertekan oleh tomat lain.
Southern Living menyarankan tomat ceri dan tomat anggur ditempatkan dalam wadah dangkal sehingga udara masih dapat bersirkulasi di sekelilingnya.
Gunakan wadah yang cukup lebar dan jangan mengisinya sampai terlalu penuh. Jika terdapat satu tomat yang mulai lunak atau menunjukkan tanda kerusakan, segera pisahkan agar tidak menyulitkan pemeriksaan tomat lainnya.
Stop Food Waste juga menyebutkan bahwa aturan serupa dapat diterapkan pada tomat ceri: simpan pada suhu ruang, tetapi pertimbangkan kulkas jika buah sudah sangat matang atau kondisi dapur terlalu panas.
8. Tomat yang sudah dipotong wajib masuk kulkas
Aturan penyimpanan berubah ketika tomat sudah dipotong. Tomat yang telah diiris, dibelah, atau dipotong sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja di meja dapur.
Panduan NIFA/USDA menyebutkan bahwa tomat yang sudah dipotong perlu disimpan dalam kondisi dingin. Bahan pangan segar yang sudah dipotong juga perlu segera didinginkan, sementara sisa tomat potong yang dibiarkan pada suhu ruang terlalu lama sebaiknya tidak dikonsumsi.
Masukkan tomat yang sudah dipotong ke dalam wadah bersih dan tertutup rapat, kemudian simpan di kulkas. Southern Living menyarankan tomat potong digunakan dalam waktu sekitar dua hari untuk mendapatkan kualitas terbaik.
Langkah ini bukan sekadar soal menjaga tekstur. Setelah dipotong, bagian dalam tomat terbuka sehingga lebih mudah terpapar lingkungan dan berpotensi mengalami kontaminasi.
9. Perhatikan kondisi tomat sebelum disimpan
Cara menyimpan tomat agar tetap segar tanpa cepat busuk sebenarnya sudah dimulai sejak memilih buah. Tomat yang akan disimpan beberapa hari sebaiknya memiliki kulit yang masih kencang, tidak memiliki memar berat, tidak retak, dan tidak menunjukkan tanda jamur.
Tomat yang sudah memiliki bagian lembek sebaiknya dipisahkan dari tomat lain. Jangan menganggap semua tomat dalam satu wadah masih dalam kondisi sama hanya karena bagian luarnya terlihat baik.
USDA WIC menyarankan memilih tomat yang bebas dari noda dan bagian lunak. Tomat yang baik juga umumnya terasa cukup padat dan berat ketika dipegang.
Pemeriksaan singkat setiap hari juga sangat membantu. Begitu menemukan tomat yang sudah terlalu matang, segera gunakan untuk sambal, saus, sup, tumisan, atau masakan lain daripada menunggu sampai benar-benar rusak.
4. Menyimpan dan Mengolah Tomat
10. Tomat terlalu matang bisa didinginkan sementara
Tomat yang sudah sangat matang memiliki kondisi berbeda. Jika belum sempat digunakan dan Anda membutuhkan tambahan waktu, kulkas dapat menjadi pilihan sementara untuk memperlambat pematangannya.
Southern Living menyebutkan bahwa tomat yang sudah terlalu matang dapat dimasukkan ke kulkas selama satu atau dua hari. Sebelum dikonsumsi, tomat sebaiknya dikeluarkan terlebih dahulu dan dibiarkan kembali mendekati suhu ruang agar kualitas rasa lebih baik.
Kulkas dalam kondisi ini bukan bertujuan mempertahankan kualitas tomat selama berminggu-minggu. Fungsinya lebih sebagai cara untuk memperlambat proses ketika tomat sudah berada di tahap sangat matang dan belum dapat segera diolah.
Jika jumlahnya terlalu banyak, tomat yang matang berlebihan juga dapat diolah menjadi saus atau dibekukan untuk kebutuhan masakan seperti sup dan saus. Southern Living mencatat bahwa tomat beku lebih cocok digunakan untuk olahan yang dimasak karena teksturnya tidak akan sama seperti tomat segar setelah dicairkan.
11. Hindari mencuci tomat jauh sebelum digunakan
Tomat yang akan disimpan sebaiknya tidak dalam kondisi basah. Kelembapan yang tertinggal pada permukaan dapat membuat lingkungan penyimpanan menjadi lebih lembap dan berpotensi mempercepat kerusakan.
Karena itu, jika tomat baru dibeli dan belum akan digunakan, simpan dalam kondisi kering. Pencucian dapat dilakukan ketika tomat hendak digunakan, dengan tetap memperhatikan kebersihan tangan dan peralatan.
Kebersihan tetap penting meskipun tomat akan dimakan dalam keadaan segar. USDA menekankan pentingnya mencuci tangan dan menjaga kebersihan permukaan serta peralatan ketika menangani bahan pangan untuk mengurangi risiko kontaminasi.
Dengan memperhatikan kondisi tomat, suhu penyimpanan, sirkulasi udara, tingkat kematangan, dan kebersihan, tomat dapat digunakan lebih optimal. Tidak ada satu metode yang cocok untuk semua keadaan. Tomat utuh yang belum matang sebaiknya diperlakukan berbeda dengan tomat yang sudah matang, terlalu matang, atau sudah dipotong.
5. Tanya Jawab Seputar Menyimpan Tomat
1. Apakah tomat lebih baik disimpan di kulkas atau suhu ruang?
Untuk tomat utuh yang belum terlalu matang, suhu ruang umumnya lebih baik untuk mempertahankan rasa dan teksturnya. Kulkas dapat digunakan sementara untuk tomat yang sudah sangat matang atau untuk tomat yang telah dipotong.
2. Apakah menyimpan tomat dengan posisi tangkai di bawah benar-benar membuatnya lebih awet?
Posisi tangkai di bawah dapat membantu mengurangi tekanan pada bagian dasar tomat yang lebih lunak. Pengujian The Kitchn juga menunjukkan hasil yang cukup baik pada metode ini, meskipun hasil penyimpanan dapat berbeda tergantung jenis tomat dan kondisi lingkungan.
3. Bolehkah tomat disimpan dalam kulkas?
Boleh, terutama jika tomat sudah sangat matang atau sudah dipotong. Namun, penyimpanan dingin pada tomat utuh dapat membuat teksturnya lebih mealy dan rasa menjadi kurang optimal.
4. Bagaimana cara membuat tomat yang masih hijau cepat matang?
Masukkan tomat ke dalam kantong kertas yang ditutup secara longgar dan simpan pada suhu ruang. Anda juga dapat memasukkan apel atau pisang untuk membantu mempercepat proses pematangan karena keduanya menghasilkan etilen.
5. Berapa lama tomat yang sudah dipotong dapat disimpan?
Tomat yang sudah dipotong sebaiknya segera dimasukkan ke kulkas dalam wadah tertutup. Untuk kualitas terbaik, Southern Living menyarankan menggunakannya dalam waktu sekitar dua hari.
Sumber Rujukan
- The Kitchn, “The Best Way to Store Tomatoes” — pengujian beberapa metode penyimpanan tomat.
- Southern Living, “How To Store Tomatoes So They'll Stay Fresh And Last Longer” — panduan penyimpanan berdasarkan tingkat kematangan, termasuk penggunaan kulkas dan kantong kertas.
- Stop Food Waste, “Tomatoes” — panduan menyimpan tomat pada suhu ruang, posisi tangkai, etilen, dan penyimpanan tomat matang.
- NIFA/USDA, “Tomatoes and Other Seed-Bearing Vegetables: Safe Handling Practices for Consumers” — panduan keamanan penanganan tomat utuh dan tomat yang sudah dipotong.
- USDA Food Safety and Inspection Service, “Keep Food Safe! Food Safety Basics” — prinsip dasar keamanan penyimpanan dan penanganan pangan.
(kpl/yni)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Mila DA7 dan Valen DA7, Tampil Kompak Ala Barbie & Ken di DA8
-
Fashion Selebriti Jirayut Kenakan Jersey Setengah Merah Biru di Final FIFA ASEAN Cup
