Cara Merawat Lidah Mertua agar Tumbuh Subur, Hijau, dan Sehat Sepanjang Tahun
cara merawat lidah mertua (h)
Kapanlagi.com - Cara merawat lidah mertua (Sansevieria) tergolong mudah karena tanaman sukulen ini dikenal sangat tahan banting dan tidak memerlukan perawatan intensif. Kuncinya terletak pada penyiraman yang tidak berlebihan serta penempatan di area dengan cahaya terang tidak langsung.
Pemilihan media tanam serta jadwal pemupukan yang tepat juga menjadi bagian penting dalam cara merawat lidah mertua. Dengan perawatan yang benar, tanaman hias populer ini bisa tumbuh subur dan bertahan hingga puluhan tahun lamanya.
Dilansir dari Bloomscape, popularitas tanaman lidah mertua melonjak setelah studi NASA tahun 1989 membuktikan kemampuannya sebagai salah satu penyerap polutan udara terbaik di dalam ruangan. Tanaman ini memiliki kualitas pemurni udara yang mampu menghilangkan racun seperti formaldehida, benzena, dan trikloroetilena dari lingkungan sekitar. Kemampuan tersebut menjadikan lidah mertua bukan sekadar penghias ruangan, tetapi juga penunjang kualitas udara di rumah.
Advertisement
1. 1. Cara Menyiram Lidah Mertua yang Benar
Salah satu aspek paling krusial dalam cara merawat lidah mertua adalah teknik penyiraman. Overwatering menjadi penyebab utama kematian tanaman ini, sehingga memahami pola siram yang tepat akan menentukan keberhasilan perawatan jangka panjang.
Tunggu media tanam benar-benar kering sebelum menyiram: Lidah mertua menyimpan cadangan air di dalam daun tebalnya sehingga tidak membutuhkan penyiraman yang sering. Periksa kelembapan media tanam dan pastikan 2-5 cm bagian atas sudah benar-benar kering sebelum menyiram kembali. Frekuensi penyiraman yang ideal berkisar antara dua hingga tiga minggu sekali, tergantung kondisi suhu dan kelembapan di sekitar tanaman.
Siram secara menyeluruh lalu buang kelebihan air: Saat menyiram, tuangkan air secara merata hingga mengalir keluar dari lubang drainase pot. Pastikan untuk tidak membuat media tanam terlalu jenuh dan buang sisa air yang tertampung di tatakan. Justin Hancock, dikutip dari Homes and Gardens, menyarankan, "Membiarkan media tanam mengering sekitar 50 persen ke bawah dapat membantu mencegah akar tenggelam."
Sesuaikan frekuensi penyiraman dengan musim: Pada musim kemarau atau cuaca hangat, penyiraman bisa dilakukan setiap dua hingga tiga minggu. Saat musim hujan atau cuaca dingin, kurangi frekuensi penyiraman karena lidah mertua lebih menyukai kondisi kering dan kebutuhan airnya menurun drastis. Penyiraman berlebihan di musim hujan adalah kesalahan umum yang sering memicu pembusukan akar.
Kenali tanda-tanda penyiraman yang salah: Daun yang mulai menguning dan pangkal batang yang mulai membusuk merupakan tanda jelas bahwa tanaman terlalu banyak menerima air. Sebaliknya, daun yang mengerut, ujung mengering, atau terlihat layu menandakan tanaman membutuhkan lebih banyak asupan air. Memahami bahasa tubuh tanaman adalah keterampilan dasar yang sangat membantu dalam merawat lidah mertua.
Secara umum, prinsip "lebih baik kurang dari kelebihan" sangat berlaku untuk penyiraman lidah mertua. Ketika ragu, lebih baik lewatkan jadwal penyiraman karena tanaman ini jauh lebih toleran terhadap pengabaian dibandingkan perhatian berlebihan.
2. 2. Cara Mengatur Pencahayaan dan Suhu Ideal untuk Lidah Mertua
Pencahayaan dan suhu merupakan faktor penting berikutnya dalam cara merawat lidah mertua agar daunnya tetap berwarna cerah dan pertumbuhannya optimal. Meskipun tanaman ini terkenal adaptif, terdapat kisaran kondisi tertentu yang paling mendukung kesehatannya.
Berikan cahaya terang tidak langsung selama 6-8 jam per hari: Posisi ideal untuk lidah mertua adalah di dekat jendela yang mendapat sinar matahari tidak langsung atau area ruangan yang cukup terang. Kaylyn Hewitt, desainer bunga utama Bouqs, dikutip dari AOL, menyatakan, "Tempat nyaman dengan sinar matahari tidak langsung akan cocok, meski lidah mertua juga bisa mentoleransi cahaya rendah."
Hindari paparan sinar matahari langsung yang berkepanjangan: Meskipun toleran terhadap berbagai kondisi cahaya, sinar matahari langsung yang terlalu intens dapat membakar daun dan menyebabkan perubahan warna menjadi kecokelatan. Sara Bendrick, kontraktor lanskap, dikutip dari AOL, menjelaskan, "Sinar matahari langsung bukan favorit mereka—tanaman ini akan menguning dan terlihat sakit."
Gunakan tirai tipis untuk menyaring cahaya: Jika lidah mertua diletakkan di dekat jendela yang menghadap langsung ke matahari, pasang tirai tipis atau transparan untuk mengurangi intensitas cahaya tanpa menghilangkan kecerahan. Cara sederhana ini efektif mencegah kerusakan daun akibat sengatan matahari, terutama pada siang hari saat intensitas cahaya paling tinggi.
Jaga suhu ruangan tetap stabil antara 18-30°C: Lidah mertua tumbuh optimal pada suhu yang konsisten dan tidak menyukai perubahan drastis. Paris Lalicata, pakar tanaman dari The Sill, dikutip dari AOL, menyatakan, "Lingkungan terbaik adalah yang stabil tanpa terlalu banyak angin, dengan suhu antara 65 dan 75 derajat Fahrenheit." Hindari menempatkan tanaman di dekat AC langsung, radiator, atau area yang sering terkena hembusan angin kencang.
Pindahkan tanaman secara bertahap jika mengubah lokasi: Ketika ingin memindahkan lidah mertua dari dalam ruangan ke luar atau sebaliknya, lakukan secara bertahap selama satu hingga dua minggu. Mulai dengan beberapa jam di lokasi baru, lalu tambah durasinya setiap hari agar tanaman bisa beradaptasi tanpa mengalami stres. Cara merawat lidah mertua yang memperhatikan kebutuhan cahaya ini akan memastikan tanaman tetap sehat selama transisi.
Lidah mertua termasuk tanaman yang menggunakan proses fotosintesis khusus bernama CAM (Crassulacean Acid Metabolism), yang memungkinkannya menyerap karbondioksida dan melepaskan oksigen pada malam hari. Keunikan ini menjadikannya salah satu tanaman hias kamar yang tidak hanya mempercantik ruangan tetapi juga mendukung kualitas tidur.
3. 3. Cara Memilih Media Tanam, Memupuk, dan Merepotting Lidah Mertua
Aspek perawatan lanjutan yang tidak kalah menentukan keberhasilan dalam cara merawat lidah mertua meliputi pemilihan media tanam, pemberian pupuk, serta jadwal repotting. Ketiga hal ini saling berkaitan dan berpengaruh langsung terhadap kesehatan akar serta pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
Gunakan media tanam dengan drainase yang baik: Media tanam terbaik untuk lidah mertua adalah campuran khusus sukulen dan kaktus yang ringan serta porous. Sebagaimana dikutip dari Gardening Know How, penggunaan media tanam yang memiliki drainase baik sangat penting karena akar yang terendam air akan mudah membusuk. Jika campuran sukulen tidak tersedia, campurkan tanah biasa dengan pasir, perlit, atau batu apung agar air tidak menggenang terlalu lama. Media tanam serupa juga cocok untuk jenis tanaman kaktus.
Pilih pot dengan lubang drainase yang memadai: Pot terakota atau tanah liat sangat direkomendasikan karena bersifat porous dan membantu media tanam lebih cepat mengering. Pot plastik cenderung menahan kelembapan lebih lama sehingga meningkatkan risiko overwatering. Selain itu, pastikan pot yang digunakan cukup lebar dan stabil karena lidah mertua yang tumbuh tinggi bisa menjadi berat di bagian atas.
Sesuaikan ukuran pot dengan tanaman: Pilih pot yang hanya sedikit lebih besar dari ukuran akar, dengan ruang sekitar 2-3 cm di sekeliling tanaman. Lidah mertua justru menyukai pot yang agak sempit, sehingga jangan menanamnya di pot yang terlalu besar. Pot yang terlalu longgar akan menahan terlalu banyak kelembapan dan menghambat proses pengeringan media tanam.
Berikan pupuk pada musim pertumbuhan aktif: Lidah mertua bukan tanaman yang rakus nutrisi, tetapi pemberian pupuk secara berkala di musim semi dan musim panas dapat mempercepat pertumbuhan. Gunakan pupuk cair untuk tanaman hias atau sukulen dengan dosis setengah dari yang direkomendasikan pada kemasan, setiap empat hingga enam minggu sekali. Hindari pemberian pupuk saat musim dingin atau hujan karena tanaman sedang dalam fase istirahat.
Pangkas daun yang rusak, menguning, atau terserang penyakit: Pemangkasan rutin tidak hanya menjaga penampilan tanaman tetapi juga mencegah penyebaran infeksi ke bagian sehat lainnya. Gunakan gunting yang sudah disterilkan dengan alkohol dan potong daun hingga ke bagian pangkal agar merangsang pertumbuhan tunas baru. Teknik pemangkasan ini sama pentingnya dengan yang diterapkan pada perawatan tanaman sukulen lainnya.
Lakukan repotting setiap 2-3 tahun: Lidah mertua tidak perlu sering dipindahkan dan sebaiknya di-repot hanya setiap tiga hingga lima tahun. Repotting dilakukan ketika akar sudah memenuhi pot dan mulai keluar dari lubang drainase. Siram tanaman beberapa hari sebelumnya untuk mengurangi risiko stres transplantasi, dan gunakan pot baru yang hanya satu ukuran lebih besar dari sebelumnya.
Tanaman lidah mertua juga bisa diperbanyak melalui stek daun dalam air atau pemisahan rimpang (rhizome). Untuk propagasi melalui stek daun, potong daun sehat menjadi beberapa bagian sepanjang 7-10 cm, buat potongan segitiga di ujung atas untuk menandai arah tumbuh, lalu masukkan ujung bawah ke dalam air. Ganti air setiap minggu dan tunggu hingga akar tumbuh cukup panjang sebelum memindahkan ke media tanam yang sesuai.
4. Manfaat dan Tips Penempatan Tanaman Lidah Mertua di Rumah
Selain menjadi tanaman hias yang menarik, lidah mertua menawarkan berbagai manfaat kesehatan dan estetika bagi hunian. Memahami cara merawat lidah mertua sekaligus menempatkannya di lokasi yang tepat akan membantu memaksimalkan semua keuntungan yang ditawarkan tanaman ini.
Dari segi kesehatan udara, kemampuan lidah mertua sebagai pemurni udara telah dibuktikan melalui riset NASA pada akhir 1980-an yang bertujuan mencari cara memurnikan udara di stasiun luar angkasa. Tanaman ini menghasilkan oksigen pada malam hari melalui proses fotosintesis CAM, sehingga sangat cocok ditempatkan di kamar tidur untuk mendukung kualitas istirahat yang lebih baik. Racun yang mampu diserap meliputi formaldehida dari perabotan, benzena dari produk plastik, serta trikloroetilena dari bahan pembersih rumah tangga.
Penempatan lidah mertua di lokasi strategis juga dipercaya membawa energi positif menurut prinsip Feng Shui. Anjie, arsitek praktisi Feng Shui, dikutip dari Livingetc, menyatakan, "Dalam Feng Shui, lidah mertua memiliki kualitas pelindung karena menyerupai pedang yang tajam dan garang." Berdasarkan filosofi ini, meletakkan tanaman di area pintu masuk dipercaya dapat melindungi dari energi negatif, sementara penempatan di ruang kerja mendukung produktivitas dan fokus. Tanaman hias seperti janda bolong dan aglonema juga sering dipadukan dengan lidah mertua untuk menciptakan taman indoor yang komprehensif.
Meskipun memiliki banyak manfaat, penting untuk mengetahui bahwa lidah mertua mengandung senyawa saponin yang bersifat toksik ringan bagi hewan peliharaan, dan dapat menyebabkan mual, muntah, serta diare jika tertelan. Menurut ASPCA, tanaman ini memang bersifat agak beracun bagi kucing dan anjing apabila dikonsumsi. Untuk menjaga keamanan, letakkan lidah mertua di tempat yang tidak mudah dijangkau oleh hewan peliharaan, seperti di rak tinggi, gantungan pot, atau di atas furnitur. Tindakan pencegahan sederhana ini memungkinkan Anda tetap menikmati keindahan dan manfaat lidah mertua tanpa mengorbankan keselamatan anggota keluarga berbulu.
Baca juga: Manfaat Lain Lidah Mertua yang Jarang Diketahui
Baca juga: Jenis Tanaman Hias Lain yang Mudah Dirawat untuk Dekorasi Rumah
5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Lidah Mertua
Seberapa sering lidah mertua perlu disiram?
Lidah mertua hanya perlu disiram setiap dua hingga tiga minggu sekali pada cuaca hangat, dan bisa dikurangi menjadi empat hingga enam minggu sekali saat musim hujan atau cuaca dingin. Pastikan selalu memeriksa kelembapan media tanam terlebih dahulu dan siram hanya ketika lapisan atas sudah benar-benar kering untuk menghindari risiko pembusukan akar.
Apakah lidah mertua aman untuk hewan peliharaan?
Lidah mertua mengandung senyawa saponin yang bersifat toksik ringan bagi kucing dan anjing jika tertelan. Gejalanya bisa berupa mual, muntah, dan diare. Sebaiknya letakkan tanaman di tempat tinggi atau gunakan pot gantung agar tidak mudah dijangkau oleh hewan peliharaan.
Berapa lama umur tanaman lidah mertua?
Dengan perawatan yang tepat, tanaman lidah mertua dapat hidup selama puluhan tahun. Beberapa spesies bahkan mampu bertahan hingga 25 tahun atau lebih dalam kondisi optimal, menjadikannya investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan untuk dekorasi rumah. Keberhasilan menjaga umur panjang tanaman ini bergantung pada konsistensi dalam menerapkan cara merawat lidah mertua yang telah dibahas sebelumnya.
Daftar Referensi
- Homes and Gardens. How to Care for a Snake Plant – 5 Expert Tips. Diakses pada 19 Juni 2026, dari https://www.homesandgardens.com/gardens/snake-plant-problems
- Bloomscape. Snake Plants: Allergy-Reducing and Air-Purifying. Diakses pada 19 Juni 2026, dari https://bloomscape.com/green-living/snake-plants-allergy-reducing-air-purifying/
- Gardening Know How. Ultimate Snake Plant Care Guide. Diakses pada 19 Juni 2026, dari https://www.gardeningknowhow.com/houseplants/snake-plant/snake-plant-care.htm
- Livingetc. 3 Places to Put Snake Plant That Are Meant to Bring You Good Luck. Diakses pada 19 Juni 2026, dari https://www.livingetc.com/advice/where-to-place-a-snake-plant-for-good-luck
(kpl/fed)
Advertisement
D Academy 8
-
Fashion Selebriti Jirayut Kenakan Jersey Setengah Merah Biru di Final FIFA ASEAN Cup
-
Event Dangdut Potret Tasya Allesia Hibur Para Penonton di Kediri
-
Dangdut Academy Harsiwi Achmad Tegaskan Couple Muncul Alami di Dangdut Academy 8