Cara Menanam Kangkung Hanya Pakai Ember Bekas, Siap Petik saat Panen

Cara Menanam Kangkung Hanya Pakai Ember Bekas, Siap Petik saat Panen
Cara menanam kangkung di ember (AI generated)

Kapanlagi.com - Cara menanam kangkung hanya pakai ember bekas bisa dilakukan, termasuk di pekarangan rumah. Ember yang sudah tidak terpakai seperti bekas cat tembok bisa dijadikan wadah tanam dengan menambahkan tempat untuk menyemai bibit dan menampung air dengan asupan sinar matahari yang cukup.

Kangkung termasuk sayuran yang dapat dipanen dalam waktu sekitar 20–25 hari setelah tanam. Agar berhasil, cara menanamnya perlu dimulai mulai dari membersihkan wadah, menyiapkan benih, menyediakan media tanam, lalu mengatur air dan nutrisi.

Bagi siapapun yang saat ini ingin memulai menanam sayuran, termasuk kangkung menggunakan ember bekas, KapanLagi akan memberikan panduan caranya yang mudah diaplikasikan. Simak informasi selengkapnya, kami hadirkan, Selasa (18/8).

1. Siapkan Ember Bekas dan Bahan Tanam

Kangkung di ember (AI generated)

Ember bekas perlu dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa bahan yang pernah tersimpan di dalamnya. Hindari menggunakan ember yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan bahan kimia karena dapat meninggalkan sisa yang tidak sesuai untuk tanaman pangan.

Siapkan benih kangkung, ember, wadah berlubang seperti baki atau keranjang plastik, arang sekam atau media tanam lain, air, serta nutrisi tanaman. Wadah kecil digunakan untuk menempatkan benih, sedangkan ember menjadi tempat penampung air.

Jika menggunakan ember untuk cara menanam kangkung hanya pakai ember bekas, letakkan wadah tanaman di bagian atas ember. Pastikan bagian bawah wadah dapat menyentuh air sehingga media tetap mendapat pasokan air.

2. Siapkan Benih Kangkung Sebelum Ditanam

Benih kangkung dapat direndam terlebih dahulu selama beberapa jam agar kulit benih menyerap air. Setelah itu, benih dapat diletakkan pada media tanam yang sudah dibasahi. Cara ini membantu benih memulai proses tumbuh sebelum dipindahkan ke tempat yang mendapat sinar matahari.

Masukkan arang sekam atau media lain ke dalam wadah berlubang. Jangan mengisi media sampai terlalu penuh karena benih membutuhkan ruang untuk tumbuh. Setelah media siap, letakkan benih secara merata agar tanaman tidak berkumpul pada satu bagian.

Siram atau semprot media dengan air secukupnya. Setelah benih mulai berkecambah, ember dapat ditempatkan di area yang mendapat sinar matahari. Kangkung membutuhkan cahaya matahari agar proses pertumbuhannya dapat berlangsung.

3. Atur Air untuk Menanam Kangkung

Isi ember dengan air sampai bagian bawah wadah tanaman dapat menyentuh air. Air tersebut akan membantu menjaga media tetap lembap sehingga akar kangkung dapat memperoleh air setelah mulai tumbuh.

Pada cara menanam kangkung hanya pakai ember bekas dengan sistem air, nutrisi dapat ditambahkan setelah tanaman mulai tumbuh. Penggunaan nutrisi perlu mengikuti petunjuk pada kemasan agar jumlah yang diberikan sesuai kebutuhan tanaman.

Periksa air secara berkala karena jumlahnya dapat berkurang selama digunakan tanaman. Jika air berkurang, tambahkan kembali sesuai kebutuhan. Jaga wadah dan air tetap bersih agar proses penanaman dapat berlangsung tanpa gangguan.

4. Letakkan Ember di Tempat yang Mendapat Cahaya

Menanam kangkung di ember (AI generated)

Setelah benih tumbuh, letakkan ember di tempat yang mendapat sinar matahari sekitar 4–6 jam setiap hari. Teras, halaman, atau area terbuka dapat digunakan selama tanaman memperoleh cahaya yang cukup.

Perhatikan posisi ember agar tanaman tidak terus-menerus berada di tempat yang tertutup. Jika cahaya hanya datang dari satu arah, posisi ember dapat diputar secara berkala agar bagian tanaman mendapat cahaya.

Perawatan berikutnya cukup dilakukan dengan memeriksa kondisi air, media, dan daun. Jika ada bagian tanaman yang rusak atau terkena serangga, segera pisahkan bagian tersebut agar tidak mengganggu tanaman lain.

5. Rawat Kangkung Sampai Waktu Panen

Perawatan kangkung di ember dapat dilakukan dengan memeriksa air dan kondisi media setiap hari. Air yang berkurang perlu ditambah, sedangkan wadah dapat dibersihkan jika muncul kotoran atau lumut.

Kangkung tidak perlu sering dipindahkan setelah ditempatkan di area yang mendapat cahaya. Hindari membiarkan media terlalu kering karena akar membutuhkan air untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Dalam cara menanam kangkung hanya pakai ember bekas, waktu panen umumnya berada pada kisaran 20–25 hari setelah tanam. Waktu tersebut dapat berbeda karena pertumbuhan dipengaruhi kondisi tanaman, air, cahaya, dan perawatan.

6. Panen Kangkung dari Ember Bekas

Memanen kangkung (AI generated)

Kangkung dapat dipanen ketika batang dan daun sudah cukup untuk dikonsumsi. Untuk kebutuhan rumah tangga, tanaman dapat dipotong menggunakan gunting pada bagian batang dan tidak perlu dicabut sampai akar.

Sisakan bagian batang sekitar 5 sentimeter di atas media. Cara ini memungkinkan bagian tanaman yang tersisa untuk kembali menghasilkan tunas sehingga kangkung dapat dipanen lagi setelah tumbuh.

Setelah dipanen, kangkung sebaiknya segera dicuci dan diolah. Ember juga dapat digunakan untuk penanaman berikutnya dengan membersihkan wadah, mengganti media jika diperlukan, dan menyiapkan benih baru.

7. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Budidaya Kangkung di Ember

Berapa hari kangkung bisa dipanen?

Kangkung dalam ember umumnya dapat dipanen sekitar 20–25 hari setelah ditanam, bergantung pada kondisi pertumbuhan dan perawatan.

Apakah kangkung bisa ditanam di ember bekas?

Bisa. Ember bekas dapat digunakan sebagai wadah penanaman dengan tambahan wadah berlubang, media tanam, air, dan benih kangkung.

Apakah kangkung di ember membutuhkan sinar matahari?

Ya. Kangkung perlu ditempatkan di area yang mendapat sinar matahari agar pertumbuhannya berlangsung.

Apakah kangkung bisa dipanen berkali-kali?

Bisa. Batang dapat dipotong tanpa mencabut akar sehingga tanaman dapat tumbuh kembali.

Apa media tanam yang bisa digunakan?

Arang sekam, cocopeat, rockwool, atau media lain yang dapat menjaga kelembapan dapat digunakan untuk menanam kangkung dalam wadah.

(kpl/rul)

Rekomendasi

Trending