Radiasi pada Microwave: Pahami Cara Kerjanya, Ketahui Keamanannya
Radiasi pada Microwave (Photo by AJ Ahamad on Pexels)
Kapanlagi.com - Oven microwave telah populer digunakan sejak tahun 1970-an. Namun, sebagian orang masih merasa waswas terhadap alat ini karena satu hal sederhana: radiasi.
Memang benar bahwa oven microwave menggunakan radiasi untuk memanaskan makanan, baik sisa makanan maupun makanan beku. Namun, radiasi yang digunakan merupakan radiasi non-ionisasi, bukan radiasi ionisasi seperti sinar-X dan sinar gamma yang pada tingkat paparan tinggi dapat meningkatkan risiko kanker.
Faktanya, banyak perangkat elektronik rumah tangga juga memancarkan radiasi non-ionisasi. Selama oven berfungsi dengan baik, hampir seluruh radiasi yang dihasilkan akan tetap berada di dalam mesin. Lantas, apa yang membuat radiasi tersebut tetap terkendali? Selengkapnya dihimpun KapanLagi.com dari laman BGR, Rabu (9/9).
Advertisement
1. Bagaimana Radiasi Tetap Berada di Dalam Microwave?
Melansir BGR, ketika menyalakan oven microwave, komponen bernama magnetron menghasilkan gelombang mikro di dalam ruang pemasakan. Ruang tersebut dikelilingi oleh logam yang berfungsi memantulkan gelombang mikro sehingga sebagian besar gelombang tersebut tidak keluar dari mesin. Gelombang mikro kemudian diserap dengan cepat oleh makanan dan energinya diubah menjadi panas.
Untuk mencegah gelombang mikro keluar melalui pintu kaca, terdapat jaring logam halus yang terpasang pada bagian pintu. Lubang-lubang pada jaring tersebut berukuran cukup kecil untuk menghalangi gelombang mikro, tetapi tetap memungkinkan kamu melihat makanan yang sedang dimasak atau minuman yang mendidih hingga meluap.
Microwave juga dilengkapi sistem pengaman yang akan segera menghentikan pembangkitan gelombang mikro ketika pintunya dibuka. Namun, desain tersebut bukan berarti tidak ada energi gelombang mikro yang dapat keluar sama sekali. Kebocoran dalam jumlah kecil tetap dapat terjadi. Karena itu, oven microwave dirancang untuk memenuhi standar emisi radiasi tertentu.
Di AS, misalnya, FDA menetapkan batas 5 miliwatt per sentimeter persegi pada jarak sekitar 2 inci dari permukaan oven. Artinya, keamanan microwave tidak hanya bergantung pada energi gelombang mikro yang menghilang begitu saja, tetapi juga pada pelindung dan sistem tambahan yang menjaga paparan tetap berada dalam batas aman.
2. Saran Keamanan Terbaik Terkait Oven Microwave
Kamu tentu tidak sendirian jika pernah bertanya-tanya mengenai kebocoran radiasi dari oven microwave. Memang benar bahwa sejumlah kecil radiasi dapat bocor.
Namun, selama mesin berfungsi dengan baik, kebocoran tersebut seharusnya masih berada dalam batas yang diatur sehingga tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
Seperti yang telah disebutkan, radiasi gelombang mikro bersifat non-ionisasi sehingga tidak memiliki energi yang cukup untuk merusak DNA secara langsung. Pada tingkat yang cukup tinggi, gelombang mikro memang dapat memanaskan jaringan hidup. Karena itu pula, oven microwave dirancang untuk meminimalkan kebocoran.
Hal terpenting dalam menjaga keamanan microwave adalah memastikan mesin berada dalam kondisi baik. FDA menyarankan kamu menghubungi produsen oven dan berhenti menggunakannya jika terdapat tanda-tanda kerusakan pada pintu, termasuk pada engsel, segel, dan pengunci.
Jika mesin tetap beroperasi setelah pintunya dibuka, segera hentikan penggunaannya. Beberapa orang mungkin juga memilih untuk menjauh dari microwave ketika alat tersebut sedang menyala. Kenyataannya, tingkat kebocoran gelombang mikro menurun dengan cepat seiring bertambahnya jarak.
FDA menyatakan bahwa pengukuran gelombang mikro yang diambil dari jarak 20 inci, misalnya, akan menjadi sekitar 1/100 dari nilai yang diukur pada jarak 2 inci. Dengan demikian, kamu tidak perlu terlalu mengkhawatirkan jarak ketika microwave sedang beroperasi.
Kekhawatiran lain yang sering muncul adalah anggapan bahwa memanaskan makanan dengan microwave dapat membuat makanan menjadi tidak aman untuk dikonsumsi. Namun, memasak dengan microwave hanya memanaskan makanan dan tidak mengubahnya menjadi zat radioaktif.
Kamu justru sebaiknya lebih berhati-hati dalam memilih wadah untuk memanaskan makanan, terutama ketika menggunakan wadah plastik di dalam microwave.
3. Apakah Oven Microwave Lama Masih Bisa Digunakan?
Keamanan oven microwave tidak secara otomatis menurun hanya karena usianya bertambah. Tidak ada aturan umum yang mengharuskan kamu mengganti oven setelah digunakan selama satu dekade atau lebih.
Daripada berfokus pada usia, lebih baik memperhatikan kondisi mesin secara keseluruhan. Gunakan microwave dengan hati-hati dan hindari penyalahgunaan berulang, seperti mencoba memanaskan makanan dalam wadah logam.
Seperti yang telah dijelaskan, oven microwave dirancang dengan pelindung dan sistem pengaman untuk mencegah paparan gelombang mikro yang berbahaya. FDA menyatakan bahwa oven yang memenuhi standar keamanannya dan digunakan sesuai petunjuk pabrikan seharusnya tidak menimbulkan risiko kesehatan.
Namun, penggunaan dalam jangka waktu yang sangat lama, misalnya selama beberapa dekade, tentu dapat menyebabkan keausan. Dalam kondisi seperti ini, hal utama yang perlu diperhatikan adalah keadaan pintu microwave.
Pintu yang melengkung merupakan tanda peringatan serius. Begitu pula dengan tanda-tanda keausan pada engsel, segel, atau pengunci. Jika kamu melihat kondisi tersebut, sebaiknya hentikan penggunaan microwave. Artinya, meskipun oven microwave lama mungkin terlihat usang setelah bertahun-tahun digunakan, sebagian besar tetap dapat berfungsi tanpa membahayakan kamu.
Jika masih merasa khawatir terhadap microwave yang sudah tua, kamu dapat membeli detektor kebocoran radiasi microwave untuk memeriksa apakah alat tersebut memancarkan radiasi melebihi standar keamanan yang diperbolehkan. Perangkat murah tersebut memang bukan alat yang paling andal, tetapi dapat memberikan sedikit ketenangan pikiran tambahan. Pada dasarnya, microwave dengan pintu dan komponen lain yang masih utuh seharusnya aman digunakan.
Jadi, kamu tetap dapat mengocok telur dan membuat popcorn dengan tenang karena microwave yang berfungsi dengan baik tidak akan membahayakanmu.
4. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Radiasi pada Microwave
Apakah radiasi pada microwave berbahaya?
Radiasi yang digunakan microwave merupakan radiasi non-ionisasi sehingga tidak memiliki energi yang cukup untuk merusak DNA secara langsung. Selama microwave berfungsi dengan baik, kebocoran radiasi seharusnya tetap berada dalam batas yang diatur.
Mengapa radiasi microwave tidak keluar dari mesin?
Ruang pemasakan dikelilingi logam yang memantulkan gelombang mikro. Selain itu, pintu microwave dilengkapi jaring logam halus yang menghalangi gelombang mikro keluar, serta sistem pengaman yang menghentikan pembangkitan gelombang saat pintu dibuka.
Apakah microwave lama masih aman digunakan?
Microwave lama tidak otomatis menjadi tidak aman hanya karena usianya. Yang lebih penting adalah kondisi mesin, terutama pintu, engsel, segel, dan pengunci. Jika terdapat kerusakan seperti pintu melengkung atau komponen yang aus, sebaiknya hentikan penggunaannya.
Apakah makanan yang dipanaskan dengan microwave menjadi radioaktif?
Tidak. Memasak dengan microwave hanya memanaskan makanan dan tidak mengubahnya menjadi zat radioaktif. Kamu justru perlu memperhatikan wadah yang digunakan, terutama ketika memanaskan makanan dalam wadah plastik.
(kpl/rmt)
Advertisement
D Academy 8
-
Anak Selebritis Indonesia Potret Soimah Gendong Arjuna, Anak Putri Isnari Bikin Gemas di Dangdut Academy 8
