Sejarah Kenaikan Isa Almasih Lengkap dengan Makna Teologis dan Perayaannya

Sejarah Kenaikan Isa Almasih Lengkap dengan Makna Teologis dan Perayaannya
Sejarah Kenaikan Isa Almasih (h)

Kapanlagi.com - Sejarah kenaikan Isa Almasih merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam iman Kristiani yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristen di seluruh dunia. Peristiwa ini merujuk pada keyakinan bahwa Yesus Kristus terangkat naik ke surga empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya dari kematian.

Kenaikan ini bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan juga tonggak teologis mendalam yang melengkapi kebangkitan serta menandai penyelesaian misi Yesus di bumi dan pemuliaan-Nya di surga. Peristiwa tersebut menggarisbawahi tema pengharapan dan janji akan kedatangan Yesus kembali, sehingga memiliki signifikansi abadi dalam teologi dan tradisi Kristen.

Dilansir dari Encyclopaedia Britannica, perayaan Kenaikan Isa Almasih telah dirayakan empat puluh hari setelah Paskah di Gereja Kristen Timur maupun Barat sejak abad ke-4. Sebelum periode tersebut, peristiwa Kenaikan diperingati sebagai bagian dari perayaan turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta.

Memahami sejarah kenaikan Isa Almasih secara utuh membantu umat beriman menghayati peristiwa ini dengan lebih mendalam. Perayaan ini telah berlangsung selama berabad-abad dan terus menjadi momen refleksi spiritual yang bermakna bagi jutaan umat Kristiani hingga saat ini.

Baca juga: Arti Paskah Lengkap dengan Sejarah dan Maknanya bagi Umat Kristiani

1. Pengertian dan Definisi Kenaikan Isa Almasih

Pengertian dan Definisi Kenaikan Isa Almasih (c) Ilustrasi AI

Sebelum menelusuri sejarah perayaannya secara mendalam, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Kenaikan Isa Almasih. Sebagaimana disampaikan EBSCO Research, Kenaikan Isa Almasih adalah keyakinan Kristen bahwa Yesus Kristus terangkat ke surga empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya dari kematian, dan peristiwa ini disebutkan dalam Perjanjian Baru, khususnya dalam Injil Markus, Lukas, serta dikisahkan lebih rinci dalam Kisah Para Rasul.

Berikut beberapa aspek penting seputar pengertian Kenaikan Isa Almasih:

  1. Asal kata. Istilah Ascension berasal dari bahasa Latin Vulgata, ascensio Iesu, yang secara harfiah berarti "kenaikan Yesus" dan merupakan keyakinan baik dalam tradisi Kristen maupun Islam bahwa Yesus naik ke surga.
  2. Keyakinan Kristen. Doktrin Kristen, sebagaimana tercermin dalam pengakuan iman utama, menyatakan bahwa Yesus naik ke surga setelah kebangkitan-Nya, di mana Ia dimuliakan sebagai Tuhan dan Kristus, duduk di sebelah kanan Allah.
  3. Pandangan Islam. Doktrin Islam memandang bahwa Yesus naik ke surga secara langsung tanpa melalui kematian. Perbedaan mendasar ini menjadi salah satu titik penting dalam studi perbandingan agama.
  4. Sumber Alkitab. Kenaikan ini "lebih diasumsikan daripada dideskripsikan secara eksplisit," dan hanya Injil Lukas serta Kisah Para Rasul yang memuat catatan langsung mengenai peristiwa ini, meskipun dengan kronologi yang berbeda.
  5. Waktu dan tempat kejadian. Tradisi Kristen menempatkan lokasi Kenaikan di Bukit Zaitun atau Mount Olivet, sebuah rangkaian bukit di sebelah timur Yerusalem. Peristiwa ini terjadi pada hari ke-40 setelah Hari Raya Paskah.
  6. Kedudukan dalam kalender liturgi. Perayaan Kenaikan merupakan salah satu hari raya besar dalam tahun liturgi Kristen, sejajar dengan perayaan Sengsara, Paskah, Pentakosta, dan Natal.

Baca juga: Arti Nama Yesus dan Makna Mendalam di Balik Nama Sang Penyelamat

2. Kronologi Peristiwa Kenaikan Isa Almasih Berdasarkan Alkitab

Kronologi Peristiwa Kenaikan Isa Almasih Berdasarkan Alkitab (c) Ilustrasi AI

Setelah kebangkitan-Nya pada Hari Paskah, Yesus tidak langsung naik ke surga. Sebagaimana dilaporkan GotQuestions.org, empat puluh hari setelah kebangkitan, Yesus dan para murid-Nya pergi ke Bukit Zaitun di dekat Yerusalem, di mana Yesus menjanjikan kepada para pengikut-Nya bahwa mereka akan segera menerima Roh Kudus dan memerintahkan mereka untuk tetap tinggal di Yerusalem sampai Roh itu datang. Selama empat puluh hari tersebut, Yesus menampakkan diri kepada para pengikut-Nya setelah kebangkitan, mengajar mereka dan mendorong mereka untuk menyebarkan ajaran-Nya.

Yesus kemudian memberkati para murid, dan saat Ia memberikan berkat-Nya, Ia mulai terangkat ke surga. Catatan mengenai peristiwa ini terdapat dalam Lukas 24:50-51 dan Kisah Para Rasul 1:9-11. Dari Kitab Suci jelas terlihat bahwa Kenaikan Yesus merupakan kepulangan jasmaniah yang nyata ke surga — Ia terangkat dari tanah secara perlahan dan terlihat, disaksikan oleh banyak orang yang memandang dengan penuh perhatian. Awan kemudian menutupi-Nya dari pandangan para murid, sebuah simbol Alkitabiah yang merujuk pada kehadiran kemuliaan Allah.

Mengutip The Gospel Coalition, teolog Douglas Farrow menyebut peristiwa Kenaikan sebagai, "kepergian yang sesungguhnya," yaitu tautan antara dunia kita yang telah jatuh dan ciptaan baru. Kenaikan ini bukan sekadar penampakan kebangkitan yang terakhir, melainkan secara kualitatif berbeda — dalam penampakan kebangkitan Yesus tiba-tiba menghilang lalu muncul kembali di tempat lain, tetapi di sini kepergian-Nya merupakan penyembunyian di hadapan para rasul yang menyaksikan dan dikonfirmasi oleh malaikat sebagai ketidakhadiran yang berkelanjutan.

Setelah Yesus terangkat, dua malaikat muncul dan menjanjikan kembalinya Kristus "dengan cara yang sama seperti kalian melihat Dia naik ke surga" (Kisah Para Rasul 1:11). Teolog T.F. Torrance menggambarkan peristiwa ini sebagai, "perpindahan dari tempat manusia ke tempat Allah." Janji kedatangan kembali inilah yang menjadi dasar pengharapan eskatologis umat Kristiani sepanjang sejarah.

Baca juga: Makna Paskah dan Kenaikan ke Surga bagi Umat Katolik

3. Perkembangan Perayaan Kenaikan Isa Almasih Sepanjang Sejarah

Perkembangan Perayaan Kenaikan Isa Almasih Sepanjang Sejarah (c) Ilustrasi AI

Perayaan Kenaikan Isa Almasih memiliki sejarah panjang yang berkembang secara bertahap dalam tradisi gereja. Seperti yang diberitakan Christianity.com, sejarawan Dan Graves menjelaskan bahwa empat puluh hari sejak hari kebangkitan-Nya, Yesus naik ke surga. Perayaan ini telah mengalami berbagai transformasi dari awalnya sebagai bagian dari Pentakosta hingga menjadi hari raya tersendiri yang diakui secara universal.

  1. Awalnya bagian dari Pentakosta. Pada mulanya, gereja memperingati Kenaikan Kristus ke surga sebagai bagian dari kemenangan total Kristus yang dirayakan dari Paskah hingga Pentakosta. Belum ada perayaan terpisah untuk peristiwa ini.
  2. Konsili Elvira (sekitar tahun 300 M). Mengacu pada catatan Wikipedia, Konsili Elvira di Spanyol tampaknya menolak perayaan terpisah pada hari ke-40 setelah Paskah sebagai inovasi yang tidak berdasar. Namun keputusan ini tidak mampu menghentikan perkembangan perayaan tersebut.
  3. Akhir abad ke-4 menjadi perayaan universal. Menjelang akhir abad ke-4, perayaan Kenaikan telah menjadi universal di seluruh gereja, ditetapkan pada hari ke-40 setelah Paskah.
  4. Klaim Agustinus dari Hippo. Pada awal abad ke-5, Agustinus dari Hippo menyatakan bahwa perayaan ini "berasal dari zaman para rasul," dan ia membicarakannya dengan cara yang menunjukkan bahwa perayaan tersebut sudah menjadi praktik universal Gereja Katolik jauh sebelum masanya.
  5. Tradisi Abad Pertengahan. Kebiasaan populer pada masa itu mencakup prosesi yang meniru perjalanan Kristus bersama para rasul ke Bukit Zaitun, serta mengangkat patung salib atau patung Kristus yang bangkit melalui lubang di atap gereja. Di beberapa gereja, sementara patung Kristus diangkat naik, patung iblis justru diturunkan sebagai simbol kemenangan.
  6. Representasi dalam seni Kristen. Dalam seni Kristen, tema Kenaikan sudah muncul sejak abad ke-5, dengan versi paling awal menampilkan Kristus dari samping sedang mendaki bukit sambil menggenggam tangan Allah yang muncul dari awan untuk menarik-Nya ke surga. Ikonografi ini terus berkembang hingga versi Bizantium pada abad ke-6.
  7. Kapel Kenaikan di Bukit Zaitun. Sebelum pertobatan Kaisar Konstantin pada tahun 312 M, umat Kristiani awal menghormati Kenaikan Kristus di sebuah gua di Bukit Zaitun, dan pada tahun 384 peristiwa ini sudah dimuliakan di lokasi yang sekarang. Kapel Kenaikan yang berdiri saat ini merupakan kuil abad ke-12 yang dibangun di atas monumen terdahulu dan konon mengandung jejak kaki terakhir Yesus sebelum Ia terangkat ke surga.

Baca juga: Vigili Paskah dan Rangkaian Ibadah Malam Paling Sakral bagi Umat Kristiani

4. Makna Teologis dan Spiritual Kenaikan Isa Almasih

Makna Teologis dan Spiritual Kenaikan Isa Almasih (c) Ilustrasi AI

Peristiwa kenaikan Isa Almasih membawa makna teologis yang sangat kaya dan berlapis bagi kehidupan iman umat Kristiani. Sebagaimana diungkapkan dalam St. Paul Center, dalam karyanya Summa Theologiae, Santo Thomas Aquinas membahas pertanyaan tentang efek Kenaikan terhadap keselamatan manusia dan menyatakan bahwa, "Kristus menyiapkan jalan bagi kenaikan kita ke surga, sesuai perkataan-Nya sendiri: 'Aku pergi untuk menyediakan tempat bagimu' (Yohanes 14:2)." Bagi Aquinas, Kenaikan bukan sekadar peristiwa kosmis, melainkan memiliki implikasi langsung bagi harapan keselamatan setiap orang beriman.

Secara teologis, Kenaikan menandai pemuliaan Yesus dan penegasan atas natur ilahi-Nya, sekaligus menandakan transisi karya-Nya dari pelayanan duniawi menuju pelayanan surgawi, di mana Ia menjadi perantara bagi umat percaya di sisi kanan Bapa. Peran baru Yesus sebagai Imam Besar ditekankan secara khusus dalam Surat Ibrani 4:14-16, di mana Ia digambarkan sebagai imam yang telah melewati langit-langit surga. Paus Leo Agung dalam salah satu khotbahnya menegaskan, "dengan naik ke surga, Ia tidak meninggalkan mereka yang telah Ia adopsi." Pernyataan ini menjadi penghiburan besar bagi gereja sepanjang sejarah.

Bagi para rasul, Kenaikan merupakan momen pewahyuan dan pemberdayaan yang agung — menandai berakhirnya persekutuan fisik mereka dengan Yesus dan dimulainya misi global mereka. Peristiwa ini secara langsung membuka jalan bagi pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta, yang memberdayakan para murid untuk menjalankan Amanat Agung — menyebarkan ajaran Yesus ke seluruh bangsa. Keterkaitan antara Kenaikan dan Pentakosta ini menunjukkan bahwa kedua peristiwa tersebut merupakan satu kesatuan dalam rencana keselamatan Allah.

Bagi umat Kristen, Kenaikan Yesus merupakan simbol kemenangan tertinggi-Nya atas Setan, maut, dan dosa itu sendiri, sekaligus mengingatkan umat akan perjumpaan kembali Yesus dengan Allah Bapa, di mana Ia menantikan saat kepulangan-Nya untuk memperbarui bumi. Ketika Yesus datang untuk menegakkan Kerajaan-Nya, Ia akan kembali persis seperti saat kepergian-Nya — secara harfiah, jasmaniah, dan terlihat di awan-awan. Pengharapan ini memberi kekuatan bagi umat Kristiani untuk menjalani kehidupan iman dengan penuh sukacita.

Baca juga: Makna Jumat Agung Lengkap dengan Sejarah dan Tradisi Perayaannya

5. Perayaan Kenaikan Isa Almasih di Indonesia dan Berbagai Negara

Perayaan Kenaikan Isa Almasih di Indonesia dan Berbagai Negara (c) Ilustrasi AI

Kenaikan Isa Almasih tidak hanya diperingati melalui ibadah gereja, tetapi juga telah menjadi hari libur publik di banyak negara. Berdasarkan data Time and Date, Hari Kenaikan merupakan salah satu festival Kristen tertua yang berasal sejak tahun 68 Masehi. Di era modern, perayaan ini diwarnai oleh beragam tradisi unik yang berkembang di masing-masing negara.

  1. Indonesia sebagai hari libur nasional. Sebagaimana dikutip dari Liputan6.com, peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus di Indonesia merupakan hari libur nasional yang jatuh pada hari Kamis, selalu pada hari ke-40 setelah Hari Raya Paskah. Umat Kristiani di Indonesia memperingatinya dengan menghadiri ibadah khusus di gereja-gereja di seluruh Indonesia.
  2. Perubahan nama resmi. Sejak tahun 2024, hari libur ini secara resmi berganti nama dari "Kenaikan Isa Almasih" menjadi "Kenaikan Yesus Kristus" berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 8 Tahun 2024 tentang Hari-hari Libur, atas permintaan umat Kristen dan Katolik di Indonesia.
  3. Jadwal peringatan tahun 2026. Tahun ini, peringatan Kenaikan Yesus Kristus jatuh pada Kamis, 14 Mei 2026, dengan cuti bersama pada Jumat, 15 Mei 2026, sehingga masyarakat dapat menikmati long weekend selama empat hari.
  4. Jerman — Christi Himmelfahrt. Merujuk National Today, Hari Kenaikan bertepatan dengan Hari Ayah di Jerman — masyarakat merayakan kembalinya Yesus kepada Bapa Kudus. Banyak pria Protestan mengadakan herrenpartien atau jalan-jalan kelompok pada hari tersebut.
  5. Swedia — Gökotta. Di Swedia, banyak orang pergi ke hutan pada pukul 3 atau 4 pagi untuk mendengarkan nyanyian burung saat matahari terbit — dianggap membawa keberuntungan jika burung kukuk terdengar dari arah timur atau barat. Tradisi ini disebut gökotta, atau "pagi kukuk dini."
  6. Swiss — Auffahrtsumritt. Di Swiss, hari Kenaikan disebut Auffahrt dan menjadi hari libur nasional di seluruh 26 kanton. Tradisi unik yang masih bertahan adalah memakan "daging terbang" — hidangan ayam, burung puyuh, merpati, dan burung pegar — sebagai simbol Yesus yang naik ke langit. Di beberapa kota, prosesi Auffahrtsumritt berupa pawai berjalan kaki melintasi padang rumput menandai batas desa.
  7. Inggris — festival air. Di Inggris, Hari Kenaikan dikaitkan dengan berbagai festival air, mulai dari Well Dressing di Derbyshire hingga penanaman "Penny Hedge" di Whitby. Menurut kepercayaan di Devon, awan-awan selalu membentuk gambar domba pada Hari Kenaikan.

Baca juga: Arti Jumat Agung Lengkap dengan Sejarah, Tradisi, dan Makna Mendalamnya

6. FAQ Seputar Sejarah Kenaikan Isa Almasih

FAQ Seputar Sejarah Kenaikan Isa Almasih (c) Ilustrasi AI

1. Apa itu Kenaikan Isa Almasih?

Kenaikan Isa Almasih adalah peristiwa ketika Yesus Kristus terangkat naik ke surga empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya pada Hari Paskah. Peristiwa ini disaksikan langsung oleh para murid-Nya di Bukit Zaitun dekat Yerusalem dan dicatat dalam Perjanjian Baru, khususnya dalam Lukas 24:50-51 dan Kisah Para Rasul 1:9-11.

2. Kapan peristiwa Kenaikan Isa Almasih terjadi?

Peristiwa Kenaikan terjadi pada hari ke-40 setelah kebangkitan Yesus pada Hari Paskah. Karena Paskah selalu jatuh pada hari Minggu, Hari Kenaikan selalu diperingati pada hari Kamis. Tahun 2026, perayaan ini jatuh pada 14 Mei.

3. Di mana peristiwa Kenaikan Isa Almasih berlangsung?

Tradisi Kristen menempatkan lokasi peristiwa ini di Bukit Zaitun (Mount Olivet), sebuah rangkaian bukit di sebelah timur Yerusalem, dekat desa Betania. Hingga kini, Kapel Kenaikan abad ke-12 di lokasi tersebut masih menjadi tempat ziarah bagi umat Kristiani dari seluruh dunia.

4. Apa perbedaan antara Kenaikan Isa Almasih dan Paskah?

Paskah memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian pada hari ketiga setelah penyaliban-Nya, sedangkan Kenaikan Isa Almasih memperingati naiknya Yesus ke surga yang terjadi empat puluh hari setelah Paskah. Paskah menjadi titik awal, sementara Kenaikan merupakan peristiwa puncak yang menggenapi rangkaian karya keselamatan Kristus di bumi.

5. Mengapa Kenaikan Isa Almasih selalu diperingati pada hari Kamis?

Penetapan hari Kamis didasarkan pada catatan Kisah Para Rasul 1:3 yang menyebutkan bahwa Yesus menampakkan diri selama empat puluh hari setelah kebangkitan. Karena Paskah selalu jatuh pada hari Minggu, hitungan empat puluh hari secara inklusif dari hari Minggu akan selalu jatuh pada hari Kamis. Meskipun demikian, beberapa denominasi Kristen memindahkan perayaannya ke hari Minggu berikutnya.

6. Apakah Kenaikan Isa Almasih merupakan hari libur nasional di Indonesia?

Ya, Kenaikan Isa Almasih merupakan hari libur nasional di Indonesia yang telah ditetapkan sejak Keppres Nomor 10 Tahun 1971. Sejak tahun 2024, nama resminya berubah menjadi "Kenaikan Yesus Kristus" berdasarkan Keppres Nomor 8 Tahun 2024. Umat Kristiani memperingatinya dengan menghadiri ibadah di gereja-gereja di seluruh Indonesia.

7. Apa makna spiritual Kenaikan Isa Almasih bagi umat Kristiani?

Kenaikan Isa Almasih memiliki beberapa makna spiritual utama: penyempurnaan karya keselamatan Kristus, pemuliaan-Nya di sisi Allah Bapa, pembukaan jalan bagi turunnya Roh Kudus pada Pentakosta, serta pengharapan akan kedatangan-Nya kembali. Peristiwa ini juga menegaskan peran Yesus sebagai Imam Besar dan Perantara Perjanjian Baru yang mendoakan umat-Nya di surga.

Baca juga: Kumpulan Ucapan Jumat Agung dan Paskah 2026 Paling Bermakna

Baca juga: Telur Paskah dan Sejarahnya Lengkap dengan Tradisi di Berbagai Negara

Daftar Referensi

  1. Encyclopaedia Britannica. Ascension | Description, Significance, Feast, & Art. Diakses pada 12 Mei 2026, dari https://www.britannica.com/topic/Ascension-Christianity
  2. Wikipedia. Ascension of Jesus. Diakses pada 12 Mei 2026, dari https://en.wikipedia.org/wiki/Ascension_of_Jesus
  3. The Gospel Coalition. The Ascension of Christ. Diakses pada 12 Mei 2026, dari https://www.thegospelcoalition.org/essay/ascension-of-christ/
  4. GotQuestions.org. What Is the Meaning and Importance of the Ascension of Jesus Christ? Diakses pada 12 Mei 2026, dari https://www.gotquestions.org/ascension-Jesus-Christ.html
  5. Christianity.com. What Is Ascension Day? Meaning & Why Christians Celebrate It. Diakses pada 12 Mei 2026, dari https://www.christianity.com/jesus/early-church-history/church-holidays/what-is-ascension-day.html
  6. EBSCO Research. Ascension of Jesus | Religion and Philosophy. Diakses pada 12 Mei 2026, dari https://www.ebsco.com/research-starters/religion-and-philosophy/ascension-jesus
  7. St. Paul Center. The Deeper Meaning of Christ's Ascension. Diakses pada 12 Mei 2026, dari https://stpaulcenter.com/posts/the-deeper-meaning-of-christs-ascension
  8. Time and Date. Ascension Day. Diakses pada 12 Mei 2026, dari https://www.timeanddate.com/holidays/common/ascension-day
  9. National Today. Ascension Day – May 14, 2026. Diakses pada 12 Mei 2026, dari https://nationaltoday.com/ascension-day/
  10. Liputan6.com. Kenaikan Yesus Kristus adalah Peristiwa Penting dalam Iman Kristen. Diakses pada 12 Mei 2026, dari https://www.liputan6.com/hot/read/6333910/kenaikan-yesus-kristus-adalah-peristiwa-penting-dalam-iman-kristen-ini-makna-mendalam-dan-fakta-alkitabiahnya

(kpl/fed)

Rekomendasi

Trending