'LOURDES', Kesembuhan Hanya Datang Dari Tuhan

KapanLagi.com - Pemain: Gilette Barbier, Walter Benn, Aurelia Burckhardt, Martin Habacher, Gerith Holzinger, Hubert Kramar, Gerhard Liebmann, Elina Löwensohn, Petra Morzé, Martin Thomas Pesl, Linde Prelog, Léa Seydoux, Sylvie Testud, Bruno Todeschini, Orsolya Tóth, Thomas Uhlir, Irma Wagner, Jackie Wulf Oleh: Fatchur Rochim Kelumpuhan yang ia derita tidak membuat Christine (Sylvie Testud) lantas berputus asa. Wanita ini tak pernah berhenti mencari cara untuk bisa terlepas dari belenggu kursi roda yang selama ini selalu menemaninya. Saat pengobatan medis tak lagi bisa memberikan jawaban, Christine kemudian mencoba pendekatan lain yang mungkin memberikan harapan. Yakin bahwa di Lourdes ia bisa mendapatkan kesembuhan, Christine pun berangkat ke kota di sebelah barat laut Perancis ini. Di Lourdes, Christine berkenalan dengan Maria (Lea Seydoux), perawat yang ditugaskan merawat Christine. Sayangnya, Maria sepertinya lebih tertarik mendekati Kuno (Bruno Todeschini) daripada bersahabat dengan Christine. Hanya beberapa hari sejak mendapatkan perawatan dengan air Lourdes ini, Christine berangsur sembuh dan akhirnya bisa kembali berdiri di atas kedua kakinya. Sayang Christine kemudian lupa bahwa kesembuhan yang ia dapatkan ini datangnya dari Tuhan juga. Pesona Kuno sepertinya lebih kuat dan membuat Christine lupa berterima kasih pada Tuhan. Sulit untuk menebak apa yang sebenarnya diharapkan Jessica Hausner saat menggarap film berjudul LOURDES ini. Pesan yang ingin disampaikan hampir tak terbaca dan penonton hanya bisa menebak-nebak kira-kira apa yang diinginkan sang sutradara. Tapi yang jelas sutradara asal Austria ini ingin kita merenungkan lagi makna sesungguhnya dari kata 'keajaiban'. Semua orang tahu kalau keajaiban datang dari Tuhan namun saat mereka menyaksikan keajaiban datang pada seseorang pasti muncul pemikiran, "Kenapa keajaiban itu datang pada dia dan bukannya datang pada orang lain?" Artinya, sering kali kita menanggapi keajaiban itu sebagai sesuatu yang bisa dilogikakan dengan nalar manusia yang terbatas. Apa pun tujuan sang sutradara, yang jelas ia mampu menuangkan sekelumit pemikiran itu menjadi sebuah bentuk audio-visual yang sangat menarik. Cara penyajiannya cerdas. Tak ada kesan bahwa film ini adalah sebuah film yang murni religius meski nuansa itu masih tertangkap kuat. Hasilnya, film ini jelas akan mampu merangkul segmen penonton yang lebih luas. Memang film ini bukan termasuk kategori 'film hiburan'. Alur film ini terasa lambat dan yang bisa membuat penonton bertahan hanyalah sajian visual yang sangat indah. Jessica mampu menampilkan setiap sudut Lourdes dengan cara yang sangat artistik tanpa terkesan berlebihan. Selebihnya, para aktor dan aktris pendukung film ini juga bermain dengan bagus walaupun tak ada satu pun yang terlihat menonjol dari akting mereka.

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

(kpl/roc)

Rekomendasi
Trending