KOREA

Episode Terbaru Drama 'THE WORLD OF THE MARRIED' Tuai Kritik Karena Tampilkan Adegan Kekerasan

Senin, 20 April 2020 10:50 Penulis: Renisya Satya Putri

© JTBC

Kapanlagi.com - SPOILER ALERT! Dalam episode ke-8 drama kontroversial THE WORLD OF THE MARRIED yang baru-baru ini tayang, karakter utama wanita Dr. Ju Sun Woo (diperankan oleh aktris Kim Hee Ae) diserang di rumahnya. Pelaku penyerangan yang terungkap setelahnya itu tenyata dalah pacar salah satu pasien Dr. Ji Sun Woo yang suka main kekerasan.

Ternyata, pria ini dibayar untuk 'mengancam Dr. Ji Sun Woo supaya ia pindah ke luar kota' oleh mantan suami sang dokter sendiri. Adegan ini menjadi titik balik dalam drama dan menandai dimulainya 'babak kedua' antara kedua pasangan yang telah bercerai tersebut.

Sayangnya, setelah adegan tersebut tayang, tim produksi THE WORLD OF THE MARRIED menerima cukup banyak kritik dari penonton. Mereka merasa tidak nyaman melihat adegan penyerangan tidak terduga yang ditampilkan secara mendetail melalui sudut pandang orang pertama.

 

 

1. Berlebihan dan Tidak Perlu

Adegan ini berlangsung setidaknya selama 5 menit, di mana Dr. Ji Sun Woo (diperankan oleh aktris Kim Hee Ae) dilemparkan ke sana kemari dan juga dicekik oleh si pelaku. Seperti dilansir Koreaboo, sebagian penonton menganggap tingkat kekerasan yang ditampilkan dalam adegan ini 'terlalu ekstrim' mengingat drama ini mengalami penurunan rating dari dewasa menjadi bimbingan orang tua di episode 6. Penonton merasa adegan ini berpotensi 'memicu' dan harus diberi peringatan di awal episode.

"Mengalami penyerangan dari sudut pandang korban bisa saja menimbulkan trauma bagi mereka yang pernah mengalami kekerasan di rumah. Kurasa adegan ini juga berbahaya karena bisa memicu orang dengan melihat pembobolan rumah melalui mata pelakunya. Kurasa nggak semua orang perlu melihat wajah yang menderita dari perspektif orang pertama. Terlalu agresif."

"Apa-apaan ini, serem banget."

"Tau nggak sih... ibuku masih trauma karena kekerasan dalam rumah tangga. Dia nonton episode ini dan bilang nggak mau nonton lagi. Aku juga merasa begitu. Kurasa drama TV harusnya nggak menampilkan adegan kekerasan tanpa mempertimbangkan efeknya."

"Apasih, kalau mau bikin seni atau apa lah... pakai sesuatu yang memicu kayak gini... bikin film dengan rating dewasa aja sekalian."

"Ya ampun... ini kelewatan. Aku beneran ketakutan dan jantungku deg-degan saat nonton. Kurasa ini nggak pas untuk ditayangkan, jujur aja..."

2. Sesuatu yang Baru

Meski banyak yang mengkritik, beberapa penonton malah menganggap adegan yang menggunakan pengambilan gambar bagai virtual reality ini sebagai sesuatu yang baru dan eksperimental dalam dunia drama Korea.

"Adegan ini benar-benar tidak terduga. Kukira awalnya itu game. Sangat kontroversial, tapi juga eksperimental."

"Sejujurnya, melihat adegan ini dari sudut pandang pelaku penyerangan menarik perhatianku. Drama ini mendobrak batas dan menyuguhkan sesuatu yang baru, aku paham."

"Aku sudah menonton banyak film kriminal, jadi menurutku ini bukan termasuk kekerasan sama sekali. Malah, menurutku perspektif orang pertama terasa sangat eksperimental dan menambah ketegangan yang sudah terbangun secara keseluruhan. Aku suka."

"Apakah itu penting? Kurasa penggunaan sudut pandang orang pertama dipakai agar kita penasaran siapa pelakunya. Adegan ini nggak masalah buatku."

"Jujur saja, aku takjub dengan metode yang dipilih. Adegan ini bikin aku nyambung lebih cepat dan lebih mendalam dengan Dr. Ji Sun Woo yang sedang diserang. Aku jadi paham betapa mengerikannya momen ini untuknya. Nggak masalah."

 

REKOMENDASI
TRENDING