MNet Manipulasi Hasil Voting Survival Show 'Idol School', Termasuk 3 Peserta yang Debut Bareng Fromis_9
Idol School © MNet
Kapanlagi.com - Ada banyak kontroversi tentang manipulasi vote dalam acara audisi yang diselenggarakan di televisi. Baru-baru ini, netizen dikejutkan dengan terungkapnya tiga member girl grup Fromis_9 jebolan survival show Mnet Idol School telah diganti dengan cara manipulasi hasil vote.
Produser yang bertanggung jawab (CP) atas program yang ditayangkan pada tahun 2017 silam ini dan direktur CJENM Kim diserahkan ke persidangan atas tuduhan menghalangi bisnis dan penipuan. Dalam persidangan pertama yang dipimpin oleh hakim senior Kim Sung Hoon di Pengadilan Distrik Pusat Seoul, CP Kim mengaku telah memanipulasi hasil vote Idol School.
Advertisement
1. Tidak Bersalah
Pada 9 November, pengacara CP Kim mengakui semua fakta terkait manipulasi hasil vote tetapi secara hukum menyatakan kliennya tidak bersalah.
"Kami tidak memiliki alasan untuk menyebabkan kerugian pada pemirsa yang memilih dengan penuh kasih sayang untuk para peserta. Namun, para peserta diberi peringkat dengan cara yang berbeda dari yang semula diberitahukan kepada pemirsa. Terdakwa menyatakan tidak bersalah atas tuduhan menghalangi bisnis dan penipuan," ujar kuasa hukum CP Kim, seperti dilansir dari Allkpop.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
2. Penyesuaian Penghitungan
Perubahan ranking peserta Idol School mengalami perubahan karena adanya penyesuaian penghitungan vote. Lebih lanjut, CP Kim mempertanyakan apakah metode ini bisa dianggap memanipulasi dan menipu penonton.
"Vote sms seharusnya memiliki bobot sepuluh kali lipat dari vote normal. Namun, distorsi terjadi karena hanya ada sedikit vote sms dan juga rating pemirsa yang rendah. Kami melihat adanya peningkatan tajam pada peringkat artis tertentu saat keluarga mereka menggerakkan anggota keluarga, kerabat, dan kenalan lain untuk voting. Kami merasa jika terus melakukannya, kami akan kehilangan lebih banyak rating pemirsa, dan program ini akan gagal. Jadi kami menghitung vote online menjadi lima kali lipatnya." aku CP Kim.
"Bukannya kami tidak memperhatikan vote sms sama sekali. Kami hanya menghitung vote online menjadi lima kali lebih banyak," imbuhnya.
3. Tidak Terlibat
Di sisi lain, direktur Kim dari CJENM membantah seluruh dakwaan. Pengacara direktur Kim menyatakan bahwa kliennya tidak terlibat dalam pembahasan modifikasi program tersebut.
"Jaksa penuntut yakin bahwa terdakwa memutuskan untuk mengeluarkan kontestan dari seleksi akhir dengan mendiskusikan penghapusan beberapa peserta sebelum siaran langsung ke-11 dengan CP Kim. Namun, dia tidak mengingat kejadian tersebut. Ada 16 program yang dikelola saat itu, tetapi direktur tidak memiliki waktu untuk terlibat dan membahas secara rinci program tertentu. CP Kim dan produser utama memiliki kewenangan untuk menentukan komposisi dan edisi program siaran," tutur kuasa hukum direktur Kim.
4. Raup Keuntungan
Sebelumnya, CP Kim diadili karena menghalangi pekerjaan produksi penyiaran CJENM dengan memanipulasi peringkat 33 orang dan memilih tiga peserta yang tidak mencapai peringkat akhir untuk menjadi bagian dari grup yang debut pada 22 September 2017.
Dia juga dituduh meraup keuntungan sebesar 15 juta won (sekitar Rp 188,5 juta) dari sekitar 69.000 pemirsa dan 3 juta won (sekitar Rp 37,7 juta) dari kesepakatan setelah berbohong kepada pemirsa bahwa mereka dapat memutuskan grup debut melalui vote sms berbayar dari 20 Juli hingga 22 September.
5. Tuduhan Konspirasi
Penuntut menilai bahwa direktur Kim menerima laporan dari CP Kim ketika memilih peserta debut untuk episode terakhir dan menyetujuinya. Jaksa menyerahkan direktur Kim ke pengadilan atas tuduhan konspirasi.
Sementara itu, persidangan berikutnya dijadwalkan pada 14 Januari tahun depan.
Jangan sampai ketinggalan!
- Polisi Lakukan Penyelidikan Manipulasi 'IDOL SCHOOL', Makin Penuh Drama!
- Pengadilan Pertama Kasus PRODUCE X 101, Bahas Manipulasi Vote dan Penerimaan Suap
- Agensi Para Member Sepakat, X1 akan Dibubarkan
- Media Korea Ungkap Daftar Diduga Finalis Asli 'PRODUCE 48' Sebelum Dimanipulasi
- PD Series 'Produce' Ungkap Agensi yang Terlibat Manipulasi Hasil Suara
Berita Foto
(all/rsp)
Advertisement
