BOLLYWOOD

Banjir Kritikan, 'THUG OF HINDOSTAN' Aamir Khan Tertatih Masuk Klub 100 Crore

Senin, 12 November 2018 06:38 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini

THUG OF HINDOSTAN ©The Indian Express

Kapanlagi.com - Banjir kritikan dari berbagai kalangan membuat perjalanan film baru Aamir Khan, THUG OF HINDOSTAN tertatih di box office India. Berbeda dengan film DANGAL yang meraup kesuksesan dengan mudah, kali ini Aamir harus berjuang ekstra keras untuk bisa mengembalikan modal produksi.

Mulai ditayangkan pada 9 November lalu, film yang juga dibintangi oleh Amitabh Bachchan, Fatima Sana Shaikh dan Katrina Kaif ini hanya mampu mendulang pendapatan Rs 105 crore atau sekitar Rp 210 miliar dalam tiga hari. Meski tidak bisa dibilang sedikit, namun jumlah ini belum menutup budget pembuatannya.

Dilansir dari Bollywoodlife.com, penyebab utama dari jebloknya pendapatan THUG OF HINDOSTAN di tiga hari pertama penayangannya adalah banyaknya kritikan yang masuk. Selain itu, banjir komentar jelek dari para penonton juga mempengaruhi penjualan tiket di India.

1. Dibuat Dengan Budget Fantastis

Aamir Khan harus berjuang ekstra untuk setidaknya mengembalikan dana produksi yang sudah dikeluarkan. Film yang diadaptasi dari buku ini sendiri menelan biaya tak kurang dari Rs 300 crore atau sekitar Rp 600 miliar.

Dengan tren penonton di hari ketiga yang jumlahnya makin menurun, banyak pihak khawatir THUG OF HINDOSTAN tidak akan balik modal. Bahkan dengan fakta ini adalah momen perayaan Diwali yang merupakan hari libur bagi masyarakat India, tampaknya tak banyak membantu Aamir dan tim produksi untuk menambah jumlah penonton dalam waktu singkat.

2. Banjir Kritikan

Sejak THUG OF HINDOSTAN baru dirilis secara terbatas untuk media dan kritikus, film ini sudah banjir kritikan. Sorotan paling utama diarahkan kepada Aamir Khan, yang disebut terlalu meniru karakter Jack Sparrow yang diperankan oleh Johnny Depp di film PIRATES OF CARIBBEAN.

Banyak yang menyayangkan usaha Aamir untuk berakting seperti Jack Sparrow. Sementara ia dinilai bisa menunjukkan karakter yang berbeda dan tidak meniru karakter lain yang sudah tenar.

Selain itu jalan cerita yang dianggap cukup membosankan membuat nilai film ini terjun bebas. Banyak yang menyayangkan keputusan sutradara dan penulis naskah untuk menafsirkan kisah ini menjadi sebuah film yang kurang apik.

Kekurangan pada sisi VFX juga menjadi nilai minus pada film ini. Padahal dengan budget sebesar itu, tim produksi dinilai bisa membuat karya yang lebih baik.

Well, hasil akhirnya akan seperti apa. Tunggu updatenya di KapanLagi.com.

 

(bol/phi)


REKOMENDASI
TRENDING