'Boboiboy' Dibajak, Pemilik Hak Cipta Ajukan Gugatan 50 M

Rabu, 07 September 2016 20:52 Penulis: Risang Sudrajad
'Boboiboy' Dibajak, Pemilik Hak Cipta Ajukan Gugatan 50 M Boboiboy © Facebook.com/boboiboy

Kapanlagi.com - Kesuksesan animasi Boboiboy yang diproduksi oleh Animonsta Studios ternyata sempat menimbulkan sebuah polemik. Belum lama ini, Animonsta serta DNA Production selaku distributor animasi Boboiboy di Indonesia digugat oleh sebuah perusahaan bernama Sadabana Entertainment yang mengaku memiliki hak cipta animasi Malaysia tersebut.

Tidak main-main, Sadabana Entertainment menggugat Animonsta Studios dan DNA Production sebesar 3 miliar rupiah untuk kerugian materil dan 15 miliar rupiah untuk kerugian inmaterial di Pengadilan Niaga Jakarta Selatan pada tanggal 3 Agustus 2016. Merasa sebagai pemegang hak cipta sesungguhnya dari Boboiboy, Animonsta Studios dibantu DNA Production tak gentar menghadapi gugatan tersebut.

Sadabana Entertainment menggugat Animonsta Studios © Kapanlagi.com®/Mathias PurwantoSadabana Entertainment menggugat Animonsta Studios © Kapanlagi.com®/Mathias Purwanto



Meski Sadabana Entertainment memiliki surat hak cipta dari HAKI, gugatan tersebut pun gugur. Pasalnya, Animonsta Studios pun memiliki surat hak cipta dari HAKI dan lebih dulu mendaftarkannya."Mereka mendaftar ke HAKI soal hak cipta Boboiboy sejak 2013. Sedangkan Animonsta sudah mendaftar ke HAKI pada 2012," ungkap Direktur Utama DNA Production, Rina Novita saat jumpa pers di kantornya kawasan Saharjo, Jakarta Selatan, Rabu (7/9).

Meski akhirnya memenangkan gugatan tersebut, Nizam Razak selaku CEO Animonsta Studios menyimpan kekecewaan. Ia sadar bahwa Boboiboy ini punya daya tarik tersendiri sehingga banyak perusahaan yang mengklaim atau membajak produknya. Nizam pun berharap kejadian pembajakan ini tak akan terulang di kemudian hari.

"Boboiboy bermula pada tahun 2009. Sebelumnya saya dan pak Anas buat Upin Ipin. Pembuatan Boboiboy ini memakan biaya 2,5 juta ringgit atau sekitar 7,5 miliar dengan 13 episode. Bukan hanya di Indonesia Boboiboy diklaim oleh pihak lain. Di Malaysia juga kami sedang berjuang untuk memperjuangkan hak cipta ini. Soal pembajakan ini harus dihentikan. Ke depannya semoga tidak ada lagi hal seperti ini," jelas Nizam.

Nizam pun berharap kejadian pembajakan ini tak akan terulang di kemudian hari © Kapanlagi.com®/Mathias PurwantoNizam pun berharap kejadian pembajakan ini tak akan terulang di kemudian hari © Kapanlagi.com®/Mathias Purwanto


Saat ini, Animonsta Studios dan DNA Production bakal gantian menggugat Sadabana Entertainment di bawah pimpinan Amrani Sidabutar ke Pengadilan Niaga dengan gugatan 50 miliar rupiah.

"Kami menggugat Sadabana Entertaint yang beralamat di Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Bapak Amrani Sidabutar. Kami mengajukan gugatan sebesar 50 miliar rupiah. Sebenarnya bukan masalah uang, tapi kami ingin menimbulkan efek jera kepada pembajak," tegas Rina Novita.

(kpl/abl)

Editor:

Risang Sudrajad


REKOMENDASI
TRENDING