Karya Garin Nugroho, 'Nutrisi' Para Penikmat Film
Garin Nugroho. Foto: KapanLagi.com®Kapanlagi.com - Ulang tahun Garin Nugroho, 6 Juni, tahun ini terasa begitu istimewa dengan 'kado' yang begitu tak disangkanya pula. Tepat sehari dari hari ulang tahunnya, film terbaru Garin, SOEGIJA, diputar serentak di jaringan Cineplex 21 di seluruh Indonesia dan mendapat respon positif. Tak ada yang lebih istimewa bagi seorang sutradara selain film arahannya diapresiasi baik oleh penonton. Antrian penonton SOEGIJA yang ada di beberapa bioskop 21 di kota-kota besar pada hari pertama pemutaran pastinya membuat Garin beserta seluruh tim pembuat film SOEGIJA tersenyum gembira. Di sisi lain, penonton pun sama gembiranya. Dengan promo yang sudah gencar dilakukan mulai beberapa bulan yang lalu serta sedikit isu kristenisasi yang muncul menyertainya, film SOEGIJA jelas masuk daftar tontonan masyarakat penggemar film. Selain membahagiakan, antrian mengular semacam ini terasa mengejutkan bila yang ditonton adalah film seorang Garin Nugroho. Antrian semacam ini pernah terjadi saat pemutaran film ADA APA DENGAN CINTA, EIFFEL I'M IN LOVE, AYAT-AYAT CINTA, dan LASKAR PELANGI,namun untuk film seorang Garin,ini hal yang jarang terjadi. Pasalnya, karya-karya Garin memang bukan selera penonton kebanyakan. Garin bukan tipe sutradara yang akan membuat film sesuai selera penonton. Penonton lah yang akan mencerna selera Garin. Kebanyakan film-film karya sineas kelahiran Yogyakarta ini bukan film populer yang akan dengan mudah dinikmati oleh setiap penonton. Garin seperti tak ingin membodohi penontonnya dengan membuat film 'sederhana'. Ketidak sederhanaan itu bisa terwujud lewat narasi yang apik serta sarat pesan, akting pemain yang ciamik,tema yang berat, dan bahkan visualisasi yang indah. Keunikan inilah yang membuat film Garin menjadi nutrisi penting bagi penikmat film tanah air dalam perkembangan film Indonesia. Bagi yang belum pernah menonton film-film Garin Nugroho, berikut ini rekomendasi dari KapanLagi.com®,
- CINTA DALAM SEPOTONG ROTI

Foto: sindyqc.posterous.com Roman dewasa yang dibintangi oleh Adjie Massaid, Monica Oemardi, Tio Pakusadewo, dan Rizky Theo. Kisah yang berawal dari sebuah perjalanan liburan pasangan suami istri, Mayang (Monica) dan Harris (Adjie) yang sedang mencari jalan keluar untuk kehidupan asmara mereka yang bermasalah. Tak sengaja mereka bertemu dengan Topan (Tio) dalam liburan tersebut. Maka dimulai lah kisah liburan yang tak mereka duga sebelumnya. Karena ada cinta segitiga yang menyertainya. - DAUN DI ATAS BANTAL

Foto: mubi.com Garin mengangkat kisah Asih (Christine Hakim) dengan ketiga anaknya Heru, Sugeng, dan Kancil yang hidup jalanan kota Yogyakarta. Potret kehidupan jalanan dan kemiskinan menjadi fokus utama Garin yang dengan apik dibalutnya dalam kisah Asih dan anaknya. Asih yang dalam kerja kerasnya berusaha mencukupi kebutuhan ketiga anaknya ternyata lalai memberikan kebutuhan utama anak-anaknya, kasih sayang. Alhasil ketiga anaknya tumbuh dengan liar dan saling berebut bantal daun kepunyaan ibunya. - RINDU KAMI PADAMU

Foto: calendar.walkerart.org Kali ini Garin mencoba membingkai ragam kisah kehidupan pasar beserta problematikanya dalam film. Permasalahan ekonomi, konflik rumah tangga, peliknya asmara, dan persoalan sosial dituturkan lewat banyak tokoh-tokoh penghuni pasar. Tanpa berusaha menggurui, Garin dengan bergantian membawa kisah penghuni pasar ke arah penyelesaian. - GENERASI BIRU

Foto: arsenal-berlin.de Memperingati 25 tahun grup band Slank berkarya, Garin bersama John De Rantau dan Dosy Omar menggarap film musikal tanpa dialog. Kisahnya sendiri terinspirasi dari lagu-lagu Slank selama mereka berkarya. Lewat film ini satu per satu personil Slank bertemu dengan tokoh-tokoh yang mengalami trauma akibat kekerasan, politik, drugs, dan cinta. - UNDER THE TREE

Foto: raditherapy.com Dengan memasang Ayu Laksmi, Marcella Zalianty, Dwi Sasono, Ikranegara, Nadia Saphira, dan Aryani Kiergenburg Willems, Garin menggarap kisah drama yang dipadu dengan seni tari dan busana. Settingnya pun dibuat indah, yakni panorama Bali. - MATA TERTUTUP

Foto: kabar24.com Tiga kisah pendek yang bercerita tentang kehidupan beragama di Indonesia dalam kacamata Garin yang lebih mempersoalkan tentang fenomena gerakan teroris serta bom bunuh diri yang sempat meresahkan masyarakat Indonesia. Garin tak ragu menghadirkan persoalan gerakan NII dan penculikan oleh kelompok Islam fundamentalis. - OPERA JAWA Didukung oleh para seniman ternama Indonesia, Garin mengangkat kisah Ramayana ke dalam film yang sarat akan tarian ini. Tak hanya itu, ia juga menangkap keindahan panorama Indonesia, salah satunya adalah pantainya, dan kemudian menggabungkannya dengan apik dalam film. Dengan kisah Ramayana sebagai patokannya, OPERA JAWA merangkum kisah cinta, politik, sosial, ekonomi, dan juga penindasan akan rakyat kecil dalam film berdurasi 2 jam ini. Sungguh film yang padat kalau tak mau disebut berat.

- SOEGIJA

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
(kpl/dka)
Advertisement
D Academy 8
- Fashion SelebritiPotret Seru Soimah di Dangdut Academy 8, Selfie Hingga Joget Bareng















































