FILM INDONESIA

Lola Amaria Sebarkan Kebaikan ke Anak Santri Lewat Film 'PESANTREN'

Selasa, 19 April 2022 13:25 Penulis: Dian Eka Ryanti

© KapanLagi.com/Dadan Eka Permana

Kapanlagi.com - Momen ramadan tak disia-siakan Lola Amaria untuk ikut berlomba meningkatkan pahala dengan memperbanyak amalan baik. Cara Lola pun terbilang unik. Sebagai sineas, ia melakukan roadshow ke beberapa pesantren di Pulau Jawa dengan memutar film berjudul PESANTREN dalam bentuk nonton bareng santri dan diskusi. Menurut Lola, dengan memutar film yang bermuatan religi, juga bisa menjadi sarana dakwah.

"Menurut saya film juga bagian dari dakwah, artinya kita menyebarkan yang baik dan penonton dapatkan hal yang baik juga," kata Lola Amaria di Pesantren Al-Furqon, Singaparna, Tasikmalaya.

Film PESANTREN, kata Lola Amaria rencananya akan tayang perdana di bioskop pada 26 Mei 2022. Sebelum tayang, ia ingin memberi kesempatan bagi santri untuk melihat film yang menggambarkan kehidupan pesantren tersebut.

1. Berawal Dari Stigma Negatif

Film PESANTREN disutradarai dan diproduseri Shalahuddin. Pria yang akrab disapa Udin ini mengaku membuat film tersebut karena terganggu dengan stigma negatif yang diberikan pada Pesantren sebagai tempat yang kolot dan tidak berkembang. Bahkan dibilang tempat teroris diajarkan.

"Sebenarnya film ini sudah lama selesai. Tahun 2019 dan seharusnya sudah diputar di bioskop. Tapi pandemi. Akhirnya kami tunggu sampai keadaan membaik dan akhirnya dapat tanggal 26 Mei 2022. Lalu saya bilang sebelum diputar di bioskop coba kita putar di beberapa pesantren," tutur Lola Amaria.

2. Melakukan Penelitian

Dengan berbekal ingin mendobrak pandangan keliru tentang pesantren, Udin mulai melakukan penelitian tentang Pesantren dari tahun 2015 dan mulai melakukan kegiatan syuting pada 2017-2018.

"Jadi film Pesantren ini berkaitan dengan film dokementer pertama saya, Negeri di Bawah Kabut. Ada salah satu karakter yang memilih masuk pesantren karena terbentur biaya. Film itu banyak diputar di festival internasional dan Indonesia. Waktu diskusi ada yang komentar 'masuk pesantren itu bakal membuat anak jadi teroris'. Stigma itu yang membuat saya resah," kata pria yang akrab disapa Udin ini.

3. Lokasinya di Cirebon

Pesantren Kebon Jambu, Cirebon, pun kemudian dipilih Udin sebagai lokasi pengambilan gambar di antara sekian banyak Pesantren yang berada di Indonesia.

"Poinnya film ini ingin membuat penonton memahami bahwa Islam santai dalam menghadapi persoalan dan perbedaan," tutur Udin.

4. Sempat Tayang di Publik

Film PESANTREN, kata Udin diedit di Jerman dan sudah diputar pertama kali untuk publik di IDFA (International Documentary Film Festival) di Amsterdam pada November 2019.

IDFA adalah festival film dokumenter terbesar dan paling bergensi di dunia. Film ini disambut dengan antusias, terbukti dengan tiket yang terjual habis untuk dua pemutaran pertama.

"Film ini bagus, misinya juga bagus, konteknya aktual, dan saya merasa banyak orang yang harus nonton film ini agar terbuka bahwa kita menghargai perbedaan dan yang utama Islam itu baik," kata Lola Amaria.

(kpl/dan/dyn)

Reporter: Dadan Deva

 

REKOMENDASI
 
TRENDING