Pembuatan 'SOEGIJA' Telan Biaya 12 Miliar

Adegan SOEGIJA. Foto: indonesianfilmcenter.com

Kapanlagi.com - Dengan pemain lebih dari 2.000 orang, film SOEGIJA layak disebut sebagai drama kolosal. Tentu membuat film ini tidak mudah apalagi settingnya harus dibangun ulang di era 1940-1950. Melibatkan tim artistik terbaik negeri ini, pemain asing dari Jepang dan Belanda, SOEGIJA membutuhkan dana Rp 12 M untuk membuatnya. "Biayanya memang Rp. 12 M . Untuk ukuran drama biasa, jadi mahal. Biaya pra produksi membengkak dengan banyaknya pemain. Kita butuh kostum ribuan. Kita casting dari Jepang dan Belanda juga," kata sutradara Garin Nugroho saat ditemui usai screening SOEGIJA, di Platters Cafe, Setiabudi, Kuningan, Kamis (24/5). Persoalan dan kendala yang dihadapi Garin selama syuting juga tidak sedikit. Dengan banyaknya lokasi yang harus didekorasi ulang serta pemain asing, Garin jelas menggarap banyak detil untuk kesempurnaan film.  "Kendala, tiap hari dengan pemain yang banyak, bikin Tugu Jogya dipindah ke Ambarawa. Shoot lebar, jadi perlu detail. Di gereja lantai kita bongkar, kita bikin lagi. Jadi kerja artistik, kostum, yang sangat banyak. Tantangan luar biasa, ekstra dua ribu lebih, pemain asing, Jepang, Belanda, melatih pemain yang beragam. Saya tidak pernah pakai orang Jepang yang bukan orang jepang. Harus orang Jepang atau Belanda asli, karena bahasa tubuh mereka kan beda," paparnya. Film ini bakal ditayangkan di bioskop dengan durasi 2 jam. Namun dijamin tidak akan membuat bosan karena suguhan gambar dan ceritanya menarik. "Film ini banyak versi, ada 4 jam, 3 jam, dan kita pilih yang 2 jam. Yang membuat film ini panjang adalah peristiwanya banyak. Banyak tokoh Jepang, Belanda, tokoh pemimpin kita, peristiwa perang, kemanusiaan. Diperlukan minimal 2 jam untuk menceritakan," lanjutnya. Dengan biaya sebesar itu, tentu tak mudah bagi tim SOEGIJA untuk meraih pendapatan dari penjualan tiket dan menutup model pembuatannya saja. Mengenai hal tersebut, Garin mengaku tak pernah pusing dalam memikirkannya. "Saya nggak pernah pikir penonton, saya mikir ini menjadi hiburan menyenangkan untuk anak muda sekarang. Saya sudah bikin film, nggak mikir yang lain. Untuk penonton itu biar kerja promosi distributor," pungkas Garin.

(kpl/uji/dka)

Rekomendasi

Trending