Raditya Dika 'Curhat' Tentang Malam Minggu dan Scene Yang Dibuang

Jum'at, 12 September 2014 16:51 Penulis: Angga S Priyono
Raditya Dika 'Curhat' Tentang Malam Minggu dan Scene Yang Dibuang Raditya Dika © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto
Kapanlagi.com - Mengikuti sukses film-filmnya terdahulu, kali ini Raditya Dika kembali meluncurkan sebuah karya terbaru. Tak seperti project pribadinya, kali ini Dika lebih banyak melibatkan teman-temannya dalam kegiatan produksi.

Merilis film dengan judul MALAM MINGGU MIKO MOVIE apa ya kira-kira sebenarnya makna malam minggu bagi para pemainnya? Ditemui oleh KapanLagi.com®, Raditya Dika dan beberapa pemeran lainnya mengungkapkan pendapatnya. "Buat gue malam minggu adalah saat yang tepat nonton MALAM MINGGU MIKO MOVIE (MMMM) sama pacar lu," ucap Dika.

Setelah mendengar sang sutradara sekaligus penulis skenario mengungkapkan makna dari malam minggu, Mentari De Marelle tak mau kalah, ia berujar, "Malam dimana orang yang punya pacar buat ngeledek yang pada jomblo." Pemain cantik lainnya pun memiliki sebuah pendapat, Sheila Dara menuturkan, "Menurut gue dimana kita bisa wisata, liat manusia-manusia yang masih meratapi kenapa masih jomblo."

Mentari De Marelle © KapanLagi.com®/Muhamnmad RasyadMentari De Marelle © KapanLagi.com®/Muhamnmad Rasyad

Lebih lanjut Raditya Dika ditanya apakah perbedaan mendasar antara MALAM MINGGU MIKO MOVIE dengan film yang memunculkan Miko pertama kali di layar lebar, CINTA DALAM KARDUS. Menanggapi hal tersebut novelis ini menjawab, "Perbedaan mendasar, sutradaranya beda. CINTA DALAM KARDUS, itu eksperimen gue, bikin dengan sutradara yang aneh sekalian. Kalo ini nge-pop dan menghibur. Saat itu serialnya juga baru berjalan setengah.

Dalam film ini memang Raditya Dika ingin menerjemahkan apa yang ada di serial televisinya. Ia tidak berencana membuat film baru, ia bermaksud membuat MALAM MINGGU MIKO dengan durasi yang lebih panjang tapi tidak menghilangkan karakter cerita.

Raditya Dika juga menjelaskan mengapa banyak adegan yang dipotong. Ternyata hal tersebut dilakukan karena ia ingin filmnya berdurasi singkat, sehingga lebih mirip serial televisinya. Sehingga ia membuang beberapa adegan yang dirasanya tidak terlalu penting (Itu termasuk Dovi makan ayam mentah).

(kpl/uji/sic)

Reporter:

Puji Puput


REKOMENDASI
TRENDING