FILM INDONESIA

Tanggapan Ody Mulya Soal Protes 'DILAN 1991' di Makassar: Ga Jelas Keperluannya

Senin, 04 Maret 2019 18:27 Penulis: Rezka Aulia

Ody Mulya menilai penolakan itu tak beralasan. © KapanLagi.com/Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - DILAN 1991 memang meraih kesuksesan luar biasa. Tayang mulai 28 Februari, kini akting Vanesha Prescilla dan Iqbaal Ramadhan telah disaksikan lebih dari 2 juta penonton. Namun film dari novel karya Pidi Baiq ini sempat mendapat aksi penolakan yang anarkis dari kota Makassar.

Sejumlah pemuda merusak gedung bioskop untuk menolak penayangan film romans ini. Menurut mereka film ini memberi contoh buruk tentang tokoh yang ikut sebuah geng motor dan suka tawuran. Ody Mulya Hidayat sang produser pun angkat bicara atas hal ini.

"Saya perlu klarifikasi, intinya saya juga kaget karena ternyata bukan Dilan aja film nasional yang dikritisi dan diprotes. Sebelumnya juga ada, ini oknum karena ngga jelas indentitasnya apa dan keperluan apa. Saya sudah bernegosiasi," terang Ody saat ditemui di Preskon Dilan 1991 di XXI Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta Timur, Minggu (3/3)

1. Tuduhan Palsu

"Kan kata mereka DILAN itu mengandung konten nafsu syahwat, ada kekerasan. Katanya ada ciuman, saya tanya 'menit berapa?' kata dia menit 19, padahal itu tidak benar, itu salah. Artinya, mereka cuma tebak-tebak saja. Makanya saya bantah waktu itu. Dari pertemuan itu, semua sudah clear," sambung Ody.

Hingga saat ini Dilan masih mendominasi bioskop seluruh Indonesia. Dilan dan Milea juga dinikmati berbagai kalangan tak hanya remaja. Banyak orang dewasa yang merasakan nostalgia masa SMA 90-an saat menyaksikan kisah satu ini.

2. Laris di Makassar

Demo dari oknum tersebut dilakukan pada hari pertama DILAN 1991 tayang. Mereka meminta film ini turun layar dengan melakukan aksi anarkis. Sejumlah pemuda membuat kerusuhan di sebuah bioskop.

"Tapi, pas kami pulang ada aliansi lain yg protes-protes lagi. Ya, itu oknum saja dan DILAN diapresiasi sangat baik di sana sampe bioskop itu full," pungkas Ody.

 

(kpl/apt/rna)


REKOMENDASI
TRENDING