SELEBRITI

Atalarik Syach Menolak Keras Anak-anaknya Dieksekusi

Selasa, 06 April 2021 20:47 Penulis: Canda Dian Permana

Atalaric Syach © KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Tsania Marwa memang sudah mendapatkan hak asuh anak berdasarkan Pengadilan Tinggi Jawa Barat. Namun hingga kini kedua anaknya masih tinggal bersama Atalarik Syach. Tsania Marwa pun berencana mengeksekusi anak-anaknya. Namun hal tersebut ditolak keras oleh Atalarik Syach.

“Tidak bisa yang namanya mengeksekusi anak. Jadi bahasa eksekusi itu jelas-jelas, terang-terangan kami keberatan untuk menjalankannya. Kenapa kami tidak sepakat dan tidak bisa membenarkan, karena ini menyangkut hak asasi anak sendiri itu intinya,” ujar Atalarik Syach saat jumpe pers di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (5/4).

1. Menolak Eksekusi

Keberatan itu pun sudah disampaikan Atalarik Syach ke Pengadilan Agama Cibinong. Dibandingkan harus adanya tindakan eksekusi anak-anak, Ia lebih memilih untuk bermusyawarah dengan sang mantan istri.

“Pada pertemuan dengan ketua Pengadilan Agama Cibinong dengan bang Junaedi selaku kuasa hukum saya, tanggal 17 Februari 2021 kemarin, ya semua sudah disampaikan pendapat soal keberatan kami, tindakan eksekusi ini ya terus terang kami menolak dan lebih kepada solusi untuk musyawarah,” kata Atalarik Syach.

2. Minta Bantuan KPAI

Atalarik Syach pun sudah meminta bantuan kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) jika memang eksekusi anak ini akan tetap dilakukan.

“Saya juga sudah ke KPAI secara pribadi menyangkut undangan tersebut waktu 17 Februari 2021 untuk KPAI bertindak sebagai saksi apabila tindakan ini dilaksanan. Sebagai saksi untuk melihat anak prosesinya seperti apa,” ungkapnya.

3. Reaksi Anak-anak

Lalu bagaimana reaksi anak-anak Atalarik dan Tsania mengetahui soal eksekusi ini? Karena usia mereka masih kecil, mereka pun belum mengerti apa-apa. Namun, Atalarik sudah mecoba sedikit menjelaskan apa yang terjadi.

“Saya sudah mempersiapkan anak saya dalam artian mereka harus mempersiapkan mental mereka. One day sewaktu-waktu terpaksa mereka harus berangkat dari rumahnya, dari rumah saya. Sampai sekarang anak saya belum bisa mencerna bagaimana,” jelas Atalarik Syach.

“Untuk sebagai bukti di pengadilan nanti bahwa anak saya ya kembali lagi empat tahun tidak pernah keluar rumah tinggal sama ibunya, sebagian besar adalah, bukan sebagian besar ya, seratus persen menolak anak-anak (dieksekusi),” pungkasnya.


REKOMENDASI
TRENDING