SELEBRITI

Berawal Nongkrong Bareng, Ridho Slank & Ello Wujudkan Mimpi Bisnis Kuliner Bersama

Selasa, 15 Januari 2019 15:05 Penulis: Galuh Esti Nugraini

Ridho Slank & Ello (credit: Kapanlagi.com/Mathias Purwanto)

Kapanlagi.com - Setelah menjalani hubungan persahabatan yang cukup lama, dua musisi besar Indonesia, Ridho Slank dan Marcello Tahitoe atau Ello akhirnya berkolaborasi. Tapi, keduanya bukan berkolaborasi menghasilkan sebuah lagu melainkan berbisnis kuliner. Ya, mereka mendirikan Kopi Katong di Bandung, Jawa Barat.

Berawal dari obrolan tongkrongan, Ridho dan Ello sepakat membuat sebuah tempat kopi. Bukan tempat kopi biasa, keduanya memilih sebuah konsep unik, yaitu dengan menyajikan makanan khas Maluku, yang tak lain adalah kampung halaman Ridho dan Ello.

"Kan warung kopi tuh udah banyak ya, butuh konsep yang kuat dan beda. Akhirnya terpikir bikin sesuatu khas Maluku. Ya kita berdua dari Maluku, ini bagian dari kontribusi kita untuk melestarikan dan memperkenalkan makanan dan minuman yang memang khas Maluku dan juga musik pastinya," ungkap Ridho Slank saat ditemui di Kopi Katong, Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

1. Awal Ide

Sebenarnya, ide kolaborasi berbisnis kuliner ini sudah menjadi impian keduanya sejak lama. Namun, banyak hal yang akhirnya Kopi Katong ini bisa berdiri pada awal Januari tahun ini. Diakui Ridho, salah satu alasannya adalah karena masalah yang sempat menimpa Ello.

"Ada satu cerita lagi nih, sebelum ini kita mau bikin warung indomie. Dia keburu masuk pesantren (rehab). Dia masuk pesantren dulu tapi gue gak ninggalin dia artinya begitu dia selesai gue kejar lagi ayok kita bikin lagi," kata Ridho.

2. Tak Pasang Wifi

Ada yang menarik lagi dari Kopi Katong milik Ridho dan Ello. Di saat semua tempat makan berlomba-lomba memberikan fasilitas wifi untuk pelanggannya, Kopi Katong justru tidak memasang wifi.

"Ohiya di saat teknologi berjalan di dunia ini orang semua pakai, kita gak pakai wifi. Supaya ngobrol," ucap Ello.

"Fitrahnya orang ngopi itu sambil ngobrol. Coba lo ke Aceh, Medan, Belitung, itu orang ngopi buat ngobrol masa lo maen HP? Kita gak nyiapin, kita siapin musik, kalau mau ngobrol sama barista bisa pesen apa juga bisa. Ya kayak di kampunglah bisa ngobrol sama yang bikinnya," timpal Ridho menjelaskan.

3. Harga Terjangkau

Soal harga, Ridho dan Ello menjamin bahwa Kopi Katong bukan tempat yang mahal. Baik camilan dan makanan besar bisa didapatkan dengan tidak merogoh kocek dalam-dalam. Kopi Katong menyiapkan berbagai camilan khas Muluku seperti halua, serut, dan berbagai olahan sagu lainnya.

Sedangkan untuk makanan berat tersedia nasi begadang atau nasi kuning khas Maluku. Untuk sajian kopi Maluku atau Ambon memang tidak memiliki singel origin. Namun, di Kopi Katong semua kopi diracik dengan cara Maluku.

"Gue sih berpikir konsepnya untuk anak muda karena liat harganya aja start dari 15 ribuan. Maksud gue makanan aja yang main course 20 ribu," tutur Ello.

Gimana KLovers? kayanya patut dicoba nih mampir ke Kopi Katong kalau lagi jalan-jalan ke Bandung.


REKOMENDASI
TRENDING