SELEBRITI

Berdalih Ingin Rileks dan Produktif Dalam Berkarya, Begini Cara Anji Dapatkan Ganja

Kamis, 17 Juni 2021 08:30

Anji © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Penyanyi Erdian Aji Prihartanto alias Anji tengah bermasalah dengan hukum terkait penyalahgunaan narkotika jenis ganja. Anji ditangkap Sat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Barat dengan barang bukti 30 gram ganja.

Menurut Kombes Pol. Ady Wibowo selaku Kapolres, Anji ditangkap seorang diri di studio musiknya, di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, pada Jumat, 11 Juni 2021 sekitar pukul 19.30 WIB. Anji yang dinyatakan positif mengonsumsi ganja menyimpan 'barang' tersebut dalam speaker studionya dan juga di Bandung, Jawa Barat.

Saat menjalani pemeriksaan polisi, penyanyi yang mengawali kariernya bersama grup band Drive ini mengaku sudah mengonsumsi ganja sejak September 2020 lalu. Anji beralasan menggunakan narkotika yang masuk dalam golongan satu itu untuk mendapatkan ketenangan diri dan juga berdalih agar bisa produktif menghasilkan karya.

"Menurut yang bersangkutan untuk bisa rileks, produktif, mungkin dari hal- hal yang bersangkutan cari dari seorang seniman," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo, Rabu (16/6/2021).

1. Beli di Situs Luar Negeri

Adapun berdasar penelusuran pihak kepolisian, Anji membeli ganja dari sebuah situs luar negeri. Situs tersebut menjual ganja untuk pengobatan dan juga penggunaan dengan tujuan kesenangan.

Sebagai informasi, penggunaan ganja untuk kesenangan dilegalkan di beberapa negara bagian Amerika Serikat. Meski demikian, berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ganja sendiri tergolong narkotik golongan I bersama dengan sabu, kokain, opium, heroin di Indonesia.

"Menurut yang bersangkutan mendapatkan barang tersebut dari situs yang berada di luar, yakni website megamarijuanastore.com, diduga situs Amerika Serikat," kata Ady Wibowo.

2. Gunakan Jasa Orang Lain

Untuk melakukan transaksi, Anji menggunakan jasa orang lain untuk bisa leluasa masuk ke situs tersebut. Saat ini, penyedia jasa tersebut masih dalam kejaran polisi.

"Untuk mengakses situs tersebut harus punya ID. ID itu didapat dari seseorang yang masih DPO (Daftar Pencarian Orang)," kata Ady Wibowo.

Atas perbuatannya, Anji dikenakan Pasal 111 ayat 1 Sub Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang undang Republik Indonesia. Anji dikenakan ancaman hukuman 4 sampai 12 tahun penjara.


REKOMENDASI
TRENDING