#CeritaIndonesia: Merayakan Musik Bersama Joey Alexander Tanpa 'Gelar Jenius'

Rabu, 06 September 2017 16:22 Penulis: Natanael Sepaya
#CeritaIndonesia: Merayakan Musik Bersama Joey Alexander Tanpa 'Gelar Jenius' Joey Alexander © KapanLagi.com/Bambang E. Ros

Kapanlagi.com - Jenius, sebuah kata yang merangkum semua prestasi, pencapaian dan segala bentuk pujian yang dialamatkan pada Joey Alexander. Pada tahun 2015 lalu, dunia musik segera menyadari akan talenta yang dimiliki bocah yang masih berusia 14 tahun tersebut. Pada tahun 2014, langkah besar Joey di dunia musik pun dimulai saat ia dan keluarganya pindah ke New York.

Kota besar seperti New York memang menawarkan banyak mimpi bagi siapapun, dan bocah kelahiran 23 Juni 2003 silam di Denpasar, Bali tersebut jadi salah satu yang berhasil meraihnya. Motema Music pun jadi label pertama yang merilis album debutnya, MY FAVORITE THINGS, dan kemudian bersama membuka jalan baru untuk Joey di dunia musik.

Tidak perlu memahami musik jazz untuk bisa menyukai permainan yang ditampilkan Joey Alexander. Entah karena hype, atau memang setiap lagu yang ia mainkan berhasil menggelitik telinga dan hati para pendengarnya. Namun yang pasti, semua orang tak akan ragu untuk memberikan standing ovation atas kejeniusan Joey ketika menyajikan musik jazz.

Joey Alexander, sukses mencatat sederet pencapaian di usianya yang masih muda © KapanLagi.com/Bambang E. RosJoey Alexander, sukses mencatat sederet pencapaian di usianya yang masih muda © KapanLagi.com/Bambang E. Ros

Namanya pun tercatat sebagai salah satu performer di Grammy Awards tahun 2015. Sederet musisi ternama pun kagum akan pencapaian hebat bocah jenius ini. Tidak ketinggalan pula para penikmat musik di kampung halaman Joey sendiri, Indonesia. Setiap selebriti tak ragu untuk mengakui kejeniusan Joey dalam bermusik atau sekedar memberikan sanjungan.

Setahun setelahnya, nama Joey kembali ramai diperbincangkan ketika ia masuk dalam salah satu kategori nominasi Grammy Awards. Hype yang sama masih terjadi, Joey tetap jadi kebanggaan semua orang dan pahlawan bagi Indonesia. Meski tak berhasil meraih gelar Grammys, namun semua orang tetap mengenal sosok bocah yang bernama asli Josiah Alexander Sila ini sebagai seorang jenius, child prodigy.

Tapi seperti yang pernah Joey ungkapkan pada Time, nyatanya Joey sama sekali tak suka dikenali sebagai seseorang dengan embel-embel 'jenius'. Dengan semua pencapaian yang didapatnya, Joey justru berharap orang-orang lebih mencari tahu lebih dalam mengenai musiknya tanpa perlu mempedulikan dirinya sendiri.

Joey Alexander tak ingin dikenal sebagai musisi muda yang jenius © KapanLagi.com/Bambang E. RosJoey Alexander tak ingin dikenal sebagai musisi muda yang jenius © KapanLagi.com/Bambang E. Ros

"Aku benar-benar tidak menganggap diriku sebagai seseorang yang jenius atau ajaib. Aku mau orang-orang mengenali musikku, dan tak peduli dengan siapa aku," aku Joey pada Time tahun lalu. Sebagai seorang anak remaja, boleh saya bilang apa yang dikatakan Joey sangat bijak. Ya, apa anda benar-benar yakin menikmati musik jazz? Apa benar anda memahami setiap musik yang terlantun?

Jazz merupakan sebuah ungkapan emosi, dan Joey menggunakan musik tersebut untuk menyampaikan apa yang ia rasakan. Tidak heran jika Joey tak ingin terus dipandang sebagai sosok yang jenius, tapi lebih kepada bagaimana kita bisa memahami apa yang ingin ia sampaikan dan merayakan sesuatu yang sederhana dan sama, perasaan.

Hal ini menjawab kenapa banyak penikmat dan pelaku musik jazz begitu mengagumi sosok seorang Joey Alexander. Terlepas dari talentanya yang spesial, Joey mampu mengungkapkan seluruh ide dan perasaan yang ada melalui setiap lantunan musiknya. Joey mampu mengajak orang untuk bersama-sama merayakan perasaan yang sama tanpa perlu mengungkapkannya secara verbal.

© KapanLagi.com/Bambang E. Ros© KapanLagi.com/Bambang E. Ros

Joey Alexander memang jadi salah satu sosok yang mendobrak batasan 'segmented' untuk para penikmat musik jazz. Hanya saja, seberapa jauh para penikmat tersebut mampu memahami dan merayakan sesuatu yang sama dalam musik jazz?

(kpl/ntn)

Editor:

Natanael Sepaya


REKOMENDASI
TRENDING