Cici Tegal Pilih Protes Dengan Berkarya

Kapanlagi.com - Sri Wahyuningsih (44) yang lebih akrab disapa Cici Tegal memilih untuk melakukan protes dengan berkarya, bukan dengan demonstrasi turun ke jalan atau marah-marah.

"Banyak cara untuk melakukan protes, bisa dengan turun ke jalan atau `ngamuk-ngamuk`, tapi saya tidak mau seperti itu. Saya cinta damai, jadi saja berkarya saja," katanya di Jakarta, Rabu (11/1).

Komedian yang mengawali debutnya dalam acara televisi Bagito Group dan Srimulat itu sudah sejak lama merasa prihatin dengan dunia hiburan di tanah air yang banyak menampilkan pornografi dan hal-hal yang bersifat mistik.

"Bukan hanya saya, banyak ibu-ibu juga protes dengan tayangan-tayangan mistis yang marak di sinetron. Terakhir beberapa guru mendatangi saya dan mengeluhkan sebuah film yang mereka nilai banyak menampilkan unsur pornografi. Protes tersebut sudah banyak disampaikan tapi keadaannya masih begitu-begitu saja," jelas mahasiswa S1 Manajemen Universitas Terbuka itu.

Protes damai yang akan dilakukan Cici bukan dengan melawak. Ia berkarya dengan menjadi Ketua Pelaksana Festival Muharram III 1427 Hijriyah.

Pesta budaya dan kesenian Islam yang akan dilangsungkan pada 19 hingga 23 Februari di Istora Senayan, Jakarta, itu akan menampilkan beranekaragam pementasan, mulai dari yang modern hingga tradisional.

"Isinya bukan hanya Nasyid dan Salawat saja. Kami akan menampilkan yang lebih modern. Ada Chearleader, ada pentas musik Jazz, tapi semua tentunya tampil dalam nuansa keislaman," kata perempuan yang kali itu tampil dengan busana etnik berwarna hitam dan kerudung merah yang tampak segar.

Sebagai ketua pelaksana, Cici menjanjikan tampilan kesenian Islam yang unik dan lain daripada yang lain, "Kami memberikan tantangan bagi para seniman untuk menampilkan sesuatu yang unik dan menarik tapi tetap berpegang pada ajaran Islam."

Bagaimana ya penampilan Chearleader yang identik dengan penampilan seksi dan enerjik itu dalam nuansa Islam?

"Ya kalau pakaian mereka tertutup pastinya tidak pantas juga kalau masih berjingkrakan. Gerakan yang indah tidak harus demikian kan? Mereka bisa saja menampilkan gerakan-gerakan indah dengan bantuan bendera atau tongkat," katanya memberikan gambaran.

Meskipun terdengar aneh, Cici akan tetap pada rencananya dengan berkarya dan memberikan contoh kesenian yang benar di mata ajaran agama Islam.

"Saya akan berkarya agar masyarakat bisa melihat dan kemudian mencontohnya. Meskipun kurang menjual dan masih dalam `event` yang tidak besar, tapi yang penting kita mulai. Seperti kata Aa Gym (KH Abdullah Gymnastiar), mulailah dari diri sendiri dan mulailah sekarang," tutup Cici Tegal.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(*/dar)

Rekomendasi
Trending