Curhat Tata Liem: Kegelisahan Gender, Kasih Keluarga & Masa Depan

Selasa, 02 Mei 2017 10:11 Penulis: Mahardi Eka
Curhat Tata Liem: Kegelisahan Gender, Kasih Keluarga & Masa Depan Kapanlagi.com/ Dokumentasi Pribadi Tata Liem

Kapanlagi.com - Tata Liem berada di belakang Bella Sophie saat Bella merintis karir. Ia juga menemani Ozzy Syahputra dalam bertahan di tengah persaingan ketat dunia hiburan. Tata pun tak putus berjuang untuk 'anak-anaknya', Esal Revano dan Aleta Molly yang kini sedang diorbitkannya menjadi penyanyi. Keuletan menjadikan Tata sebagai salah satu manajer artis yang dikenal di tanah air.

Selain ulet, Tata juga berpenampilan unik. Ia kerap memilih atasan feminin ketika tampil di depan publik. Ia tak pernah absen mengenakan make up untuk mendukung penampilannya. Soal gaya rambut: diwarna pirang, disasak, ditata ala Marylin Monroe sudah pernah dicobanya. Tata tak pernah malu-malu untuk mengekspresikan diri lewat penampilannya.

Tata sadar bahwa pilihannya itu bukan pilihan yang bakal menyenangkan setiap orang. Cibiran dan 'bully' pernah dirasakannya seputar pilihannya dalam berpenampilan. Ia hajar dirinya sendiri menghadapi pandangan buruk tentangnya dan terus maju dengan karirnya.



Ada yang berbeda dengan penampilan Tata di usianya yang menginjak kepala empat di tahun ini. Selama mengenalnya, Kapanlagi.com tahu benar bahwa Tata memang seringkali mengubah penampilannya, tapi kali ini sungguh tak sama. Ada keputusan besar yang akan diambilnya, seperti curahan hati yang diungkapkannya secara eksklusif pada kami.

Tata tak lagi sering tampil dalam riasan seperti seorang wanita. Tata tak lagi sering tampil dalam riasan seperti seorang wanita.

Tak hanya pilihan barunya, pria berdarah Batak ini pun sempat membuka semua pergulatan batinnya, pengalamannya ketika kerap berdandan feminin, hubungannya dengan keluarga yang mencintai dan menerimanya, sampai harapan ke depannya. Simak obrolan intim kami berikut ini:

KapanLagi.com®: Mom (panggilan akrab untuk Tata), beberapa hari ini kami lihat ada yang beda dengan penampilan Mommy. Sudah jarang dandan ya? Kenapa?
Tata Liem : Hahaha... Nggak pernah lagi. Sudah masuk usia 40 tahun ke atas... jadi harus berubah. Aku sudah puas waktu itu (sebelum usia 40 tahun) berdandan macam macam. Sekarang lebih fokus ke usia matang ya. Takut juga ya kalau masih dandan gitu, soal usia kan kita tidak tahu.

KapanLagi.com®: Sejak kapan Mom tertarik untuk berdandan seperti itu?
T : Dari sekolah SMP dulu sudah mulai beli bedak compact dan lipstik. Lama-lama jadi kebiasaan... sampai umur empat puluh. Setahun ini baru berniat nggak pakai make-up lagi kecuali ada keperluan seperti syuting dan itu pun pakai bedak tipis saja.

Nanti lama-lama terbiasa juga dan pede (percaya diri) kalau nggak pakai alat make up. Jadinya seperti sekarang ini lah. Jadi kaya bapak-bapak ya? (Tata pun tertawa renyah saat mengomentari penampilan dirinya ini). Semoga ke depannya diberikan hidayah jadi makin kembali ke kodrat.

KapanLagi.com®: Apa sih yang bikin Mom tertarik untuk berdandan seperti wanita?
Tata: Aku terlahir dengan wujud laki laki tapi sifatnya feminin. Dari kecil memang suka dandan apalagi lihat Mama dulu beli maskara dan bedak. Akhirnya saat aku masuk SMP, aku ke sekolah bawa bedak dan lipstik.

Foto Tata sewaktu remaja. Foto Tata sewaktu remaja.

KapanLagi.com®: Nggak merasa malu dengan teman-teman Mom saat itu?
Tata: Nggak tau juga yah. Dari kecil banyak yang suka teriakin dan ejek aku bencong atau banci. Tapi yah seperti naluri saja pingin seperti wanita dari kecil dulu. Itu terbawa sampai aku dewasa.

Saat memasuki usia empat puluh, entah mengapa ada rasa risih dan malu juga kalau harus dandan seperti wanita lagi. Setahun ini nggak kerasa dan aku baru sadar, "wah kayaknya aku kok pede juga saat nggak dandan seperti dulu". Alhamdulillah banyak perubahan yang terjadi setahun ini buat hidup aku. Lebih santai dan enjoy lah

KapanLagi.com®: Tanggapan orangtua Mom sendiri seperti apa?
Tata: Kalau Papa (aku biasa panggil Buya) selalu marah besar. Namun, Mamaku sangat mengerti. Mama malah membelikan mascara waktu aku SMP. Aku masih ingat waktu masih SD, Mamaku malah membelikan aku boneka poppy. Aku sempat bepikir dan bertanya sama Mama, "Kok dari kecil aku dibiarkan dan malah diberi boneka dan mascara?". Mamaku jawab, "Aku selalu doakan kau bisa sehat nak dan bisa berubah nanti tanpa harus dipaksakan. Karena nanti ke depannya kau bisa tahu apa yang benar dan apa yang salah tanpa harus karena keterpaksaan dan takut karena dari kecil terbiasa dilarang orang tua".

Alhamdulillah Mamaku sampai saat ini menekankan yang terpenting jangan tinggalkan sholat. Itu nasihat nya buat aku.

Sejak kecil Tata sudah tertarik berdandan seperti wanita. Sejak kecil Tata sudah tertarik berdandan seperti wanita.

KapanLagi.com®: Ngomong-ngomong masa SMP, dengan dandanan seperti itu pernah kena razia nggak Mom?
Tata: Pernah waktu SMP, ada razia di sekolah periksa tas. Yah kedapatan bawa bedak dan lipstik. Aku kena hukum sejam berdiri kaki dinaikan sebelah hahaha.

KapanLagi.com®: Pertanyaan remeh, kalau mau ke toilet umum gimana? Lebih nyaman masuk toilet pria atau wanita? Cerita sedikit dong Mom.
Saat ini itulah yang membuat aku nyaman. Semenjak aku tidak pernah dandan lagi jadi nyaman ke toilet mall dan toilet lainnya. Kalau kemarin agak risih dan banyak yang kaget pas lagi berpapasan masuk toilet hahaha. Rambut blonde sasakan dan make up tapi bajunya maskulin eh sepatunya ada haknya hahahaha pipis nya berdiri pula. Makanya lebih nyaman kalau ke toilet langsung buru-buru ke dalam bilik nya. Malu kan kalau pipis berdiri.

KapanLagi.com®: Boleh dijawab boleh tidak Mom, kalau untuk orientasi seksual Mom sendiri seperti apa?
Sampai saat ini yang terpenting aku berusaha untuk menghindari namanya dosa besar. Sampai saat ini aku belum bisa ke wanita. dan sama laki-laki juga tidak pernah kupikirkan lagi. Mengubah sesuatu dengan perlahan itu sangat sulit tapi sampai di posisi ini aku bersyukur sekali. Setahun ini banyak perubahan dariku yang dulu berperilaku seperti wanita. Semoga ke depannya aku diberikan yang lebih baik sama Allah dan bisa hidup normal dan pastinya menjauhkan semua larangan-Nya.

KapanLagi.com®: Pernah ngalamin hal tidak enak karena tampil seperti itu?
Pernah ada yang mau endorse waktu batu-batuan lagi hits tahun lalu. Terus ada yang minta endorse, ya aku berpikir positif aja. Aku bilang mana barang yang akan difoto buat Instagram, eh dia kirim batu nisan. Hahaha.

Aku nggak sampai sakit hati. Nggak perlu. Malah tertawa dan jadi hiburan. Ternyata ada aja yah yang buat kita happy, bully-an pun jadi bikin happy.Itu berarti dia perhatian sekali sama aku

KapanLagi.com®: Mom, pergaulan temen-teman kayak gitu di Indonesia seperti apa? Apa ada komunitas sendiri?
Tata Liem: Kalau komunitas pasti ada dan itu hak masing-masing individu selamat tidak merugikan orang lain. Kalau aku memang jarang bergaul juga dan nggak pernah ikut komunitas seperti itu.

KapanLagi.com®: Ada rencana menikah di masa mendatang nggak?
Kalau rencana belum ada pikiran ke situ, tapi kalau hidayah dari Allah alhamdulillah. Seperti aku bilang tadi, aku nggak mau nanti kalau menikah tapi masih seperti itu. Jadinya munafik dan pasti menyakitkan buat pasangan. Makanya aku lebih baik jujur pada diri aku sendiri dulu saja dan memperbaiki diri dulu. Daripada menikah karena alasan tertentu dan hanya untuk pencitraan tapi kelakuan masih tetep ngondek yah lebih baik kita perbaikin diri kita. Ketika hidayah itu datang dari Allah , kita bakal bener-bener ikhlas memjalankan ke depannya dengan jujur tanpa harus menutupi masa lalu kita. Ya semoga dengan pemikiran seperti itu insya Allah pasangan yang akan mendampingi kita nanti juga akan ikhlas menerima aku apa adanya.

KapanLagi.com®: Ada pesan buat anak-anak muda yang berada di posisi sama seperti Mom?
Pesan aku jadilah diri sendiri dan jangan pernah menjadi orang yang munafik. Yang terpenting selalu ingat ajaran agama karena hidayah akan datang tanpa diduga. Setidaknya kita jujur untuk diri kita sendiri. Nggak ada yang mau dilahirkan seperti ini. Semua itu bisa diubah tanpa paksaan dan dari diri sendiri. Umur makin bertambah bukan berkurang jadi tetap selalu ingat ajaran agama. Itu yang terpenting jadi kita tahu mana yang baik dan mana yang buruk untuk hidup ini.

Tata tidak pernah menyesal pernah berdandan seperti wanita. Baginya, itu adalah sejarah personalnya yang akan ia hargai selalu. Ia berniat kembali ke kodratnya sebagai laki-laki. Seiring dengan keputusannya itu, ia pun mensyukuri momen Esal yang menjadi mualaf dan Boy Hamzah (anggota manajemennya) yang jadi penyiar agama. Keduanya menjadi hadiah terindah.

"Di balik kekurangan ku ini ternyata Allah memberikan yang lebih baik. Aku bersyukur sekali. Nasih ada hal positif yang terjadi di balik kontroversi yang selama aku jadi manager artis," tutupnya. Kami doakan yang terbaik untuk Mommy Tata

.

Reporter: Adhib Mujaddid


(kpl/dka)

Editor:

Mahardi Eka


REKOMENDASI
TRENDING