Deddy Corbuzier: Naiknya Harga Rokok Bisa Rusak Persahabatan

Selasa, 23 Agustus 2016 07:15 Penulis: Guntur Merdekawan
Deddy Corbuzier: Naiknya Harga Rokok Bisa Rusak Persahabatan Deddy Corbuzier © KapanLagi.com®/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Wacana naiknya harga rokok menjadi 50 ribu rupiah saat ini tengah jadi salah satu topik perbincangan hangat publik. Tentu saja hal itu memancing pro dan kontra besar-besaran. Para perokok tentunya menyuarakan rasa keberatan mereka jika harus merogoh kocek dalam-dalam setiap hari.

Meskipun kebanyakan non-perokok mendukung wacana kenaikan harga tersebut, namun Deddy Corbuzier punya pendapat lain. Ya, presenter Hitam Putih ini menyebut jika keputusan menaikkan harga rokok hingga 2x lipat lebih itu sangat riskan dan bisa memberikan dampak negatif.

menaikkan harga rokok bisa menjadikan perpecahan antar masyarakat, padahal rokok itu tadinya mempererat persahabatan.
Deddy Corbuzier
 

"Menurut saya hal yang salah. Karena menaikkan harga rokok bisa menjadikan perpecahan antar masyarakat. Orang-orang saja kalau ketemu sama saya pada minta rokok, 'Mas rokoknya dong'. Kalau harga 50 ribu, oh nggak boleh, nanti saya jadi musuhan sama orang lain. Padahal rokok itu tadinya mempererat persahabatan, ketika dinaikkan orang jadi nggak mau berbagi. Sombong lo, yang benar naikkan harga korek. Kalau korek 300 ribu nggak ada yang ngerokok. Bagi rokok dong, tapi koreknya nggak punya. Haha," ujar Deddy Corbuzier saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada (22/8).

Deddy tak setuju harga rokok naik © KapanLagi.com®/Bayu HerdiantoDeddy tak setuju harga rokok naik © KapanLagi.com®/Bayu Herdianto

Selain masalah di atas, Deddy juga menyebut jika naiknya harga rokok bisa membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Lagipula, ayah satu anak ini tak percaya jika rokok adalah penyebab utama dari penyakit kanker.

"Saya rasa bukan jalan yang tepat. Kita harus mengakui bahwa jutaan orang bekerja di pabrik rokok saat ini. Kalau rokok tidak produktif, mereka juga nggak bekerja. Yang mengatakan rokok itu penyebab kanker dan sebagainya, sampai detik ini tanya lah dokter yang benar. Yang menyebabkan kanker itu apa? Nggak ada yang bisa jawab. Bukan rokok, anda berdiri di jalanan itu knalpot mobil lebih berbahaya dari asap rokok, harus ditelaah lagi. Sudah ada sebuah artikel di Amerika sejak 1940-an, perokok itu nggak ada masalah. Lebih pintar menghadapi hal tersebut. Saya tidak mendukung perokok loh ya. Kita harus lebih terbuka kepada hal tersebut. Satu lagi di situ jelas ditulis rokok dapat menyebabkan kanker. Saya kan nggak dapat, saya beli. Haha," sambung mantan suami Kalina itu.

Seperti diketahui, dalam beberapa waktu terakhir ini ada sebuah alat bernama vape yang juga cara kerjanya mirip rokok namun tidak mengandung nikotin. Meskipun begitu, Vape sendiri terbuat dari bahan-bahan kimia yang entah lebih aman dari rokok atau tidak.

"Ketika rokok dinaikkan yang bakal ramai adalah vape, karena orang akan beralih ke sana. Pertanyaan saya adalah apakah sudah ada regulasi keamanan memakai vape itu? Karena itu kimia, yang racik juga nggak tahu siapa. Apa sudah ada BPOM-nya? Apakah tidak berbahaya dengan masyarakat kita? Yang saya tahu belum ada tulisan BPOM, nggak tahu kalau sekarang. Ini akan mengubah sebuah perilaku manusia secara sosial ke hal lain sebagai alternatif. Pertanyaan saya apakah alternatifnya lebih sehat daripada perokok?" pungkas Deddy.

Nah, kalau KLovers setuju dengan wacana harga kenaikan rokok? Jangan lupa tulis komentarmu ya!

(kpl/rhm/gtr)

Reporter:

Nuzulur Rakhmah


REKOMENDASI
TRENDING