Deddy Mizwar: Film Tidak Boleh Dikontrol Oleh Negara

Deddy Mizwar: Film Tidak Boleh Dikontrol Oleh Negara Deddy Mizwar saat berbicara di gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail

Kapanlagi.com - Polemik seputar UU Perfilman nampaknya masih akan berbuntut panjang. Betapa tidak, mayoritas sineas dan produser film tanah air pun bereaksi negatif. Namun, bagi seorang aktor senior sekelas Deddy Mizwar, 'suara sumbang' tersebut sejatinya berasal dari semua lapisan perfilman, bukan hanya para sineas tersohor tersebut."Ini bukan sikap dari sekelompok orang atau golongan saja. Tapi dari semua lapisan perfilman," ujar pria yang akrab disapa Bang Haji tersebut. Ditemui KapanLagi.com dalam pertemuan para sineas film di gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail di Kuningan, Jakarta, Selasa (8/9) sore kemarin, aktor yang sekaligus sutradara dan produser itu lantas menegaskan jika UU Perfilman justru menindas para pekerja film. "UU yang telah disahkan itu bisa dibilang dapat mematikan perfilman Indonesia. Dalam UU tersebut tidak melibatkan insan perfilman dalam pembuatannya. Juga diatur segala-galanya harus begini dan begitu dan itu merupakan pembatas kreativitas," tegasnya. "Untuk apa ada lembaga sensor film? Film tidak boleh dikontrol apalagi oleh negara. Mungkin nanti nafas pun akan dikontrol," imbuhnya lagi.Pria asli Jakarta yang lahir 54 tahun silam itu nampaknya memang benar-benar geram dengan pengesahan UU Perfilman yang terbukti langsung menuai polemik dari para pelaku industri film itu sendiri."UU itu disahkan itu bukan untuk dilanggar, makanya jelas, kami menolak karena UU itu menindas insan perfilman. Kalau sudah seperti itu, maka UU dibuat untuk dilanggar dan itu timbulnya munafik, dan ujung-ujungnya masuk neraka juga. Maka kami minta UU itu ditinjau kembali," tandasnya.   

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/adt/bar)

Rekomendasi
Trending